Jumat, 14 Agustus 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Banjir Tahunan di Benda, Warga Terjebak Siklus Darurat

Oleh Made Nusantara
Selasa, 13 Jan 2026 19:57 WIB
Rubrik Kota Tangerang, Metro Tangerang
Banjir Tahunan di Benda, Warga Terjebak Siklus Darurat

MENGUNGSI: Warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang mengungsi ke Pos Damkar. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Air setinggi pinggang orang dewasa itu datang perlahan tanpa diawali hujan lebat yang ekstrem. Pagi belum sepenuhnya terang ketika aliran kali di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, meluap dan menyelinap ke rumah-rumah warga. Dalam hitungan jam, permukiman di RT 05 RW 01 Kelurahan Rawa Bokor berubah menjadi genangan cokelat keruh, memaksa puluhan warga mengungsi kembali, untuk kesekian kalinya.

Ironisnya, banjir ini terjadi saat hujan yang turun tergolong sedang. Namun kondisi permukiman yang berada lebih rendah dari permukaan kali membuat air dengan mudah meluap ke kawasan padat penduduk. Situasi ini menegaskan persoalan klasik yang tak kunjung tuntas: buruknya tata kelola wilayah rawan banjir di tengah kepadatan permukiman.

Mayoritas warga terdampak merupakan pedagang kecil dan kuli cuci kelompok masyarakat yang sepenuhnya bergantung pada penghasilan harian. Ketika air naik, bukan hanya rumah yang terendam, tetapi juga mata pencaharian mereka terhenti seketika. “Dagangan enggak bisa jalan. Rumah kebanjiran,” kata Listriani (36), atau akrab disapa Lilis, yang kini mengungsi di Pos Pemadam Kebakaran Benda.

Lilis mengaku air masuk ke rumahnya hingga mencapai sekitar satu meter. “Banjirnya sampai sepinggang, hampir satu meter lebih,” ujarnya sambil tersenyum lelah. Ia bersama keluarganya memutuskan mengungsi sejak Senin (12/1/2025) pagi demi menghindari risiko yang lebih besar.

Menurut Lilis, hujan yang turun sejak malam hari hingga pagi tidak tergolong deras. Namun setiap kali hujan turun, wilayah tempat tinggalnya hampir selalu menjadi langganan banjir. “Ujannya enggak seberapa. Tapi karena rumah kita lebih rendah dari kali, airnya langsung luber,” tuturnya.

Di posko pengungsian, enam anggota keluarga Lilis termasuk anak-anak bertahan dengan perlengkapan seadanya. Di RT tersebut, tercatat sekitar 13 kepala keluarga atau 45 jiwa terpaksa mengungsi, termasuk balita dan bayi. “Hampir tiap tahun begini. Hujan sedikit saja banjir,” katanya lirih.

Baca Juga: RSUD Benda Kota Tangerang Beroperasi, Ini Fasilitas yang Disediakan

Bagi warga seperti Lilis, banjir bukan sekadar bencana alam, melainkan siklus kerentanan ekonomi yang terus berulang. Tanpa tabungan dan tanpa jaminan sosial yang memadai, satu hari tanpa bekerja berarti satu hari tanpa pemasukan. “Kalau enggak dagang, ya enggak ada penghasilan,” ucapnya singkat.

Kondisi serupa dialami para kuli cuci di kawasan tersebut. Genangan air tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menghentikan pekerjaan mereka. Meski begitu, warga tetap berupaya bertahan. Lilis mengapresiasi bantuan awal dari pemerintah setempat. “Dari pemerintah lumayan cepat. Sudah dikasih nasi,” katanya.

BeritaTerbaru

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Rekomendasi DPRD Kabupaten Tangerang: Tagih Piutang Pajak hingga Tambah Ruang Kelas

Jumat, 14 Agu 2026 07:43 WIB
Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan

Jumat, 14 Agu 2026 07:41 WIB
Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

‎Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak

Jumat, 14 Agu 2026 07:34 WIB
ILUSTRASI layanan SIM keliling. (ISTIMEWA)

SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 14 Agustus, Cek di Sini Lokasinya

Jumat, 14 Agu 2026 07:28 WIB

Namun bantuan darurat itu belum menjawab persoalan mendasar. Banjir tahunan yang terus berulang memunculkan pertanyaan tentang efektivitas penanganan jangka panjang di wilayah bantaran kali.

