SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) melalui berbagai program kesehatan yang lebih terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan puluhan pos lansia pada tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa penguatan layanan lansia merupakan bagian dari amanat RPJMD 2025–2029 sekaligus program prioritas daerah. Fokus utamanya adalah menghadirkan layanan kesehatan tradisional yang dapat diakses mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga pelayanan berbasis rumah.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar hari ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan tanaman obat keluarga serta teknik akupuntur sederhana tanpa alat yang dapat dilakukan di rumah sebagai pertolongan pertama bagi lansia.
Sebagai upaya konkret, Pemkot Tangsel menargetkan pembentukan 35 pos lansia sepanjang tahun ini. Berbeda dengan posyandu, pos lansia akan difokuskan pada peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
“Pos lansia rencana akan kita buat ditahun ini 35, kegiatannya itu diluar posyandu, jadi kegiatan nya disana adalah lebih ke mensuport kesehatan lansia baik fisik maupun mental, kegiatan ketemu psikolog,” ujar Allin di Puspemkot Tangsel, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang dirancang meliputi olahraga bersama, sesi konsultasi dengan psikolog, hingga kegiatan sosial seperti makan bersama. Interaksi sosial menjadi elemen utama untuk menjaga kesehatan jiwa para lansia.
Baca Juga: Sepanjang 2026, Sebanyak 391 Warga Lebak Terserang DBD
“Intinya interaksi sosial antara lansia supaya ada komunikasi jadi insya Allah kesehatan jiwanya baik,” katanya.
Menariknya, pos lansia ini tidak akan membutuhkan pembangunan fasilitas baru. Pemerintah akan memanfaatkan sarana yang sudah ada di masyarakat, sehingga pelaksanaannya lebih efisien dan cepat.
“Kita bilang pos, kita manfaatkan tempat yang ada, tidak menambah sarana prasarana,” sebutnya.
Allin menyebutkan, saat ini, jumlah lansia di Kota Tangsel tercatat mencapai 172.423 orang. Sementara itu, angka harapan hidup masyarakat juga tergolong tinggi, yakni 76,2 tahun.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menilai capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan di daerahnya.
“Angka harapan hidup kita tinggi 76,2 ini bukti bahwa pelayanan kesehatan kita dan yang lainnya berjalan dengan baik,” sebutnya usai menghadiri kegiatan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional (Gebyar Lansia) di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel.
Baca Juga: Bejat, Seorang Lansia Cabuli Gadis Dibawah Umur di Tunjung Teja Serang
Ia juga membagikan pesan sederhana namun penting bagi para lansia, yakni menjaga pola makan, pikiran, dan kesehatan hati.
“Jaga makanan jaga hati, pikiran, kesulitan pasti ada masalah ada tapi jangan dibawa ke hati deh,” pesannya.
Benyamin turut menyoroti komposisi penduduk lansia yang cukup signifikan. Ia menyebut bahwa jika populasi sekitar 1,4 juta jiwa dibagi dalam kelompok usia, maka proporsi lansia mendekati angka 73 persen dalam konteks tertentu yang menggambarkan besarnya perhatian yang harus diberikan. (eko)
