SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) atau 37 jiwa korban ledakan di Jalan Talas II RT 03 RW 01 Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah meninggalkan lokasi pengungsian.
Puluhan pengungsi telah menempati rumah kontrakan sementara yang difasilitasi oleh Pemkot Tangsel selama satu bulan kedepan, sambil menunggu perbaikan rumah permanen yang direncanakan dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel.
“Sebetulnya memang kita fasilitasi 1 bulan ya. Nanti kita lihat situasi kondisinya. Karena kan rencananya itu nanti akan ada perbaikan dari Perkim. Nanti kita pelajari kan, tentu kan nanti ada masukan-masukan ya. Ada evaluasi,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Tangsel, Yasir Arafat, saat dikonfirmasi, Selasa (16/9).
Yasir menjelaskan bahwa 10 KK tersebut ditempatkan di delapan rumah kontrakan. Dua KK yang masih memiliki hubungan keluarga menempati satu rumah bersama karena kapasitas bangunan yang memadai.
Yasir menambahkan bahwa pemilihan rumah kontrakan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal asal para korban. Pemilihan lokasi ini dilakukan bersama tokoh masyarakat seperti RT, RW, dan lurah setempat.
“Kita sih sebenarnya secara standar itu di anggaran kita itu 1 rumah itu 1 juta. Tapi kan di lapangan itu kan variatif ya, variatif dalam pengungsian begini. Nah kita pembayaran itu tetap saja kita lakukan sesuai biayanya,” jelasnya.
Baca Juga: Curi Motor di Bengkel, Pemuda Dihajar Warga Ciputat Timur
Warga mulai menempati rumah kontrakan sejak dua hari lalu, setelah sebelumnya mengungsi sementara di musala setempat. Dari total korban, hanya 10 KK yang dikontrakkan karena rumah mereka rusak berat. Sementara warga lainnya kembali ke rumah masing-masing dengan memanfaatkan bantuan seperti terpal.
Selain tempat tinggal, Dinsos juga memberikan bantuan berupa peralatan dapur lengkap. Hal ini diberikan sebagai alternatif dari bantuan makanan siap saji, agar warga bisa memasak sendiri sesuai kebutuhan keluarga. Pemberian tersebut pun berlangsung pada hari ini.
Bantuan peralatan dapur untuk memasak yang diberikan antara lain kompor gas satu tungku, tabung gas ukuran 3 kilogram, panci, satu set sendok makan dan lain-lain.
Iyang, salah satu warga terdampak ledakan mengaku atap rumahnya rusak parah sehingga tidak dapat ditempati. Aliran listrik pun hingga kini masih dipadamkan demi keselamatan warga.
“Kalau saya sendiri akhirnya nggak lihat lagi dari apa yang diberikan pemerintah tapi lebih kepada kecepatannya kesigapannya,” sebutnya.
“Karena dari apapun bantuannya, saya rasa gak ada warga yang merasa tergantikan gitu ya. Tapi dari kesigapannya, teman-teman semua wilayah RT dan RW saya apresiasi untuk hal itu,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Seragam Khas Sekolah Digratiskan, Dibayar Pemkot Tangsel Lewat BOS
