SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sudah tiga pekan berlalu, namun banjir yang melanda 17 desa atau kelurahan di Kabupaten Tangerang belum juga surut. Hingga kemarin (1/2), ketinggian air di permukiman warga masih mencapai 30 cm hingga 50 cm. Sebanyak 4.352 kepala keluarga (KK) masih mengungsi di tenda pengungsian serta rumah saudara atau kerabatnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan banjir sempat merendam 27 kecamatan. Sebagian besar sudah surut. Hanya empat wilayah kecamatan yang masih terdampak di antaranya Kecamatan Mekar Baru, Kronjo, Kresek dan Gunung Kaler.
“Alhamdulillah perlahan air mulai menyusut, dari total 27 wilayah kecamatan yang terdampak banjir, kini hanya tersisa 4 wilayah kecamatan saja, sisanya sudah surut, ” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Minggu (1/2).
Di Kecamatan Kresek, banjir masih terjadi di Desa Pasir Ampo, Desa Koper dan Patrasana. Lalu, Kecamatan Gunung Kaler di Desa Kedung, Gunung Kaler, Kandawati, Carenang, Talok dan Kelor.
Selanjutnya di Kecamatan Kronjo, banjir merendam Desa Muncang, Pasilian, Cirumpak KK, Pagedangan Ilir dan Pagedangan Udik. Sementara di Kecamatan Mekar Baru terdapat di Desa Jenggot, Mailiwis, dan Kedaung.
“Dari 4 kecamatan dan 17 kelurahan/desa yang terdampak banjir saat ini, terdapat 4.352 KK yang terdampak. Mereka yang masih terdampak masih mengungsi ada yang di tenda pengungsian, di masjid ataupun di rumah-rumah saudara atau kerabatnya yang lebih aman, ” katanya.
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
Taufik mengatakan, bahwa banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang sebagaian besar diakibatkan curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Cidurian dan Cimanceuri. Dirinya berharap, agar banjir bisa segera surut di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang, khusunya di Kronjo, Gunung Kaler, Kresek, dan Mekar Baru yang sampai saat ini masih terdampak.
“Faktor utamanya, curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai. Semoga, banjir bisa segera surut. Kalau logistik Alhamdulillah lancar dan dipastikan tersalurkan semua kepada masyarakat yang terdampak banjir, ” ucapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Sugih Suryagalih mengatakan sepanjang Januari 2026 lalu, pihaknya telah mendistribusikan bantuan untuk 13.000 KK yang terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.
“Selama tanggal 2 sampai 30 Januari 2026, kami sudah memberikan bantuan logistik kepada kurang lebih 13.000 KK terdampak banjir di seluruh Kabupaten Tangerang,” katanya.
Ia mengungkapkan, bantuan yang disalurkan oleh tim penanggulangan bencana ini terdiri dari kebutuhan logistik pangan seperti beras, sarden, mie instan, biskuit dan minyak goreng. Dimana, bantuan pangan ini langsung diberikan ke posko pengungsi hingga kepada satuan warga yang terdampak banjir. Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah mendistribusikan perlengkapan pos pengungsian seperti tenda, kasur lipat, selimut, terpal hingga pampers bayi dan lansia.
“Bahkan kami mengadakan dapur umum di beberapa kecamatan seperti Jayanti, kosambi, Kresek dan Pasar Kemis,” ucapnya.
Baca Juga: Ingatkan Bahaya Jejak Digital, Diskominfo Kabupaten Tangerang Edukasi Siswa SMPN 2 Tigaraksa
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan logistik pangan dan sandang ini menjadi prioritas utama pada masa darurat bencana, sebelum penyaluran bantuan lain yang bersifat penunjang kembali didistribusikan pemerintah sebagai penanganan. Selain itu, saat ini pihaknya masih menunggu hasil asesmen lanjutan untuk menambah serta menentukan bentuk jumlah bantuan berikutnya yang akan disalurkan kepada para korban.
“Untuk sementara yang kami salurkan ke korban bencana ini beras sebanyak 1.970 karung, sarden 1.637 kaleng, biskuit 1.786 bungkus, mie instan 536 dus,” ungkapnya.
Sugih bilang, untuk permintaan alat kebersihan dan air bersih dalam hal ini masih dilakukan proses dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Namun, ditegaskannya, Dinsos Kabupaten Tangerang akan terus memenuhi dukungan pada layanan logistik agar warga terdampak banjir tetap mendapatkan akses makanan layak.
Salah satu warga Kampung Kandawati, Desa Kandawati, Heti mengaku, meskipun banjir kali ini tidam terlalu tinggi, yaitu hanya setinggi pinggul orang dewasa, namun terbilang paling lama surutnya. Bagaimana tidak, biasanya banjir hanya menerjang satu pekan, namun berlangsung kurang lebih tiga pekan sejak (11/1) lalu.
“Banjir kali ini memang tidak terlalu tinggi, tapi paling lama. Sudah tiga minggu gini terus, aktivitas masyarakat juga terganggu, ” jata Heti.
Namun meski begitu, dirinya mengakui peran serta Pemerintah Kabupaten Tangerang cukup cepat tanggap dalam memberikan bantuan logistik. Hanya saja, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten bisa segera memberikan solusi kongkrit agar banjir tidak kembali melanda Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Tambah Kuota Beasiswa Tangerang Gemilang Jadi 976
“Kalau bantuan logistik sudah ada dan melimpah juga. Tapi, kami berharap agar solusi jangka panjangnya bisa segera direalisasikan, agar banjir tidak kembali datang, ” ungkapnya. (alfian)
