Jumat, 14 Agustus 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Krisis Air Melanda Sejumlah Wilayah Kota Tangerang

Warga Keroncong Permai dan Gebang Raya Terpaksa Andalkan Bantuan Tangki dan Air Hujan

Oleh Made Nusantara
Minggu, 14 Sep 2025 18:43 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Kemarau Mengancam, Pemkot Tangerang Siapkan 20 Armada Air Bersih untuk Warga

ILUSTRASI: BPBD Kota Tangerang saat turun tangan mengatasi kurangnya air. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang harus berjibaku menghadapi krisis air bersih sejak beberapa hari terakhir. Penyebabnya, terjadi kebocoran pipa milik Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang yang memasok kebutuhan masyarakat di beberapa kecamatan. Akibat insiden tersebut, distribusi air ke rumah-rumah warga terhenti, khususnya di wilayah Jatiuwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci.

Dampak paling parah dirasakan oleh warga Perumahan Keroncong Permai, Kecamatan Jatiuwung, serta Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk. Ribuan kepala keluarga di kawasan ini sudah hampir satu pekan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Bagi warga yang sehari-hari bergantung sepenuhnya pada PDAM, kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga lumpuh. Air yang sebelumnya masih mengalir pun sudah dalam keadaan keruh sebelum benar-benar berhenti.

Sulis Setiawati, warga RT 08 RW 03 Perumahan Keroncong Permai, menceritakan bahwa sebanyak 70 kepala keluarga di lingkungannya kini harus mencari alternatif air. Menurutnya, sejak awal minggu lalu, aliran air PDAM yang masuk ke rumah warga sudah dalam kondisi keruh. Hingga akhirnya, dua hari terakhir benar-benar mati total. Minggu, (14/9/2025).

“Air sebelum mati dari PDAM ya sudah keruh, hampir seminggu keruh terus mati. Kemarin masih ada sedikit ngalir, itu pun cuma di keran bawah. Tapi sekarang udah dua hari sama sekali enggak ada yang keluar. Padahal kita butuh air semua, ibu-ibu paling repot, semuanya pakai PDAM. Ini yang paling parah,” ungkap Sulis dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, dampak krisis air langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Urusan mencuci pakaian, kebutuhan anak-anak, hingga sanitasi rumah tangga jadi terganggu. “Ya dampaknya semua lah, buat ibu-ibu nyuci susah. Kita kan punya anak kecil, kalau buang air kecil atau besar kan butuh air. Air itu segalanya,” katanya.

Baca Juga: Truk Bermuatan Keramik Terperosok di Jalan KS Tubun, Imbas Kebocoran Pipa Air PDAM

Meski begitu, warga tetap berupaya memenuhi kebutuhan dengan berbagai cara. Bantuan air bersih datang dari Disbudpar, BPBD dan juga dari anggota DPRD setempat. Namun, suplai itu belum sepenuhnya mencukupi. Beberapa warga bahkan terpaksa membeli air dari pedagang swasta untuk kebutuhan mendesak.

“Kemarin ada bantuan dari dinas dan dari dewan juga, tapi ada juga bapak-bapak yang beli sendiri buat ngisi tangki, terus dibagiin ke kita secara sukarela. Jadi ya seadanya, enggak semua kebagian banyak,” jelas Sulis.

BeritaTerbaru

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Jumat, 14 Agu 2026 07:43 WIB
Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Jumat, 14 Agu 2026 07:41 WIB
Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

‎Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

Jumat, 14 Agu 2026 07:34 WIB
ILUSTRASI layanan SIM keliling. (ISTIMEWA)

SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 14 Agustus, Cek di Sini Lokasinya

Jumat, 14 Agu 2026 07:28 WIB

Sebagai pelanggan PDAM, warga mengaku kecewa atas kejadian ini. Mereka menilai perusahaan seharusnya lebih cepat tanggap, termasuk dengan melakukan survei kualitas air sejak awal tanda-tanda kerusakan muncul.

“Harusnya PDAM itu survei dari kemarin. Kalau kompensasi, ya paling enggak bulan depan kita jangan disuruh bayar. Toh selama ini kita sudah keluar uang beli air sendiri. Jadi ya kalau bisa bulan ini gratis. Tapi yang lebih penting, ke depan jangan sampai kejadian begini lagi,” tegas Sulis.

Menurutnya, rata-rata warga di Perumahan Keroncong Permai membayar tagihan Perumda Tirta Benteng antara Rp100 ribu hingga Rp160 ribu per bulan, tergantung pemakaian. Namun ironisnya, air yang dibayar justru sering keruh sebelum akhirnya mati.

Tidak hanya mengandalkan bantuan, warga juga berinisiatif menghidupkan kembali sumur dan jetpump lama yang sebelumnya tidak terpakai. Ketua RT 02 RW 03, M Sukadi, menyebut langkah gotong royong ini dilakukan demi meringankan beban warga yang sudah empat hingga lima hari tidak mendapatkan pasokan air.

Baca Juga: Tarif Air Perumdam TB Naik, Pelanggan Protes; Airnya Sering Mati, Harusnya Ada Keringanan

“Warga kami selama PDAM mati ini sangat mengharapkan air. Akhirnya kami coba hidupkan kembali jetpump lama yang ada, walaupun debit airnya kecil, tapi lumayan bisa membantu. Sementara untuk kebutuhan besar, ya warga beli atau ngirit-ngirit penggunaan,” jelas Sukadi.

