SATELITNEWS.ID, SERANG–Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Fiandar, memastikan walaupun hujan situasi Pilkada di Banten berlangsung kondusif. Namun ia mengimbau, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi (terpengaruh) isu di media sosial (Medsos).
“Pantauan langsung maupun melalui para Kapolres yang melaporkan melalui handphone, situasi masih kondusif. Walaupun hujan, paling ada hambatan sedikit kehadiran pemilih di tempat, mungkin agak siang. Tapi itu wajar lah,” kata Kapolda, saat meninjau Tempat Pemungutan Suara di Perumahan Pejaten Mas, Kecamatan Kramatwatu, Rabu (9/12).
Selain itu untuk protokol kesehatan katanya, sejauh ini cukup bagus. Menurutnya KPPS sudah mengatur sedemikian rupa, agar tidak terjadi kerumunan. “Tadi kita lihat sendiri protokol kesehatan cukup bagus, dan sudah diatur kan 5 gelombang, per jam itu 50 – 60 orang. Saya rasa bisa terjamin untuk protokol kesehatan, khususnya untuk jaga jarak,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, untuk menjamin keamanan pihaknya telah menyiapkan pasukan sebanyak 4000 dan 1000 personil TNI yang disiapkan. “Pokoknya siap TNI dan Polri,” tandasnya.
Kapolda juga mengimbau, masyarakat agar tidak menghiraukan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Lebih baik kita mendengar informasi dari pihak yang berwenang, yang mempunyai kapasitas untuk menjelaskan itu, jangan mudah termakan isu di media sosial,” tuturnya.
Sementara, Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy berharap, angka partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini bisa meningkat dari Pilkada sebelumnya. Namun tentunya, harus memaksimalkan kondisi Pilkada ini harus berjalan aman, lancar, jujur, adil dan juga kaitan pelaksanaan protokol kesehatannya harus disiplin.
Baca Juga: KPU Lebak Evaluasi Celah Sengketa Pilkada 2024
“Jadi bagaimana pengetatan protokol kesehatan, itu penting untuk menghindari cluster baru,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























