SATELITNEWS.COM, SERANG – Warga Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, sudah sekitar lima tahun kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Karena, sumber air tanah yang ada di wilayah tersebut mengering.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang warga Kampung Panebong Cikokak, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Ningsih, saat mendapatkan bantuan air bersih dari Perumda Tirta al-Bantani Kabupaten Serang, Kamis (2/10/2025).
Kata Ningsing, bahwa selama ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, dirinya bersama warga lainnya terpaksa membeli air bahkan menggunakan air hujan.
“Ada kali lima tahun gak ada air, PDAM gak keluar keluar disini mah, untuk kebutuhan sehari hari beli, kalau ada air hujan ya pakai air hujan,” kata Ningsih, Kamis (2/10/2025).
Ningsing mengaku, setiap bulannya mengeluarkan biaya sekitar Rp500 ribu bahkan lebih untuk membeli air bersih. Oleh karena itu dirinya merasa bersukur dan bahagia adanya bantuan dari PDAM Tirta al-Bantani.
“Sangat terbantu, terimakasih kepada semuanya,” tuturnya.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
Senada diungkapkan oleh warga lainnya, Sutini. Dirinya mengaku, rela berhutang untuk membeli air karena benar benar sangat membutuhkan. Apalagi biaya yang dikeluarkan cukup besar.
“Kalau gak punya uang yah ngutang daripada gak mandi, saya sudah ngebor air tapi gak keluar airnya, beli air itu ada yang Rp80 ribu ada yang Rp800 ribu, kadang cuma lap badan aja,” tuturnya.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Ryan Adiansyah membenarkan bahwa di Desa Nambo Ilir ini memang susah sekali air bersih. Untuk mengatasi permasalahan air tersebut pihaknya selama ini sudah melakukanberbagai upaya.
“Kita pernah mengajukan pihak pihak terkait, seperti kepolisian perusahaan, bahkan dari kepolisian sampai mandatangkanan water canon untuk membantu masyarakat saking kekeringannya,” ujarnya.
Ryan menuturkan, di Kecamatan Kibin ini hanya ada satu desa yang kekeringan. Dahulu memang masyarakat di Desa Nambo Ilir ini menggunakan air bor, namun karena sekeliling perumahan susah banyak perusahaan, sehingga mungkin air terserap oleh perusahaan.
“Jadi sumber airnya kurang,” tuturnya.
Baca Juga: Satgas Pungli Ketenagakerjaan Kabupaten Serang Datangi Dua Perusahaan, Ini Tujuannya
Ryan pun berharap pada tahun 2026 PDAM Tirta al-Bantani Kabupaten Serang dapat memasang instalasi air bersih, sesuai janji dari Direkturnya.
“Insya Allah kita akan kawal terus untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya lagi.
Direktur Utama Perumda Tirta al-Bantani Kabupaten Serang, Eli Mulyadi mengatakan, bahwa pembangunan instalasi air bersih di Kecamatan Kibin ini memang sebelumnya sudah masuk ploting sekitar 500 sambungan rumah (SR) dari dana APBN. Namun karena sempat ada efisiensi anggaran sehingga digeser ke tahun 2026.
“Mudah mudahan jangan berubah lagi,” ujarnya.
Eli menuturkan, sebelumnya di Desa Nambo Ilir ini memang pernah ada pemasangan instalasi air bersih sekitar tahun 2000. Hanya saja air bakunya bermasalah sehingga banyak yang dibongkar.
Namun demikian, sebelum ada proses pemasangan sambungan rumah, Eli mengaku untuk sementara ini akan mengirim bantuan air besrih dengan mobil tangki dan bantuan toren. Sedangkan urusan solar secara mandiri.
Baca Juga: Pantau Pasar Tradisional, Harga Sembako Di Kabupaten Serang Dipastikan Stabil
“Minimal satu minggu dua sampai tiga kali tergantung kekuatN biaya op rasional desa. Ini untuk jangk pendeknya sambil menunggu bantuan pemasangan SR,” pungkasnya. (sidik)
