SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, menyelenggarakan operasi pasar di Pulau Tunda.
Sedikitnya ada sebanyak 850 liter minyak goreng, 500 kilogram beras, beberapa kilogram gula dan terigu yang di distribusikan melalui jalur laut dalam kegiatan operas pasar tersebut.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat mengatakan, bahwa permintaan terhadap kebutuhan pokok di wilayah Pulau Tunda selama ini memang cukup banyak. Sementara masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk memperoleh kebutuhan pokok tersebut.
Oleh karena itu kata Adang pihaknya bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih Desa Wargasara menyelenggarakan Operasi Pasar pada Sabtu (20/9/2025). Dimana Diskoumperindag menyuplai kebutuhan pokok, melalui jalur laut.
“Permintaan (Kebutuhan pokok) disana banyak, tapi jaraknya cukup jauh harus pakai kapal, makanya kita kirim melalui kapal, untuk mempermudah masyarakat,” ujarnya,” tuturnya, Minggu (21/9/2025).
Adang menuturkan, kebutuhan pokok yang dijual melalui kegiatan operasi pasar ini cukup murah, antara lain seperti beras kemasan 5 Kilogram dijual Rp 56.000, gula Rp16.000 per kilogram, minyak Rp15.700 per liter.
Baca Juga: Tim Diskoumperindag Kabupaten Serang Tera Ulang Timbangan Toko Emas
“Rencananya kita akan kirim barang ke Pulau Tunda setiap seminggu sekali. Proses pembayarannya kita konsinyasi, setelah beres bayar, yang penting masyarakat mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Terkait dengan koperasi merah putih yang sudah melakukan kegiatan usaha, kata Adang dari 326 yang sudah mempunyai tempat (usaha) baru ada 40.
“Rencananya nanti kita akan lakukan pembinaan khusus untuk koperasi merah putih ini. Rata rata kegiatan usahanya sembako,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Pada Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari menambahkan, setiap hari kamis pihaknya akan menyuplai kebutuhan pokok untuk Koperasi Desa Merah Putih di Pulau Tunda.
Karena diakuinya memang harga pasarnya di kepulauan tersebut sangat tinggi.”Kita kerjasama dengan PT ASB, Bulog dan ABM. Mudahan mudahan nanti vendor yang mensuport kegiatan kita bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya. (sidik)
























