Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

720 WNI Masih Tertahan di Timur Tengah

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 8 Apr 2026 18:10 WIB
Rubrik Nasional
720 WNI Masih Tertahan di Timur Tengah

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat- Israel versus Iran yang belum sepenuhnya mereda, ratusan warga negara Indonesia (WNI) masih tertahan di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 720 WNI belum dapat kembali ke Tanah Air akibat terganggunya penerbangan di sejumlah negara.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, penutupan dan pembatasan jalur udara menjadi kendala utama proses kepulangan.

“Terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Sejak konflik meningkat pada 28 Februari 2026, perwakilan RI di kawasan terus melakukan pemantauan dan fasilitasi kepulangan. Hingga kini, sebanyak 2.285 WNI telah berhasil kembali ke Indonesia melalui repatriasi mandiri. Angka tersebut belum termasuk jamaah umrah yang dipulangkan melalui mekanisme terpisah, seiring tingginya mobilitas warga Indonesia ke Arab Saudi dan negara sekitarnya.

Dari ratusan WNI yang masih tertahan, sebagian berada di Iran—wilayah dengan dinamika paling sensitif dalam konflik saat ini. Kemlu mencatat sekitar 281 WNI berada di negara tersebut, termasuk 35 anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal-kapal di pesisir dan Selat Hormuz, kawasan yang kerap menjadi titik rawan dalam ketegangan kawasan.

Baca Juga: Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Di kawasan yang sama, khususnya di perairan Selat Hormuz, insiden terpisah juga menimpa awak kapal Indonesia. Kapal tunda berbendera Uni Emirat Arab, Musaffah 2, dilaporkan meledak pada 6 Maret 2026. Kapal tersebut diawaki lima WNI, dua di antaranya selamat, sementara tiga lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

“Terkait insiden kapal Musaffah 2, di mana ada dua ABK WNI yang selamat dan tiga orang ABK WNI yang masih dalam pencarian,” kata Heni. Ia menambahkan, proses pencarian terhadap ketiga ABK tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan dan masih terus diupayakan.

BeritaTerbaru

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB

Jumlah pelaut Indonesia di kawasan itu juga tidak sedikit. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, tercatat 892 ABK WNI berada di Timur Tengah saat konflik meletus. Dari jumlah tersebut, 35 ABK berada di perairan Iran—wilayah yang menjadi salah satu titik paling rawan.

“KBRI Teheran terus melakukan kontak secara berkala dengan para WNI, baik yang menetap maupun non-residen,” kata Heni.

Ia menegaskan, seluruh perwakilan RI di kawasan juga melakukan komunikasi intensif dengan para pelaut Indonesia. “Semua perwakilan kita, baik di Iran maupun di kawasan Timur Tengah, melakukan komunikasi secara intensif terhadap para seafarer ini,” ujarnya.

Namun, rencana evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat. Pemerintah menekankan bahwa setiap langkah harus mempertimbangkan kondisi keamanan yang berubah-ubah, termasuk akses menuju titik kumpul, ketersediaan transportasi, hingga jalur keluar dari wilayah konflik.

Baca Juga: 300 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Tangsel, Mayoritas Guru dari Timur Tengah

“Rencana evakuasi terus disesuaikan dengan situasi terkini. Perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI dilakukan melalui rute-rute yang aman, baik saat menuju titik kumpul maupun menuju negara tujuan evakuasi,” ujarnya.

Di luar upaya pemulangan warga sipil, pemerintah juga menghadapi konsekuensi lain dari konflik kawasan. Kemlu memfasilitasi pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, menandakan bahwa dampak konflik turut menyentuh personel Indonesia di medan internasional.

Di tengah keterbatasan tersebut, perkembangan situasi keamanan kawasan menjadi faktor penting bagi kelanjutan proses evakuasi. Sinyal deeskalasi mulai muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya bersedia menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, dengan syarat serangan terhadap Iran dihentikan.

Selama periode itu, Iran juga membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata. Pernyataan itu beriringan dengan sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesediaan menangguhkan serangan.

Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah tujuan militer dinilai telah tercapai, sekaligus membuka ruang menuju kesepakatan damai jangka panjang di kawasan. Ia mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan sejumlah syarat yang kini menjadi dasar negosiasi lanjutan.

Meski demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Pemerintah Israel menyatakan dukungan dengan sejumlah catatan, sekaligus menegaskan bahwa pengaturan itu tidak mencakup wilayah Lebanon, yang masih berpotensi menjadi titik panas tersendiri. (rmg/xan)

Tags: amerika serikatiranisraeltimur tengahwni
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji
Nasional

Muhadjir Effendy Bongkar Jejak Pengalihan Kuota Haji

Selasa, 1 Sep 2026 17:46 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas
Bisnis

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle
Nasional

Kepuasan pada Pemerintah Anjlok, 51,9 Persen Responden Minta Reshuffle

Senin, 31 Agu 2026 17:31 WIB
Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan
Nasional

Gus Kikin Serukan NU Membumi dan Sentuh Rakyat Kecil, Prabowo Ingin Entaskan Kemiskinan

Senin, 31 Agu 2026 17:28 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 4 September, Cek Lokasinya

Jumat, 4 Sep 2026 07:24 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Sabtu 5 September, Cek di Sini Lokasinya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:18 WIB
Pemkot Tangerang Diminta Segera Normalisasi Drainase untuk Mitigasi Banjir

Arief Wibowo Dorong Kajian Potensi PAD Kota Tangerang

Kamis, 3 Sep 2026 09:18 WIB
Ahmad Zaenudin, Ketua PC IMM Serang. (ISTIMEWA)

IMM Serang Soroti Wacana Relokasi SMP 4 Kota Serang

Senin, 31 Agu 2026 18:57 WIB
Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang

Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang

Selasa, 1 Sep 2026 15:31 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.