SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mulai mencoba mengatasi tengkulak nakal disektor pertanian, karena dinilai memanipulasi harga jual dari para petani.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membentuk Brigade Pangan dibeberapa lokasi atau sentral pertanian di Provinsi Banten.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, selama ini banyak petani yang menjual hasil pertanian kepada para tengkulak meski harganya dibawah standar. Terkait hal itu, pihaknya sudah membentuk Brigade Pangan di tiga kabupaten untuk membantu para petani.
“Tidak boleh mengandalkan tengkulak, makanya sekarang ada Brigade Pangan. Kita sengaja dibentuk dibeberapa wilayah sentral seperti Pandeglang, Lebak, dan Serang, untuk mengelola hasil pangan dari hulu ke hilir,” katanya, Senin (6/4/2026).
Nasir menerangkan, peran dari Brigade Pangan ini untuk menampung semua hasil panen petani dengan harga standar yang sudah ditentukan pemerintah. Selain itu, kelompok ini juga berperan menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam hal pengelolaan lahan persawahan dan hal terkait lainnya.
“Isinya ada leader dari generasi milenialnya yang sudah memiliki ilmunya untuk meningkatkan produksi dan penghasilan dari sektor pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: Operasional 63 SPPG Di Provinsi Banten Dihentikan
Selain itu, pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama atau memanfaatkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar bisa membantu para petani di semu wilayah di Banten. Tujuan akhirnya, kata dia, agar para petani bisa lebih sejahtera karena hasil panen bisa dijual mudah dengan harga standar, serta kebutuhan petani dapat terpenuhi untuk mengolah lahan mereka.
“Kemudian juga ada KDMP juga, ini untuk memaksimalkan semua potensi pertanian di desa untuk meningkatkan pendapatan” tambahnya.
“Jadi apa yang dibutuhkan oleh petani, nanti disediakan oleh pihak koperasi, jadi memang ini dari hulu ke hilir semuanya bergerak,” timpalnya.
Sebetulnya, kata Nasir, Provinsi Banten merupakan daerah sentra pertanian karena menjadi bagian dari penyumbang pangan nasional. Oleh karena itu, potensi yang ada harus bisa dikelola dengan baik agar kehidupan para petani bisa lebih sejahtera, disamping mengamankan ketersediaan pangan.
“Kebutuhan pokok kita kan tersedia, apalagi padi kan sangat banyak produk lokal, kita produksi sendiri, kita olah sendiri, dikemas sendiri dikita dan sudah berkelanjutan, sisa panen kemarin masih ada dan sekarang sudah mulai panen lagi,” pungkasnya.
Nasir mengatakan, saat ini Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian. Hal itu seiring dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu Swasembada pangan.
Baca Juga: Mudahkan Pembayaran Pajak, Pemprov Banten Sediakan 1.553 Payment Point
“Kita percepat LDT dengan Inpres nomor 2 ini kan intervensi dari pusat, termasuk pompa, pipanisasi dan lainnya, inikan untuk meningkatkan indeks penanaman,” ujarnya.
Nasir juga menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki banyak cadangan pangan dan masyarakat tidak perlu khawatir. Cadangan itu bisa dikeluarkan secara cepat apabila terjadi krisis pangan atau harga pangan melonjak karena dampak global.
“Cadangan kita cukup banyak, bukan hanya di Bulog, kemudian beberapa vendor kita, kan semuanya punya pangan termasuk pasar induk dan tradisional,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Anggota Kelompo Tani (Poktan) Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan Fahruroji berharap, pembentukan kelompok tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi para petani.
“Semoga saja manfaatnya bisa dirasakan para petani, karena kalau melihat yang sudah-sudah, banyak petani menjual gabah mereka dibawah harga standar,” tuturnya.
Jaenudin, anggota Poktan Desa Bojongpandan, Kecamatan Tunjungteja mengatakan hal senada. Kata dia, selama ini para petani bingung untuk menjual gabah hasil panen, karena tidak ada pemerintah yang hadir untuk mengatasi persoalan itu.
Baca Juga: Rawa Dano Gunungsari Banten, Bekas Kawah Gunung Api Purba Yang Menjadi Rawa
“Makanya banyak yang menjual kepada tengkulak. Baiknya memang pemerintah membeli gabah petani, supaya enggak ada yang mainin harga,” imbuhnya. (adib)
