SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN II Kedung Dalem, Kampung Margasari, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, telah kembali normal menyusul peresmian revitalisasi ruang kelas oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, pada Selasa (4/10). Sebelumnya, sekolah ini mengalami kerusakan parah setelah diterjang hujan deras dan angin kencang pada Agustus 2025 lalu.
“Kurang lebih ada tiga ruang kelas yang roboh terkena musibah bencana alam, hujan deras dan angin kencang. Namun, saat ini Alhamdulillah, sudah selesai dilakukan perbaikan, oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bekerja sama dengan PIK 2 melalui CSR-nya,” kata Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (4/10).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal tersebut melanjutkan, kolaborasi dengan pihak swasta ini tidak hanya menyentuh SDN Kedung Dalem II. Revitalisasi serupa, yang mencakup ruang kelas dan ruang guru, juga telah dilakukan di SDN Kedung Dalem I dengan total lima ruang menggunakan dana CSR PIK 2.
“Selain Kedung Dalem II, revitalisasi juga dilakukan untuk ruang kelas dan ruang guru di SDN Kedung Dalem I, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk,” kata Rudi.
Menurut Rudi, kontribusi CSR dari pihak swasta ini sangat membantu dalam mempercepat peningkatan infrastruktur di Kabupaten Tangerang. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan ini, perbaikan darurat seperti di SDN Kedung Dalem II tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat.
“Jelas CSR sangat bermanfaat untuk masyarakat. Kalau tidak ada CSR, tentunya infrastruktur tidak bisa dibangun dengan cepat, seperti SDN Kedung Dalem II ini, rusaknya tiba-tiba. Jadi, tidak bisa dianggarkan tanpa adanya perencanaan APBD 2025. Kalau tidak ada CSR kemungkinan bisa dibangun 2026, tentunya itu akan menunda anak-anak untuk belajar,” tegasnya.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Juarai Arena Menembak Popda XII Banten
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, menambahkan bahwa total ruang yang direvitalisasi menggunakan dana CSR mencapai 11 ruangan, termasuk satu ruang guru. Rinciannya, SDN Kedung Dalem II mendapat 6 ruangan (5 ruang kelas dan 1 ruang guru), meski yang rusak akibat bencana hanya 3 ruang, dan SDN Kedung Dalem I sebanyak 5 ruang kelas.
“Jadi total yang direvitalisasi sebanyak 11 ruang. Di Kedung Dalem II memang yang rusak kena bencana alam hanya 3, tetapi yang direvitalisasi sebanyak 6 ruangan, 5 ruang kelas dan 1 ruang guru, dan Kedung Dalem I sebanyak 5 ruang kelas,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PIK 2, Direktur Aset Manajemen Restu Mahesa, membeberkan bahwa PIK 2 telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar untuk CSR revitalisasi SDN Kedung Dalem I dan II. Selain perbaikan sekolah, dana tersebut juga dialokasikan untuk penambahan dua unit bus sekolah yang melayani jalur Pakuhaji dan Teluknaga.
“Kurang lebih sekitar Rp 2,8 miliar, CSR untuk perbaikan bangunan di SDN Kedung Dalem I dan II, serta penambahan dua unit bus angkutan sekolah trayek Pakuhaji-Teluknaga,” pungkasnya. (alfian/aditya)
