SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kepanikan terjadi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi, ketika sebuah mobil boks pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos pagar sekolah dan menabrak murid-murid yang tengah berkegiatan di lapangan.
Dalam hitungan detik, kegiatan literasi pagi itu berubah menjadi insiden besar. Sebanyak 22 orang mengalami luka-luka dari ringan hingga luka serius.
Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30. Seperti biasa, siswa sudah berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan membaca. Guru mulai mengatur barisan ketika dari arah kanan sekolah terlihat sebuah GranMax putih menanjak menuju gerbang.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengatakan rekaman CCTV menunjukkan mobil sempat melambat sebelum masuk ke halaman. “Jam 06.30 WIB, para siswa-siswi sedang di lapangan untuk kegiatan literasi membaca,” ujarnya, Kamis.
Beberapa detik kemudian, mobil menghentak maju. “Tiba-tiba loncat, langsung menabrak, dan tidak terkendali,” kata Bobi.
Benturan tersebut merusak pagar dan membuat sejumlah siswa terseret sebelum kendaraan berhenti di tengah lapangan. Tas dan sepatu siswa terlihat berserakan di sekitar titik berhenti mobil. Warga sekitar yang melihat pagar jebol ikut masuk ke area sekolah membantu para guru membawa anak-anak menjauh dari jalur kendaraan.
Sekitar pukul 07.00, korban mulai dievakuasi menggunakan ambulans ke tiga fasilitas kesehatan. “Lima dirujuk ke RS Koja, empat belas ke RSUD Cilincing, satu ke puskesmas dan sudah pulang,” ucap Bobi.
Polisi memasang garis pembatas di sekitar pagar yang rusak dan menunda aktivitas di area itu sampai proses pemeriksaan selesai. Beberapa jam kemudian, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin memimpin olah tempat kejadian.
Rekaman CCTV menjadi salah satu rujukan awal untuk mengetahui pola gerak kendaraan. Menurutnya, ada indikasi mobil datang terlambat dari jadwal biasa. “Menurut keterangan awal, mobil ini biasanya datang lebih pagi,” kata Komarudin. Hal itu dinilai penting karena pada waktu rekaman, lapangan sedang dipenuhi siswa.
Komarudin juga menegaskan bahwa pada detik-detik sebelum menabrak, mobil tampak melambat di tanjakan pintu gerbang. Namun setelah itu terjadi akselerasi mendadak. “Kendaraan sempat melambat, tapi tiba-tiba meloncat. Ini sedang kami dalami,” ucapnya. Polisi menegaskan pemeriksaan mencakup kondisi kendaraan dan kemungkinan kesalahan pengoperasian.
Pengemudi mobil, Adi Irawan, diamankan tidak lama setelah kejadian. Dalam pemeriksaan awal, ia mengaku tidak sengaja menginjak pedal gas. “Dia mau ngerem, katanya remnya nggak pakem. Karena takut mundur, dia injek yang dalam. Kirain itu rem, ternyata gas,” ujar Bobi.
Namun kepolisian menegaskan keterangan itu masih bersifat awal dan belum dapat menjadi dasar kesimpulan penyebab insiden. Sopir diketahui memiliki SIM yang diterbitkan pada 2021.
Apalagi, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz mengatakan sopir mobir tersebut dalam kondisi tidak layak berkendara. “Tidak layak mengendarai kendaraan pada saat itu. Masih dicek urine, cek alkohol nanti kami umumkan yang jelas dalam kondisi tidak layak, ” ujar dia.
Dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN), informasi di lokasi menyebutkan mobil hari itu dikendarai sopir pengganti karena sopir utama sakit selama dua hari terakhir. Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya mengatakan pihaknya menunggu hasil pemeriksaan teknis dari penyidik. “Ini sangat mungkin karena kelalaian, tapi kita tunggu penyidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa hingga Kamis (11/12/2025) sore, dari total 22 korban, tidak ada yang meninggal dunia dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis intensif.
“Kita berharap kepada seluruh masyarakat jangan khawatir dan panik. Jangan menjadikan suatu informasi yang bias. Tadi kan beredar (isu) berapa korban meninggal dunia,” ujar dia.
Ia meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi simpang siur terkait fatalitas kejadian tersebut. Budi menegaskan bahwa publik sebaiknya memercayakan pembaruan informasi kepada kepolisian dan rumah sakit yang menangani para korban. “Percayakan kepada Polda Metro Jaya, kami akan update informasi kejadian di Cilincing,” ucapnya.
Sampai saat ini, Budi menyebut ada kemungkinan tiga siswa yang menjadi korban masih harus menjalani rawat inap di RSUD Cilincing. “Keterangan terakhir dari dokter, kemungkinan tiga yang masih rawat inap. Sisanya, jika tidak ada fatalitas dan bisa keluar nanti bisa rawat jalan sehingga bisa pulang,” kata dia.
Tim penyidik sendiri terus mengumpulkan keterangan dari guru dan warga yang melihat kejadian dari jarak dekat. Polisi juga memeriksa kondisi pengereman dan pedal kendaraan sebagai bagian dari pemeriksaan teknis.
Hingga sore, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi, kernet, dan kendaraan. Polisi memastikan seluruh temuan teknis dan keterangan saksi akan digabungkan sebelum memberikan kesimpulan akhir. (rmg/xan)