SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Warga Perumahan Citra Prima Serpong (CPS) 2, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur pascabanjir yang merendam kawasan tersebut sejak Sabtu sore.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 09.14 WIB Minggu (5/4/2026), genangan air telah surut. Namun, lumpur tebal masih terlihat memenuhi hampir seluruh area permukiman, mulai dari dalam rumah hingga badan jalan, menyisakan pekerjaan berat bagi warga untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Seiring surutnya banjir, warga tampak mengeluarkan berbagai perabotan rumah tangga untuk dibersihkan dari lumpur. Kasur, lemari, mesin cuci, kulkas, kipas angin, hingga peralatan dapur berjajar di depan rumah masing-masing, dijemur dan disemprot air untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Salah satu warga terdampak, Dedi, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Ia telah tinggal di kawasan tersebut sejak 2018 dan menyebut banjir sebelumnya tidak separah yang terjadi kali ini.
“Ini banjir paling parah setelah terakhir tahun 2020. Walaupun rumah sudah ditinggikan, air tetap masuk ke dalam rumah,” ujar Dedi saat ditemui di teras rumahnya.
Ia menjelaskan, hujan deras mulai turun sejak pukul 16.00 WIB dan menyebabkan air naik dengan sangat cepat. Di titik terendah, ketinggian air bahkan mencapai lebih dari satu meter, sementara di dalam rumahnya mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
“Airnya cepat sekali naik. Kami tidak sempat menyelamatkan semua barang. Beberapa masih bisa dinaikkan, tapi ada juga yang tidak sempat, seperti mesin cuci,” tambahnya.
Menurut Dedi, banjir kali ini juga membutuhkan waktu lebih lama untuk surut dibandingkan biasanya. Air baru benar-benar surut sekitar pukul 07.30 WIB hari ini, sementara pada kejadian sebelumnya air cenderung lebih cepat surut.
Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur yang sebenarnya baru saja diperbaiki. Sungai di sekitar kawasan tersebut telah diperlebar pada akhir tahun lalu, bahkan dilengkapi dengan dua unit pompa air. Namun, derasnya debit air membuat tanggul tak mampu menahan luapan.
“Air sudah melewati tanggul, jadi meluap ke permukiman. Sudah tidak bisa diapa-apakan lagi sudah pasrah,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk mengantisipasi banjir serupa di masa mendatang, mengingat kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
Komandan Regu Satuan Tugas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan mengungkapkan bahwa berdasarkan data laporan pukul 07.50 WIB tersisa dua titik banjir yang tersisa pada hari ini
Baca Juga: Pengadilan Agama Tigaraksa Catat 52 Pernikahan Anak
“Di CPS 2 ketinggian air saat ini sekitar 60 hingga 70 sentimeter, semalam sempat mencapai 110 sentimeter. Sementara di Orchid Garden Benda Baru, ketinggian air saat ini sekitar 45 sentimeter,” sebutnya.
Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Sabtu (4/4/2026) siang memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat sedikitnya 24 titik banjir dan 12 titik longsor terjadi hingga Minggu (5/4/2026) pagi. (eko)

















