Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

10 Ribu WNI Terjerat Scam 10 Negara, 1.500 Jadi Korban TPPO

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 20 Okt 2025 18:40 WIB
Rubrik Nasional
10 Ribu WNI Terjerat Scam 10 Negara, 1.500 Jadi Korban TPPO

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kasus penipuan daring lintas negara yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) terus meluas. Dalam lima tahun terakhir sedikitnya 10.000 WNI terlibat dalam jaringan kejahatan digital lintas negara. Sekitar 1.500 orang diantaranya diidentifikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipaksa menjadi pelaku penipuan daring.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan kasus ini awalnya hanya terjadi di Kamboja, namun kini telah menyebar ke sembilan negara lain.

“Tujuh di antaranya berada di Asia Tenggara, sedangkan tiga lainnya di Afrika Selatan, Belarus, dan Uni Emirat Arab,” ujar Judha di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, modus kejahatan yang dijalankan relatif seragam. Para pelaku membuat akun media sosial palsu untuk menipu korban melalui berbagai cara, termasuk love scam atau penipuan dengan modus asmara.

Di balik akun-akun tersebut, banyak WNI yang justru menjadi korban TPPO dan dipekerjakan di pusat operasi penipuan (online scam compound) oleh sindikat internasional. Kemenlu mencatat salah satu kasus terbesar terjadi di Myanmar, ketika sekitar 500 WNI dipaksa membuat akun palsu dan menghubungi target dari berbagai negara.

Mereka berperan sebagai operator yang membangun hubungan emosional dengan calon korban sebelum mengarahkan pada investasi atau transaksi keuangan palsu. “Begitu uang ditransfer dan jumlahnya besar, akun langsung dihapus, komunikasi putus total,” kata Judha.

Baca Juga: Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Yang mengkhawatirkan, karakter korban TPPO dalam skema penipuan daring berbeda dari pola konvensional. Jika sebelumnya mayoritas korban adalah perempuan berpendidikan rendah yang bekerja di sektor domestik, kini banyak berasal dari kalangan muda berusia 18–35 tahun, bahkan lulusan perguruan tinggi.

“Kami pernah menangani korban WNI bergelar magister yang tertipu iming-iming pekerjaan berpenghasilan tinggi di luar negeri,” tambahnya.

BeritaTerbaru

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB
Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 17:58 WIB
59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

Rabu, 9 Sep 2026 21:11 WIB

Para korban umumnya berasal dari kelompok ekonomi menengah dan telah memiliki pekerjaan tetap di Indonesia. Namun, mereka tergiur tawaran gaji besar yang dipromosikan melalui media sosial atau aplikasi pesan. Tawaran tersebut biasanya mencantumkan posisi seperti customer service atau marketing dengan gaji antara 1.000–1.200 dolar AS per bulan.

Setelah melalui proses perekrutan daring, para korban diberangkatkan tanpa kontrak resmi. Mereka diminta berbohong kepada petugas imigrasi dan setibanya di negara tujuan, langsung diserahkan ke kelompok penjahat yang mengendalikan operasi penipuan.

“Di dalam compound itu sudah disiapkan komputer dan target yang harus mereka dekati. Identitas serta foto palsu juga disediakan. Setelah korban percaya, mereka diarahkan melakukan transaksi keuangan,” ujar Judha.

Fenomena ini, lanjutnya, merupakan bentuk baru TPPO di era digital. Eksploitasi tidak lagi berbentuk kerja paksa fisik seperti buruh atau pekerja rumah tangga, tetapi berubah menjadi eksploitasi digital. Para korban dipaksa memanipulasi orang lain secara daring, tanpa mampu melepaskan diri karena paspor disita dan pergerakan dibatasi.

Baca Juga: Tergiur Gaji Rp9 Juta, Tiga Remaja Perempuan Asal Tangsel Jadi Korban TPPO di Jawa Timur

Kemenlu menilai situasi ini sebagai peringatan serius bagi masyarakat Indonesia di tengah meningkatnya tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas asal-usulnya. Judha menegaskan pentingnya kewaspadaan sejak tahap awal, terutama dalam memverifikasi keabsahan perusahaan perekrut.

Di sisi lain, Judha memastikan akan mengusahakan pemulangan sejumlah 97 WNI yang diamankan usai melarikan diri dari sentra penipuan daring (online scam) di Kamboja. Para WNI tersebut sebelumnya dilaporkan terlibat dalam sebuah kerusuhan dan melarikan diri dari sekapan “perusahaan” penipuan daring di kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja, pada 17 Oktober lalu.

“Kami akan berupaya berkoordinasi dengan otoritas tempat untuk pendampingan hukum bagi mereka, termasuk kami mengupayakan agar mereka bisa dipulangkan ke Indonesia,” kata Judha.

Menurut Judha, dari 97 WNI yang terlibat, 86 di antaranya saat ini berada di kantor polisi Chrey Thum, sementara 11 lainnya dirawat di rumah sakit karena mengalami cedera.

Ia memastikan bahwa KBRI Phnom Penh telah meninjau kondisi 11 WNI tersebut dan ditemukan bahwa tidak ada dari mereka mengalami luka yang mengancam nyawa.

Hingga Oktober 2025, ratusan WNI berhasil dipulangkan dari Kamboja, Myanmar, dan Filipina, dengan pendampingan hukum serta rehabilitasi dari Kemenlu. (rmg/san)

Tags: negaratppowni
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat
Nasional

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Nasional

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun
Nasional

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar
Bisnis

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp2,65 Miliar untuk UMKM, Anak Yatim dan Disabilitas

Kamis, 10 Sep 2026 19:19 WIB
Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Kasus Dugaan Sengketa Lahan Seret 2 Camat di Kabupaten Serang

Minggu, 6 Sep 2026 16:22 WIB
Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB
BERI KETERANGAN -- Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya di dampingi para pejabat saat akan menghadiri rapat paripurna pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 di DPRD Lebak, Kamis (10/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Anggaran Belanja Snack Pemkab Lebak Rp3,1 Miliar Dipangkas

Kamis, 10 Sep 2026 17:34 WIB
LOKAKARYA MULTIPIHAK -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, saat menggelar acara Lokakarya Mutlipihak I "SIMPUL MANTAPS", di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Cara Baru Menata Sampah Jadi Berkah, DLH Lebak Gagas SIMPUL MANTAPS

Rabu, 9 Sep 2026 19:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.