SATELITNEWS.COM, LEBAK – Ratusan warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, memadati Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Warunggunung untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tahun 2025, Rabu (26/11/2025).
Bantuan uang sebesar Rp900.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu menyita perhatian publik lantaran mayoritas penerimanya justru berasal dari kelompok usia muda atau usia produktif. Salah satu penerima manfaat, Lisnawati (32), warga Desa Warunggunung, mengaku baru pertama kali mendapatkan BLTS Kesra.”Ini antri bantuan BLTS, dapatnya Rp900 ribu. Baru pertama kali dapat,” ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan tersebut akan dipergunakan untuk biaya pendidikan tiga anaknya, sebagian di antaranya menempuh pendidikan di pesantren. Lisnawati berharap program bantuan serupa dapat terus berlanjut. “Terbantu banget, soalnya saya punya tiga anak. Satu sekolah, dua di pesantren. Uang ini buat bekal anak di Kobong. Tadinya tidak ada, sekarang terbantu,” tambahnya.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Warunggunung, Indri Septiani, menjelaskan jumlah penerima BLTS Kesra di Kecamatan Warunggunung sebanyak 1.664 KPM, dengan penyaluran dilakukan selama tiga hari. “Untuk hari ini ada 664 KPM dari empat desa, yakni Baros, Warunggunung, Cempaka, dan Sukarendah,” kata Indri.
Menanggapi banyaknya penerima berusia produktif, Indri menegaskan pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi ulang. “Untuk KPM yang masih produktif nanti akan kami verifikasi dan validasi lagi ke lapangan. Mereka tidak diputus bantuannya, tetapi akan diarahkan ke program kewirausahaan, karena bansos ini sifatnya sementara,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan rutin bulanan akan diprioritaskan untuk KPM lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, sementara penerima usia produktif diarahkan agar dapat mandiri melalui program pemberdayaan. “Yang berhak menerima bansos rutin bulanan itu khusus KPM lansia dan disabilitas. Sedangkan yang masih produktif akan dialihkan ke kewirausahaan,” tuturnya.
Baca Juga: Diduga Main Judol, 259 Penerima Bansos di Kabupaten Tangerang Ditangguhkan
Indri berharap program BLTS Kesra dapat semakin tepat sasaran serta mendorong percepatan graduasi penerima manfaat. “Harapannya, lewat bansos pemberdayaan ini semakin banyak KPM yang mandiri, tidak bergantung terus pada bantuan pemerintah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, BLTS Kesra merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak tekanan ekonomi dan meringankan kebutuhan dasar rumah tangga. Dalam kebijakan baru, penerima berusia produktif dapat tetap menerima bantuan, namun akan dialihkan ke program pemberdayaan setelah evaluasi, bukan diberikan secara permanen seperti untuk lansia dan penyandang disabilitas. (mulyana)
























