SATELITNEWS.COM, LEBAK — Jumlah pasien yang berobat ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, melonjak signifikan dalam sepekan terakhir. Pihak rumah sakit mencatat peningkatan kunjungan hingga 80 persen dibanding hari-hari biasa, dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi yang paling mendominasi. Wilayah Lebak sendiri dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan deras berintensitas tinggi. Cuaca ekstrem tersebut diduga kuat menjadi penyebab meningkatnya jumlah pasien.
Direktur RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, dr. Budhi Mulyanto, mengatakan hingga Sabtu (22/11/2025), jumlah pasien harian mencapai 70–80 orang. Berdasarkan data kunjungan, sebagian besar pasien datang dengan keluhan yang berhubungan dengan cuaca, terutama DBD.
“Beberapa hari ini sangat meningkat. Kunjungan pasien sampai 70 orang, bahkan kemarin mencapai 80 pasien. Sebagian besar terkait cuaca, salah satunya DBD,” jelas Budhi, Minggu (23/11/2025). Meski demikian, Budhi menegaskan mayoritas kasus DBD dapat sembuh tanpa perawatan intensif di rumah sakit. “DBD ini bisa sembuh sendiri dengan syarat kekebalan tubuh baik. Dari seluruh kasus, hanya sekitar 10 persen yang membutuhkan perawatan,” katanya.
Ia menjelaskan, pasien tanpa gejala berat dapat menjalani perawatan di klinik atau Puskesmas. Budhi juga mengingatkan pentingnya penerapan 3M—menguras, menutup, dan menimbun—serta penggunaan larvasida untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, fogging bukan solusi jangka panjang karena hanya membunuh nyamuk dewasa. “Fogging sifatnya lokal. Jentiknya tetap ada,” ujarnya.
Budhi mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari mendatang. “Semua pihak harus berperan, terutama menjaga lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat, pada periode Januari–Oktober 2025 terdapat 857 kasus DBD, dengan dua pasien meninggal dunia. Kasus terbanyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Rangkasbitung (107 kasus), disusul Puskesmas Malingping (74 kasus) dan Puskesmas Maja (50 kasus). Hanya Puskesmas Cirinten yang tidak mencatat kasus DBD pada periode tersebut.
Baca Juga: 10 Pejabat Dinkes dan Puskesmas di Lebak Diperiksa Kejaksaan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Endang Komarudin, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. BMKG memprediksi curah hujan bakal terus meningkat hingga Desember 2025. “Kasus DBD yang tercatat melalui Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) mencapai 857 kasus, dan dua di antaranya meninggal dunia,” kata Endang. (mulyana)
