Ia menambahkan, dari 65 kepala keluarga yang dipimpinnya, semua terdampak. Air dari jetpump hanya cukup untuk kebutuhan dasar seperti mandi atau wudu di tempat ibadah. “Dampaknya besar sekali. Bahkan untuk wudu di masjid pun kesulitan. Untung ada gotong royong hidupkan sumur lama,” tuturnya.

Menurut Sukadi, bantuan air bersih dari tangki sejauh ini datang rata-rata lima kali dalam sehari untuk satu RW. Namun, dengan jumlah warga yang besar, distribusi tetap tidak mencukupi. “Pembagiannya rata, semua dapat, tapi ya tetap terbatas. Biasanya tiap rumah bisa ngisi beberapa galon saja,” katanya.

Warga menyebut kejadian ini merupakan krisis air terparah dalam beberapa tahun terakhir. “Kalau mati air sih pernah, tapi enggak separah ini. Dulu paling masih ada yang keluar dikit di kran bawah. Sekarang benar-benar enggak ada. Mungkin lima tahun sekali baru kejadian kayak gini,” ujar Sukadi.

Ia berharap Perumda Tirta Benteng segera menyelesaikan perbaikan pipa yang bocor agar aliran air bisa kembali normal. “Namanya air itu kebutuhan pokok. Harusnya PDAM cepat dan tanggap. Seluruh perumahan di sini terdampak, dua kelurahan, dua kecamatan. Jadi jangan lambat,” tegasnya.

Selain mengandalkan bantuan, beberapa warga juga memanfaatkan air hujan yang turun dalam dua hari terakhir. “Alhamdulillah kemarin sempat hujan, jadi bisa dipakai buat nyuci. Kalau buat bilas ya tetap pakai air bantuan dari tangki. Untung ada hujan, kalau enggak makin susah,” kata Sulis.

Ia mengaku dalam kondisi normal, keluarganya menggunakan air PDAM untuk semua kebutuhan, dari mandi, mencuci, hingga memasak. Namun kini mereka harus berhemat. “Kalau ada bantuan tangki, saya biasanya cuma dapat enam galon. Itu aja enggak cukup buat mandi dan buang air besar/kecil. Kalau buat nyuci ya enggak bisa, kecuali ada air hujan,” ujarnya.

Warga sepakat bahwa masalah ini tidak boleh berulang. Selain kompensasi, mereka berharap PDAM melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi. Tidak hanya soal kualitas air yang kerap keruh, tetapi juga soal kesiapan darurat saat terjadi kebocoran atau kerusakan pipa. “Ya kecewa pasti. Namanya air kalau jelek ya bikin ribet, harus cuci manual, mesin cuci enggak bisa. Harapan kita sih cepat selesai, kasihan warga semuanya,” tutup Sulis.

Krisis air ini menjadi peringatan betapa vitalnya infrastruktur air bersih bagi kehidupan masyarakat. PDAM Kota Tangerang diharapkan segera menyelesaikan perbaikan agar ribuan warga di Keroncong Permai, Gebang Raya, dan wilayah lain yang terdampak bisa kembali menikmati air bersih sebagaimana mestinya. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak Perumda Tirta Benteng.  (mg01)

 

 

Tags: Kebocoran Perumda Tirta Benteng Kota TangerangKrisis Air Melanda Sejumlah Wilayah Kota Tangerangpdam tirta bentengWarga Keroncong Butuh Air
Share29TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Tangsel Jumat 14 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwal Lengkapnya

Jumat, 14 Agu 2026 07:20 WIB
Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini

Jumat, 14 Agu 2026 07:07 WIB
Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan
Kota Tangsel

Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan

Jumat, 14 Agu 2026 07:03 WIB
Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite
Kota Tangsel

Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite

Jumat, 14 Agu 2026 07:00 WIB
Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter

Kamis, 13 Agu 2026 21:43 WIB
22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang

Kamis, 13 Agu 2026 21:40 WIB
BKPSDM tangsel HUT RI 2026

Berita Pilihan

Polres Tangsel Selidiki Pria Bawa Benda Mirip Senpi di Flyover Gaplek

Polres Tangsel Selidiki Pria Bawa Benda Mirip Senpi di Flyover Gaplek

Rabu, 12 Agu 2026 18:30 WIB
Selamat! Irish Bella Hamil Anak Pertama dari Haldy Sabri

Selamat! Irish Bella Hamil Anak Pertama dari Haldy Sabri

Jumat, 7 Agu 2026 16:15 WIB
Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi. (ISTIMEWA)

Akibat Keterbatasan Keuangan Daerah, Tukin ASN Pemprov Banten Terancam Dipotong

Kamis, 13 Agu 2026 17:58 WIB
PSG vs Aston Villa, Berburu Tahta Eropa

PSG vs Aston Villa, Berburu Tahta Eropa

Selasa, 11 Agu 2026 16:38 WIB
Badan Gizi Nasional Perketat Sistem Pengawasan MBG

Badan Gizi Nasional Perketat Sistem Pengawasan MBG

Minggu, 9 Agu 2026 20:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.