SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendbud) Kota Serang, menetapkan target 100 persen siswa lulusan SMP sederajat 2026 melek aksara baca tulis Al-Qur’an dengan kaidah tajwid yang baik dan benar. Untuk mencapai target itu, Dindik Kota menerapkan program Serang mengaji di sekolah dan magrib mengaji.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, dengan dua program itu dirinya bisa menargetkan seluruh siswa lulusan SMP tahun 2026 bisa melek baca alquran.
“Juli menjadi target capaian melek aksara baca Al-Qur’an untuk tingkat SMP, sebelum lulus murid-murid semuanya bisa membaca Al-Qur’an. Itu target kita,” ujar Nuri, Sabtu (24/1/2026).
Ia juga menjelaskan, bahwa program Serang Mengaji untuk jenjang SD/MI hingga SMP/MTs sudah dijalankan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, dengan pembinaan seksama dari guru agama masing-masing sekolah.
“Selain itu, program magrib mengaji juga terus digencarkan oleh Biro Kesra Setda Kota Serang,” tambahnya.
Untuk mendukung tercapainya target tersebut, pihaknya telah mengumpulkan guru Pendidikan Profesi Guru (PPG) Agama yang sudah tersertifikasi untuk bersinergi dalam menjalankan program.
Baca Juga: Redam Perselisihan, Disdikbud Kota Serang Bentuk Forum Guru P3K Paruh Waktu
“Kita juga sudah mengumpulkan guru PPG Agama yang sudah tersertifikasi untuk bisa sinergi dan mensukseskan program, sehingga dapat mencapai target 100 persen melek Al-Qur’an,” jelasnya.
Nuri menambahkan, jika antusiasme dari berbagai pihak cukup signifikan dalam mendukung program tersebut, termasuk dukungan dari Badan Wakaf Al-Qur’an yang memiliki relawan ustadz/ustadzah untuk membantu mengajar Al-Qur’an.
“Nanti para relawan bisa disinergikan bersama guru PPG Dispendbud, sehingga keberagaman metode dan disiplin ilmu yang mereka ampu bisa mempercepat murid-murid menangkap dan mempraktekkan baca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” jelasnya lagi.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, Serang mengaji merupakan bagian dari janji politik Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang di RPJMD sebagai program prioritas.
Menurutnya, program ini sudah berjalan di Dinas Pendidikan dengan kegiatan mengaji sebelum belajar, serta telah memberikan honorium kepada guru mengaji di setiap kelurahan. Selain itu, rancangan insentif bagi pengajar mengaji tahun 2027 sedang dimatangkan secara kolaboratif bersama Kemenag Kota Serang dan DPRD Kota Serang.
“Kemenag akan menyiapkan data yang valid agar tidak terjadi tumpang tindih dengan data guru ngaji tingkat kelurahan,” pungkasnya.
Baca Juga: Selama Ramadhan, KBM di Kota Serang Difokuskan Penguatan Karakter Anak Didik
Kemudian, menjelang Ramadhan ini, Pemkot Serang juga sudah melaunching Gebyar Serang Mengaji yang akan diikuti sebanyak 6.000 siswa.
“Sebanyak 2.000 di antaranya dari MTs dan Aliyah yang dilibatkan Kemenag, serta 2.000 sisanya dari pondok pesantren,” imbuhnya. (luthfi)
























