SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan obat bius, menyusul maraknya gangguan monyet liar yang masuk ke permukiman warga beberapa waktu terakhir. Langkah ini diambil untuk memperkuat upaya penanganan satwa liar yang mulai meresahkan masyarakat.
“Akan kami ajukan untuk obat bius itu tapi ya tahun anggaran depan berarti, takut ada kejadian ini lagi. Kita kan juga nggak menyangka akan ada kejadian ini. Kita bikin anggaran sendiri aja, kita pengadaan sendiri aja untuk Tangsel,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Selasa (14/10).
Walaupun begitu, kata Benyamin, pihaknya belum mengetahui mekanisme yang dilakukan nantinya apakah pembiusan dengan cara ditembak atau tidak. Nantinya, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan BKSDA yang memiliki kewenangan.
“Saya nggak tau ditembak atau ditiupkan kayak panah kaya gitu, kalau mereka pingsan, ya abis itu dikurung terus dibawa. Makanya saya serahkan itu ke BKSDA, mereka kan punya balai penangkaran kalau gak salah, ya itu kewenangan mereka,” ungkapnya.
Benyamin mengatakan, saat ini pihaknya telah menugaskan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam menangkap dan mengevakuasi monyet liar tersebut.
“Damkar sudah bekerja sama dengan BKSDA. Ada beberapa yang sudah ditangkap tapi memang yang kurang itu Damkar tidak punya alat bius karena monyet itukan cepat gerak, mungkin nanti akan kita lengkapi. Tapi sudah ditangani selama ini oleh damkar,” jelasnya.
Baca Juga: Kurangi Kemacetan, Simpang Asobirin Serpong Bakal Diperlebar
Ia melanjutkan, Pemkot Tangsel memiliki beberapa kandang penampungan sementara bagi monyet yang tertangkap. Hewan-hewan tersebut nantinya akan diserahkan kembali ke BRIN, karena diduga berasal dari kawasan lembaga penelitian tersebut.
“Sangkarnya kita punya, ada yang kecil-kecil, kan kurang lebih ada 15, nanti kalau sudah ditangkap, akan kita kembalikan ke brin karena kan diduga monyetnya dari sana,” katanya.
Lebih lanjut, Pemkot Tangsel akan melakukan koordinasi dengan BRIN untuk mengantisipasi populasi monyet liar yang kian mendekati area pemukiman dan perkantoran pemerintah.
“Ya harus berkoordinasi dengan BRIN nanti apa yang akan dilakukan Brin karena memang mereka (monyet) konsumsinya di sana tuh, banyak pohon buah-buahan dan segala macam, makanya saya akan berkoordinasi dengan BRIN,” paparnya.
Terkait kemungkinan melibatkan komunitas pecinta satwa dalam upaya penangkapan atau relokasi, Benyamin menyebut hal itu belum dilakukan, namun tetap terbuka jika memang dibutuhkan. (eko)

















