SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Genangan air di halaman SMAN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) kini telah surut. Pihak sekolah memastikan genangan telah surut sepenuhnya setelah dilakukan upaya penanganan, termasuk penggunaan mesin penyedot air.
Humas SMAN 4 Tangsel, Siti Rukiyah menjelaskan bahwa penanganan genangan dilakukan dengan dukungan dari komite sekolah. Salah satu langkah yang diambil adalah pengadaan mesin penyedot air untuk mempercepat proses pengeringan area sekolah.
“Hari ini air sudah surut, mesin penyedotnya sudah dibelikan oleh komite sekolah,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, keberadaan mesin tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam mengatasi genangan yang sebelumnya mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah.
Dengan surutnya genangan air, kegiatan belajar mengajar di SMAN 4 Tangerang Selatan diharapkan dapat kembali berjalan lancar. Pihak sekolah menyebut bahwa ini menjadi solusi jangka pendek untuk mengantisipasi kejadian serupa kedepan.
“Mesin penyedot ini upaya komite dalam jangka pendek saja,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Finalisasi Raperda Perseroda Pasar Tahun Ini
Diberitakan sebelumnya, halaman SMAN 4 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah tergenang air selama kurang lebih lima bulan terakhir. Kondisi ini mengganggu berbagai aktivitas sekolah, mulai dari upacara hingga kegiatan olahraga.
Genangan mulai terjadi sejak pertengahan Desember 2025. Dampak dari kondisi ini cukup signifikan. Selama beberapa bulan terakhir, sekolah tidak dapat melaksanakan upacara dan kegiatan olahraga di lapangan.
Selain menghambat aktivitas, genangan air juga menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan. Air yang mengendap menimbulkan bau, lumut, serta menjadi sarang nyamuk.
Pihak sekolah sempat melakukan penyedotan air setinggi 40 sentimeter itu hingga lapangan sempat kering. Namun, air kembali muncul akibat hujan. Bahkan, kondisi ini sempat memaksa sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebanyak dua kali pada Januari lalu karena beberapa ruang kelas ikut terdampak.
Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke instansi terkait di tingkat provinsi. Sejumlah survei pun telah dilakukan, terakhir pada Maret 2026, dengan total lebih dari tiga kali kunjungan. Namun hingga kini, belum ada langkah penanganan konkret.
Siswa juga mengeluhkan kondisi sekolah yang tidak lagi nyaman. Mereka berharap lingkungan sekolah bisa kembali normal agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.
Baca Juga: Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan
Pihak sekolah sempat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar genangan kurang lebih seluas 300 meter persegi itu dapat ditangani dan aktivitas sekolah kembali berjalan seperti biasa. Namun, kini persoalan itu telah terselesaikan. (eko)

















