SATELITNEWS.COM, LEBAK—Selama 2 hari ke depan, warga beserta nelayan maupun pengunjung pantai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya ketika beraktivitas di pantai. Pasalnya, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan menghantam perairan selatan Kabupaten Lebak pada 11-12 September 2025.
Gelombang tinggi yang diperkirakan menghantam pantai Lebak selatan ini dipicu oleh cuaca ekstrem di perairan selatan Banten yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayaran, merusak perahu nelayan, hingga membahayakan wisatawan yang beraktivitas di bibir pantai.
Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak Erwan Komara Sukma mengingatkan agar semua warga tidak melakukan aktivitas di laut dalam dua hari ke depan. “Kami mengimbau wisatawan agar selalu mengindahkan peringatan dari petugas pantai. Jangan beraktivitas atau berenang di area berbahaya, terutama yang memiliki arus deras dan ombak besar. Hal ini demi kenyamanan, keamanan, dan keselamatan wisatawan,” ungkap Erwin, Kamis (11/9/2025).
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu serta demi mencegah hal tak diinginkan, Balawista Lebak secara aktif melakukan sosialisasi baik itu kepada warga, pengunjung maupun nelayan yang setiap hari menggantungkan nasibnya pada hasil tangkapan ikan di tengah laut. “Nelayan sudah memahami kondisi cuaca maupun gelombang laut. Biasanya jika gelombang tinggi mereka memilih istirahat melaut,” kata Erwin.
Dia juga meminta warga menghindari aktivitas berenang, memancing di tepi pantai, maupun berlayar menggunakan perahu kecil selama periode tersebut. Hujan sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah pesisir Banten yang dapat memengaruhi visibilitas dan meningkatkan risiko aktivitas wisata maupun nelayan.
“Kami juga telah menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan seperti Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, dan Pantai Tanjung Layar, Pantai Bayah, Pantai Cihara, Pantai Sukahujan, Pantai Binuangeun, Pantai Panggarangan, Pantai Bagedur dan Pantai Cibobos. Kami meminta wisatawan agar waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama pada siang hingga sore hari ketika angin laut lebih kencang,” ujar Erwin.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
Balawista juga memasang bendera peringatan di pantai-pantai rawan gelombang tinggi dan mengaktifkan tim reaksi cepat jika terjadi keadaan darurat. “Kami mendorong warga untuk terus memantau informasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah,” pungkasnya.
Hal yang sama juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak dalam mencegah terjadi hal yang ditimbulkan dampak gelombang tinggi. “Koordinasi dengan para relawan maupun dengan pemerintah kecamatan dan desa terus kita tingkat, agar mereka bisa melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat yang berada di pesisir pantai maupun pengunjung dan nelayan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama.
“Tidak hanya kepada warga, nelayan dan pengunjung pantai. Kami juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Lebak, khususnya yang berada daerah perbukitan agar mengantisipasi hal yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrim yang beberapa hari terakhir melanda Lebak, seperti hujan yang disertai petir dan angin,” tandasnya. (mulyana)
