SATELITNEWS.ID, SERPONG— Sebanyak 2.965 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebar. Bawaslu setempat pun siap pelototi data pemilih selama tahapan pencocokan dan penelitian atau coklit dilaksanakan.
Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep mengatakan, jumlah data yang akan dicoklit oleh KPU itu sebanyak 1.380.662 orang. Apakah orang tersebut masih hidup atau sudah meninggal, berusia 17 tahun, apakah sudah ada yang menjadi anggota TNI/Polri, atau yang sudah menjadi pensiunan. “Jadi coklit itu untuk memastikan pemilih di Pilkada 2020,” kata Acep saat penyerahan APD dan multifitamin kepada penyelenggara pemilu di Serpong Utara, Rabu (15/7).
Acep mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ada dua hal yang mesti diperhatikan lembaga penyelenggara pemilu. Peraturan KPU menyebutkan setiap tahapan memerhatikan protokol kesehatan dan Bawaslu harus mengikuti prosedurnya.
“Yang mana setiap PPDP dipastikan tidak hanya mendatangi rumah penduduk, untuk dilakukan coklit, tetapi juga harus memakai masker, pelindung wajah (face shield), membawa hand sanitizer serta menggunakan sarung tangan. “Jadi ingin memastikan ada dua yang diawasi Bawaslu. Pertama coklitnya, dan kedua tentang penyebaran Covid-19. Maka hari ini secara simbolis tadi kita berikan APD, sampai multivitamin,” tegas Acep.
Sementara, pada pelaksanaan Pilkada Tangsel Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan menargetkan partisipasi pemilih mencapai 75 persen.
Ketua KPU Kota Tangerang Selatan, Bambang Dwitoro, mengatakan target tersebut akan diraih dengan sosialisasi yang masif kepada lapisan masyarakat. “Pada Pilkada 2020 ini, kami optimistis dapat mencapai target partisipasi pemilih lebih dari 75 persen,” kata Bambang, saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).
Baca Juga: Sidang Perdana Gugatan PHPU Pilkada Tangsel Digelar 8 Januari 2025
Bambang menjelaskan pilkada tahun ini menjadi tantangan baru bagi penyelenggara karena adanya pandemi covid-19. Untuk itu pihaknya juga meminta kerjasama dari masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan pilkada.
“Memang ini jadi tantangan kami Pilkada di tengah pandemi, tetapi bukan berarti tanpa modal, meski Pilkada 2015 tingkat partisipasinya rendah tetapi pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden sudah mencapai target hingga 80 persen,” jelas Bambang.
Bambang mengaku akan menerapkan sejumlah cara yang dianggap bisa mendongkrak partisipasi pemilih, yakni dengan memaksimalkan kualitas data pemilih dengan penyaringan data. “Data pemilih ini penting, lantaran menjadi bagian menghitung jumlah pemilih. Sehingga data pemilih ini harus benar-benar berkualitas. Tidak ada lagi data yang orangnya sudah meninggal atau pindah domisili ke luar kota,” ungkap Bambang.
Selain mengandalkan kualitas data pemilih, sosialisasi terus digencarkan melalui media sosial (medsos), yang diyakini dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS. “Sehingga edukasi dan informasi penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan penyelenggaraan hingga pelaksanaan pemilihan nanti terus disosialisasikan agar masyarakat merasa aman dan mau datang ke TPS,” ujar Bambang. (jarkasih)

















