SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat pesisir utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada 25–31 Oktober 2026. Imbauan tersebut menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena fase bulan baru atau new moon yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, potensi banjir rob perlu diwaspadai masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, khususnya di Kecamatan Kronjo, Mauk, Kosambi, dan Teluknaga.
“Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir yang terdampak. Maka dari itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir utara atau pantura harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob akibat naiknya permukaan air laut,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Kamis (29/10/2026).
Taufik menjelaskan, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, dan Kronjo. Wilayah tersebut menjadi perhatian karena berbatasan langsung dengan garis pantai.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air laut, Taufik meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan mengaktifkan ronda secara bergiliran. Langkah ini dinilai penting agar warga dapat memantau perkembangan ketinggian air dan mengantisipasi kemungkinan banjir rob yang lebih tinggi.
“Oleh karena itu, diadakannya imbauan, diadakan semacam ronda, artinya bergantian, tanggung jawab bersama. Karena kan air kita tidak tahu ketinggiannya sampai sejauh mana. Tetap harus ada antisipasi, bagaimana kalau ini terjadi rob lebih tinggi, jadi tetap harus ada ronda,” jelasnya.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Tangerang Catat 11 Kebakaran Lahan Dalam Satu Hari
Menurut Taufik, banjir rob merupakan bencana yang berulang kali terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Karena itu, upaya mitigasi dan kesiapan menghadapi kemungkinan kenaikan air laut perlu terus ditingkatkan.
Dia menambahkan, BPBD Kabupaten Tangerang terus mempersiapkan personel dan logistik untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik banjir rob di setiap wilayah, termasuk pola pasang surut air laut yang dapat berubah setiap hari.
Taufik memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan logistik terus dioptimalkan agar penanganan dapat dilakukan ketika masyarakat terdampak banjir rob. Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas di lapangan.
“Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini sudah dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob,” tuturnya.
Selain mengantisipasi banjir rob, BPBD Kabupaten Tangerang juga terus berkoordinasi dan memantau perkembangan prakiraan cuaca serta informasi dari BMKG untuk memperkirakan waktu terjadinya banjir rob.
BPBD Kabupaten Tangerang turut bersiap menghadapi musim penghujan yang berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah titik. Namun, saat ditanya mengenai langkah persiapan yang telah dilakukan serta lokasi rawan banjir ketika musim penghujan tiba, Taufik belum menjelaskan secara terperinci.
Baca Juga: 85 KK Warga Cirarab Alami Krisis Air Bersih, BPBD Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan
“Acuan kami tetap mengacu kepada BMKG. Namun kita ketahui bersama bahwa Tangerang itu juga berbatasan dengan DKI Jakarta. Bisa juga sama dan bisa juga berbeda, tergantung posisi daratnya, khususnya daerah pesisir Teluknaga, Mauk, dan sekitarnya,” kata Taufik. (alfian/aditya)

















