SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pengendara motor tergelincir hingga terjatuh ketika melintasi ruas jalan Profesor DR. Ir. Soetami, tepatnya jalan Raya Rangkasbitung- Cikande (Cirabit), Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Penyebabnya banyaknya ceceran tanah yang dibawa truk pengangkut galian C.
Bahkan baru-baru ini, kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan nasional tersebut. Seorang pemotor mengalami kejang-kejang usai terjatuh dari kendaraan yang ditungganginya. Peristiwa itu ramai di media sosial. “Sejauh ini sudah terdapat sekitar 10 pemotor yang terjatuh dua diantara mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat motor yang dikendarainya tergelincir akibat jalan licin ceceran tanah,” salah seorang warga bernama Ahyar, Selasa (26/8/2025).
Warga Desa Sukamanah, Muhammad menyampaikan bahwa kondisi tersebut tejadi adanya aktivitas truk pegangkut tanah di salah satu lokasi tepatnya di Desa Sukamanah. “Truk memang setiap hari melintas, saya kurang tau itu mau menguruk atau mengangkut tanah. Karena setiap hari beraktivitas,” tuturnya.
Ia menjelaskan, bahwa terparah kejadian kecelakaan itu terjadi Senin 25 Agustus, ceceran tanah lalu diguyur hujan sehingga jalan menjadi licin sehingga mengakibatkan banyak pemotor terjatuh. “Jalan licin banget, sebenernya banyak sebelumnya kecelakaan juga. Cuma memang kejadian kemarin cukup parah banyak yang berjatuhan kurang lebih ada 10 motor ya,” tutur pria yang disapa akrab Ucok ini.
Dia pun mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk menindak tegas truk pengangkut tanah yang membahayakan pengguna jalan. “Tolong aparat kepolisian bisa menertibkan mobil pembawa tanah. Banyak pengendara sering jatuh akibat ceceran tanah,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lebak, Yanto, mendesak kepada Pemrov Banten yang sudah membentuk Satgas Tambang Ilegal segera beraksi dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas galian tanah ilegal. “Aturan dan sanksinya terhadap aktivitas tambang ilegal sudah jelas. Jadi harus segera ditindak,” kata singkatnya. (mulyana)