SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berencana merelokasi 40 rumah warga di Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, yang selama ini menempati lahan milik desa dan kerap terdampak banjir.
Program tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, mulai dari Baznas, Habitat for Humanity, Komida hingga penjajakan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Krakatau Tirta Industri (KTI).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana mengatakan, skema relokasi tersebut akan mengadopsi pola penanganan kawasan Domas.
Dalam skema itu, penyediaan lahan akan difasilitasi melalui koperasi, sementara masyarakat diberikan kesempatan mencicil biaya lahan.
“Kemarin tanggal 12 Oktober, kami sudah berkomunikasi dengan Komida. Alhamdulillah, mereka tertarik dan siap memfasilitasi program relokasi di Ranca Sanggal,” ujar Okeu, Senin (2/11/2026).
Okeu menuturkan, berdasarkan penjajakan awal, terdapat sejumlah alternatif lahan yang telah disurvei. Nantinya, Komida akan membantu proses negosiasi dan fasilitasi pembiayaan lahan.
Baca Juga: DPRKP Kabupaten Serang Siapkan Relokasi 17 Rumah Korban Bencana
Sementara untuk pembangunan fisik rumah, Pemkab Serang berencana mengolaborasikan anggaran APBD dengan Baznas. Masing-masing pihak, direncanakan mengalokasikan Rp25 juta, sehingga total bantuan pembangunan satu unit rumah mencapai Rp50 juta.
“Jadi Kabupaten Serang Rp25 juta, Baznas Rp25 juta. Satu rumah Rp50 juta. Kebetulan Baznas juga memiliki program Kampung Baznas. Kami ingin, program itu benar-benar bisa memindahkan satu kawasan permukiman menjadi Kampung Baznas Bahagia,” tambahnya.
Namun demikian, Okeu mengakui masih terdapat tantangan dalam merealisasikan program tersebut.
Hasil survei awal menunjukkan, kemampuan masyarakat untuk mencicil biaya pembelian lahan masih relatif rendah. Oleh marena itu, pihaknya turut menggandeng Habitat untuk membantu proses sosialisasi, advokasi, dan pendampingan masyarakat.
Dukungan Habitat, difokuskan pada aspek nonfisik agar warga memahami program relokasi, sekaligus mempersiapkan diri mengikuti skema pembiayaan yang ditawarkan.
Selain itu, DPRKP Kabupaten Serang juga tengah menjajaki peluang dukungan CSR dari PT Krakatau Tirta Industri (KTI).
Baca Juga: Di Kabupaten Serang Masih Tersisa 7.119 Unit Rutilahu
Okeu berencana mempresentasikan program tersebut, kepada manajemen KTI dengan harapan perusahaan dapat membantu penyediaan lahan bagi warga Ranca Sanggal.
Menurutnya, penjajakan tersebut didasari pertimbangan bahwa aliran air dari kawasan Rawa Danau melalui Cidanau menuju Pasauran, berkaitan dengan wilayah yang menjadi bagian dari aktivitas KTI.
“Kalau KTI bisa membantu menyiapkan lahannya, kemudian pembangunan fisiknya dari Baznas dan APBD, tentu program ini bisa lebih mudah direalisasikan. Jadi kami sedang mempersiapkan bahan untuk dipresentasikan kepada manajemen KTI,” ungkapnya.
Okeu menambahkan, rumah yang akan dibangun direncanakan berupa bangunan permanen dengan tipe 28 atau tipe 36.
Lokasi relokasi juga diupayakan tidak terlalu jauh dari permukiman lama agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan anak-anak tidak kesulitan mengakses sekolah.
“Prinsipnya, jangan sampai masyarakat dipindahkan terlalu jauh dari lokasi sebelumnya. Karena sebagian besar mata pencaharian mereka ada di sekitar situ. Jadi kami berupaya agar lokasi relokasi tetap dekat dengan tempat tinggal lama,” pungkasnya. (sidik)

















