Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Rekening 1,7 Juta Penerima Bantuan Sosial Tak Teridentifikasi

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 7 Agu 2025 18:01 WIB
Rubrik Nasional
Rekening 1,7 Juta Penerima Bantuan Sosial Tak Teridentifikasi

Ketua PPATK Ivan Yustiavandana bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan terkait temuan anomali rekening penerima bantuan sosial di kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (7/8/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses verifikasi rekening penerima bantuan sosial (bansos). Dari sekitar 10 juta rekening yang diajukan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk ditelusuri, sebanyak 1,7 juta rekening tidak teridentifikasi sebagai penerima bansos.

“Dalam pembaruan terbaru, kami menemukan memang banyak anomali. Contohnya, dari 10 juta jumlah rekening yang dimohonkan kepada kami, 1,7 jutanya tidak teridentifikasi sebagai penerima bansos,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, di Kantor Kemensos, Kamis (7/8/2025).

PPATK juga mencatat sejumlah profil penerima yang terindikasi tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan. Dari satu bank yang ditelusuri, ditemukan 27.932 orang berstatus pegawai BUMN, 7.479 berprofesi sebagai dokter, dan lebih dari 6.000 berasal dari kalangan eksekutif atau manajerial.

“Banyak status-status yang menurut kami perlu didalami lebih lanjut oleh Kemensos, apakah mereka masih layak menerima bansos atau tidak,” katanya.

Selain itu, dalam penelusuran lebih lanjut terhadap saldo rekening, ditemukan hampir 60 orang penerima bansos yang memiliki dana di atas Rp 50 juta.

“Sebagai contoh saja, kami menemukan ada orang yang memiliki rekening di atas Rp 50 juta tapi masih menerima bansos,” ucap Ivan.

Tak hanya itu, PPATK juga menemukan hampir 80 ribu orang masih aktif bermain judi online. “Kami menemukan lebih dari 78.000 penerima bansos di tahun 2025 ini semester satu masih bermain judol,” ungkap Ivan.

Ia menambahkan bahwa data-data tersebut terus dikembangkan dan telah diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti. “Melalui sinergi ini, Kemensos benar-benar serius menangani data dan ingin agar bansos tersalurkan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Terkait temuan PPATK soal penerima bansos bermain judol, Kementerian Sosial langsung mengambil langkah korektif. Sebanyak 228 ribu penerima bansos telah dicoret dari daftar karena terindikasi bermain judi online.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa data awal menunjukkan sekitar 600 ribu penerima bansos terindikasi terlibat dalam praktik tersebut.

“Dari data itu kami lakukan penelusuran. Ada 228 ribu yang sudah tidak menerima bansos lagi. Selebihnya ada 375 ribu lebih yang terus kita lakukan pendalaman, kita verifikasi lapangan, dan akan kita tindak lanjuti pada penyaluran bansos tahap berikutnya di triwulan ketiga,” ujar dia.

Gus Ipul juga mengungkap temuan PPATK terkait penerima bansos yang bermain judol berdasarkan wilayah. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima bansos terbanyak yang terlibat dalam transaksi judi online.

“Jawa Barat ada 49.431 orang pemain judi online dengan transaksi senilai Rp199 miliar,” kata dia.

Di bawah Jawa Barat, tercatat Jawa Tengah dengan 18.363 penerima bansos terlibat transaksi senilai Rp83 miliar, diikuti Jawa Timur (9.771 orang, Rp53 miliar), DKI Jakarta (7.717 orang, Rp36 miliar), Banten (5.317 orang, Rp25 miliar), dan Lampung (5.039 orang, Rp18 miliar).

Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menempati posisi tertinggi dengan 5.497 orang dan nilai transaksi mencapai Rp22 miliar. Disusul oleh Kota Surabaya (1.816 orang, Rp9 miliar), dan Jakarta Pusat (1.754 orang, Rp9 miliar).

Secara keseluruhan, hasil penelusuran rekening menunjukkan 132.557 penerima bansos melakukan transaksi judi online selama semester pertama 2025. Total nilai transaksinya mencapai Rp542,5 miliar.

Adapun transaksi paling banyak dilakukan melalui dompet digital Dana dengan 303.124 kali transaksi, diikuti BCA (52.727), BRI (12.993), BNI (4.320), dan Mandiri (2.788).

“Ini menunjukkan pola yang perlu kita waspadai. Kita ingin bantuannya tepat sasaran, bukan diselewengkan untuk judi,” ujar Saifullah.

Pertemuan antara Kemensos dengan PPATK berawal dari temuan PPATK bahwa potensi total dana bansos pada rekening dormant yang tidak atau belum tersalurkan sebesar Rp 2,1 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 10.416.162. Dana bansos yang mengendap paling banyak berasal dari rekening dormant di atas 5 tahun. Jumlahnya sebanyak 6 juta rekening dengan saldo Rp 1,3 triliun.

Setelah proses pencocokan nomor kependudukan yang dilakukan bersama PPATK, Gus Ipul mengatakan tidak ditemukan satupun penerima bansos dari kementeriannya di dalam 10 juta rekening dormant tersebut.

“Setelah kami cek, tidak ada satu pun rekening dormant itu yang sesuai dengan NIK penerima bansos dari Kemensos,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa Kemensos ingin memastikan bansos ke depan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Kemensos berharap PPATK dapat terus terlibat dalam proses pemutakhiran data. Langkah-langkah korektif ini, menurutnya, penting untuk menjamin efektivitas program dan menjaga akuntabilitas penggunaan dana negara di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. (rmg/san)

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Tags: bansosbantuan sosialjudi onlinePPATKrekening
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Selasa, 12 Mei 2026 20:23 WIB
SECOND (2)

Pilar Targetkan Juara Sepakbola Porprov Banten

Jumat, 8 Mei 2026 13:08 WIB
IMG_20260513_095131

Praktik “Titip Jabatan” Disebut Masih Terjadi, Penerapan Manajemen Talenta Dipersoalkan

Rabu, 13 Mei 2026 09:57 WIB
ella_ai_draw_-1189849195997572312

Kejar Layangan, Bocah Tewas Tersetrum Tiang PJU Tangsel

Jumat, 8 Mei 2026 11:39 WIB
IMG-20260508-WA0039

Modus Gandakan Uang, Eyang Sapu Jagad Lecehkan Lansia di Pamulang

Jumat, 8 Mei 2026 17:53 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.