SATELITNEWS.COM, SERANG – Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Dimyati Natakusumah, meminta penyaluran zakat yang dilakukan oleh Baznas, harus lebih diperketat agar para penerima manfaatnya benar-benar tepat sasaran, terstruktur dan sistematis.
Kendatipun selama ini, Baznas telah menunjukkan kinerja positif. Namun demikian, Dimyati memberikan sejumlah catatan penting agar penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, dapat semakin efektif dan terarah.
“Pertama adalah penanggulangan, supaya bantuan yang diberikan betul-betul tepat sasaran,” katanya, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (8/10/2025).
Kemudian, Baznas juga harus mampu melakukan pemberdayaan bagi masyarakat kurang mampu yang masih memiliki kemampuan fisik agar bisa mandiri. Ketiga, bidang pendidikan bagi anak-anak agar dapat beasiswa dan terus bersekolah.
Dimyati menilai, Baznas memiliki keunggulan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan sosial dibandingkan program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar. Ia mencontohkan kegiatan operasi katarak yang dilakukan Baznas dengan biaya yang jauh lebih hemat.
“Baznas bisa melakukan operasi katarak hanya dengan dua jutaan. Ini menunjukkan Baznas bekerja lebih efektif dan ekonomis,” tambahnya.
Baca Juga: Operasional 63 SPPG Di Provinsi Banten Dihentikan
Karena itu, dirinya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Menurutnya, penyaluran zakat secara kolektif akan memberikan dampak yang lebih besar dan merata bagi masyarakat.
“Saya minta semua birokrat, pegawai, dan pemerintah yang ada di Provinsi Banten menyalurkan zakatnya ke Baznas supaya bisa disalurkan dengan tepat. Kalau dilakukan sendiri-sendiri, justru tidak efektif dan berpotensi tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Selain ASN, Dimyati juga mengingatkan para pengusaha yang mendapatkan proyek dari Pemerintah Provinsi Banten agar menunaikan zakatnya melalui Baznas sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan di daerah.
“Maka dengan Baznas, penyaluran zakat bisa dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis,” pungkasnya.
Menurut Dimyati, keberadaan Baznas memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah daerah mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
“Intinya, Rakorda Baznas ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Dimyati.
Baca Juga: Mudahkan Pembayaran Pajak, Pemprov Banten Sediakan 1.553 Payment Point
Sementara, Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Sanjaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorda 2025 bertujuan mengevaluasi capaian program sejak Januari hingga September 2025 serta menyusun strategi penguatan zakat untuk akhir tahun dan tahun berikutnya.
“Program yang baik akan kita teruskan, dan kita tambah inovasi baru untuk kemajuan zakat di Banten,” ujar Syibli.
Ia menegaskan, dengan kolaborasi semua pihak, Baznas akan terus memperkuat empat aspek utama, yaitu kelembagaan, sumber daya manusia, digitalisasi, dan jaringan kerja sama.
“Baznas merupakan lembaga pemerintah non-struktural. Maka kapasitas SDM, sistem digital, dan jejaring kolaborasi harus terus ditingkatkan agar pelayanan zakat semakin profesional,” jelasnya. (luthfi)
