SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada, Rabu (22/10/2025) malam memicu terjadinya longsor di Cluster Villa Pamulang Resource, Blok CF 8 RT 006 RW 05, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Setu.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, menjelaskan bahwa longsor disebabkan oleh tanah tebing yang gembur dan terkikis air hujan, sehingga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambrol dan menimpa tembok belakang rumah warga.
“Tanah tebing yang gembur terkikis hujan menimpa tembok belakang rumah warga,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Kamis (23/10).
Dian menyampaikan, ukuran longsor yang terjadi diperkirakan memiliki lebar 2,5 meter dan tinggi sekitar 8 meter. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tiga anggota keluarga yang menghuni rumah itu dilaporkan selamat dan untuk sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Tangsel segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment, evakuasi barang-barang milik warga. Selain itu, petugas juga telah memberitahukan dan menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Dian menambahkan, kondisi tanah di beberapa titik di kawasan Baktijaya dan Setu memang cukup rawan longsor, terutama di wilayah yang memiliki perbedaan elevasi tanah dan drainase kurang baik. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama pada musim hujan yang mulai meningkat intensitasnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Pandeglang Minta DPUPR Bergerak Cepat Tangani Longsor Di Huntap Tunggal Jaya
“Kami minta warga segera melapor jika melihat retakan atau pergerakan tanah, terutama saat hujan turun,” katanya.
Hingga Kamis siang, petugas BPBD bersama unsur kelurahan dan warga sekitar masih melakukan pembersihan material longsor serta pemeriksaan struktur bangunan untuk memastikan tidak ada risiko lanjutan. Pemerintah Kota Tangsel juga tengah menyiapkan langkah-langkah pencegahan jangka panjang, termasuk perbaikan saluran air dan penguatan tebing rawan longsor di wilayah Setu.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk tindak lanjut bantuan bencana,” pungkasnya. (eko)

















