SATELITNEWS.COM, JAKARTA—- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiagakan 75 kapal dan menambah dua dermaga ekspres di lintasan Merak–Bakauheni untuk menghadapi Angkutan Lebaran 2026. Operator pelat merah itu memproyeksikan 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan akan menyeberang selama periode mudik dan balik, meningkat sekitar 9 persen dibanding tahun lalu.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan penguatan armada dan sistem operasional telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut. “Pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik dan balik Lebaran,” kata Heru, di Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Sebanyak 1.197 personel ditempatkan di Merak dan 786 di Bakauheni untuk mengatur kendaraan dan pelayanan penumpang. Sistem tiket daring Ferizy kembali menjadi instrumen pengendali arus berbasis waktu, dengan kuota awal di lintasan tersibuk masing-masing lebih dari 1,5 juta tiket.
Namun, Merak–Bakauheni bukan sekadar soal jumlah kapal. Dalam beberapa musim Lebaran sebelumnya, kepadatan kerap dipicu penumpukan kendaraan di akses tol dan jalan arteri ketika kendaraan datang bersamaan pada jam-jam puncak. Ruang parkir pelabuhan cepat penuh, proses bongkar muat melambat, dan antrean merembet jauh ke luar kawasan pelabuhan.
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera,” ujar Heru. “Disiplin waktu menjadi kunci agar arus tetap terkendali.”
Tekanan terhadap lintasan ini berpotensi meningkat seiring proyeksi mobilitas nasional yang disampaikan Kementerian Perhubungan. “Hasil survei menunjukkan sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan perjalanan selama Lebaran 2026,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Angka tersebut memang lebih rendah dibanding realisasi 2025 yang mencapai 154 juta orang. Namun selisih antara proyeksi dan realisasi tahun lalu menjadi catatan. Pada 2025, survei awal memperkirakan 146 juta orang mudik, tetapi angka riil melonjak delapan juta lebih tinggi.
Jika pola serupa kembali terjadi, maka tekanan terhadap simpul penyeberangan Jawa–Sumatera akan meningkat. Secara nasional, pemerintah menyiapkan 255 kapal penyeberangan dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas.
“Terkait kesiapan angkutan penyeberangan secara nasional, kami telah menyiapkan 255 unit kapal,” ujar Dudy. “Koordinasi dan sinergi menjadi fondasi penting untuk memastikan arus mudik maupun balik berjalan aman dan terkendali.”
Untuk Merak–Bakauheni saja, diperkirakan sekitar enam juta penumpang akan melintas selama periode Lebaran. Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan menerima 2,94 juta penumpang sebagai pelabuhan tujuan dan 813 ribu sebagai pelabuhan asal. Tekanan terjadi dalam dua arah sekaligus—masuk dan keluar Sumatera—dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera, termasuk jalur alternatif dan skema kontinjensi melalui Ciwandan dan Bojonegara. Selain itu, diterapkan delaying system melalui 10 titik buffer zone di sekitar Bakauheni untuk menahan laju kendaraan sebelum masuk pelabuhan.
“Penerapan buffer zone diharapkan dapat memecah kepadatan arus lalu lintas,” kata Dudy. “Pemudik juga dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.”
Kementerian Perhubungan menyatakan ramp check telah dilakukan terhadap puluhan ribu armada di berbagai moda untuk memastikan kelaikan operasi. Dari sisi teknis, kesiapan dinyatakan terpenuhi. (rmg/xan)