SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menyalurkan bantuan pangan segar Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada balita yang berisiko stunting atau memiliki berat badan kurang.
Salah satu penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang pada Rabu (15/7/2026). Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memastikan tumbuh kembang balita berlangsung optimal.
Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah, menjelaskan bantuan yang diberikan berupa paket pangan segar yang mengandung sumber karbohidrat, protein, dan vitamin.
Setiap paket terdiri atas beras fortifikasi 1 kilogram, telur 1 kilogram, daging ayam 1 kilogram, ikan lele 1 kilogram, serta wortel 1 kilogram. “Bantuan ini diberikan kepada balita yang berisiko stunting atau memiliki berat badan kurang. Tujuannya agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi melalui konsumsi pangan yang sehat, bergizi, seimbang, dan aman,” ujarnya.

Program bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan berturut-turut, yakni pada Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan pola pendampingan berkelanjutan, DKP berharap perubahan status gizi balita dapat dipantau secara optimal. Tidak hanya menyalurkan bantuan pangan, DKP juga melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan. Para kader akan melaporkan perkembangan berat badan balita penerima manfaat sebagai bahan evaluasi efektivitas program.
Menurut Lisnah, laporan tersebut akan menjadi dasar untuk melihat peningkatan berat badan setiap balita hingga akhir program. DKP bahkan menyiapkan apresiasi bagi keluarga yang berhasil meningkatkan status gizi anaknya secara signifikan.
Baca Juga: Jelang Idulfitri Pemkot Tangerang Cek Parsel Lebaran hingga Keamanan Pangan
“Selain memberikan penghargaan, kami juga akan mengajak para ibu untuk berbagi pengalaman dan tips dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi keluarga lain agar semakin semangat memperbaiki pola makan balita,” katanya.
Sepanjang tahun 2026, program bantuan pangan segar B2SA telah menjangkau 19 kelurahan di Kota Tangerang dan secara bertahap akan menyasar sekitar 22 kelurahan. Setiap kelurahan memperoleh alokasi sekitar 30 balita penerima manfaat berdasarkan hasil pendataan.
Lisnah menegaskan, program ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam menekan angka stunting. “Harapan kami, Kota Tangerang dapat terus mempertahankan capaian angka stunting yang rendah, bahkan ke depan semakin mendekati nol kasus stunting sehingga seluruh anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Kelurahan Sudimara Pinang Isdarti mengatakan, sebanyak 30 balita penerima bantuan berasal dari sembilan Posyandu yang ada di wilayahnya. Seluruh penerima dipilih berdasarkan data kesehatan yang dimiliki Puskesmas dan diverifikasi bersama kader Posyandu.
“Data penerima berasal dari Puskesmas, kemudian kami berkoordinasi dengan Posyandu untuk memastikan balita yang diprioritaskan adalah mereka yang memiliki berat badan kurang. Sebagian besar penerima juga berasal dari keluarga yang terdata dalam DTKS sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama tiga bulan pelaksanaan program, pihak kelurahan bersama kader Posyandu akan terus mendampingi keluarga penerima manfaat untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal dan perkembangan berat badan balita dapat dipantau secara berkala. Melalui sinergi antara DKP Kota Tangerang, Puskesmas, Posyandu, dan pemerintah kelurahan, program bantuan pangan segar B2SA diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi balita sekaligus mempercepat terwujudnya Kota Tangerang yang bebas stunting. (adv)
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Jelang Nataru




