Camat Benda, Saipul Ulum, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir, terutama di tengah prakiraan cuaca ekstrem pada 12–14 Januari 2026. “Peninjauan ini untuk memastikan sistem pengendali banjir berfungsi normal serta menjamin keselamatan warga,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurut Ulum, monitoring difokuskan pada drainase, aliran kali, dan pompa air di sejumlah titik rawan genangan. Ia juga menyebut kondisi pengungsian masih terkendali. Data sementara mencatat sekitar 40 pengungsi di Posyandu Kelapa Indah RW 07, 70 pengungsi di Pos Damkar Benda, dan 20 pengungsi di Masjid Nurul Iman Benda. “Bantuan pangan sudah didistribusikan,” katanya.

Pemerintah Kota Tangerang juga menyiagakan posko banjir dan petugas gabungan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Evakuasi disebut akan dilakukan jika curah hujan kembali meningkat. Namun bagi warga, kesiapsiagaan itu tetap menyisakan satu pertanyaan lama: sampai kapan permukiman di bantaran kali hanya dikelola dengan respons darurat, tanpa solusi struktural yang benar-benar mencegah banjir berulang?

Baca Juga: Gelar Apel Akbar di Hari Sumpah Pemuda ke-95, Camat Benda Ajak Pemuda Berperan, Bukan Baperan

Di sudut Pos Damkar Benda, Lilis mengipasi wajahnya yang berkeringat, matanya sesekali menatap langit yang mulai cerah. “Semoga cepat surut,” katanya pelan. Bagi Lilis dan warga lainnya, surutnya air bukan hanya kembalinya rumah, tetapi juga kembalinya kesempatan untuk bekerja, bertahan, dan hidup normal-hingga banjir berikutnya datang lagi. (ari)

Tags: Banjir Tahunan di BendaKecamatan BendaWarga Terjebak Siklus Darurat
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Tangsel Jumat 14 Agustus 2026, Cek Lokasi dan Jadwal Lengkapnya

Jumat, 14 Agu 2026 07:20 WIB
Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini

Jumat, 14 Agu 2026 07:07 WIB
Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan
Kota Tangsel

Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan

Jumat, 14 Agu 2026 07:03 WIB
Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite
Kota Tangsel

Sensus Ekonomi di Tangsel Terkendala Akses Kawasan Elite

Jumat, 14 Agu 2026 07:00 WIB
Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter

Kamis, 13 Agu 2026 21:43 WIB
22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang

22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang

Kamis, 13 Agu 2026 21:40 WIB
BKPSDM tangsel HUT RI 2026

Berita Pilihan

Anggaran Rp1,1 Miliar untuk Videotron Dinkes Kota Tangerang Dibatalkan

Anggaran Rp1,1 Miliar untuk Videotron Dinkes Kota Tangerang Dibatalkan

Selasa, 11 Agu 2026 14:58 WIB
Kepala BGN Proses Pemecatan 66 Kepala SPPG

Kepala BGN Proses Pemecatan 66 Kepala SPPG

Sabtu, 8 Agu 2026 08:56 WIB
Diduga Korban TPPO, Warga Sukadiri Tangerang Minta Dipulangkan dari Libya

Diduga Korban TPPO, Warga Sukadiri Tangerang Minta Dipulangkan dari Libya

Rabu, 12 Agu 2026 13:17 WIB
Golkar Kabupaten Tangerang Perkuat Pendidikan Politik Kader

Golkar Kabupaten Tangerang Perkuat Pendidikan Politik Kader

Kamis, 13 Agu 2026 21:32 WIB
Perkuat Kemandirian, Pemerintah Desa di Banten Didorong Manfaatkan Lahan Tidur

Perkuat Kemandirian, Pemerintah Desa di Banten Didorong Manfaatkan Lahan Tidur

Sabtu, 8 Agu 2026 09:36 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.