SATELITNEWS.ID, CIKUPA—Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatary mengunjungi Pos Pengamanan Operasi Lilin Kalimaya di Kawasan Mardigras, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Selasa (22/12). Dalam kunjungannya itu, Ery didampingi Kepala Biro Operasi Polda Banten Kombes Pol Amiludin Roemtaat.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, kunjungan dari Wakapolda Banten untuk memastikan kesiapan Polresta Tangerang dalam mengamankan peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.
“Pak Wakapolda dan Pak Karo Ops ingin memastikan jajaran Polda Banten, dalam hal ini Polresta Tangerang siap dalam melaksanakan Operasi Lilin Kalimaya,” kata Ade.
Ade menambahkan, kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan personel, kesiapan sarana dan prasarana, serta kesiapan analisis wilayah menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021. Selain itu, kunjungan Wakapolda dan Karo Ops juga untuk memastikan Pos Pengamanan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan.
“Kami telah siap untuk mengamankan dua agenda itu yakni Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ade kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pada masa libur itu, Ade meminta masyarakat untuk tidak bepergian atau membuat kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Baca Juga: Dipimpin Kapolresta, Arena Judi Sabung Ayam di Jayanti Digulung Polisi
“Bila pada masa liburan ada pelanggaran protokol kesehatan, akan kami tindak,” tandasnya.
Selain itu, Kapolresta juga mengecek Pos Pengaman di Gereja Santo Gregorius Agung yang berada di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Saat tiba di lokasi, Ade yang turut didampingi Muspika Kecamatan Pasar Kemis langsung meninjau setiap sudut di lingkungan gereja. Selain untuk memastikan keamanannya, Ade juga ingin memastikan gereja sudah menerapkan protokol kesehatan.
“Seperti yang kita ketahui, tahun ini semua agenda, termasuk Natal, mesti sejalan atau memperhatikan protokol kesehatan,” kata Ade.
Orang nomor satu di Polresta Tangerang ini menyampaikan, Misa Natal diperbolehkan dilaksanakan tatap muka di gereja dengan persyaratan yang ketat. Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tangerang, kata Ade, Misa Natal bisa lakukan asalkan hanya dihadiri maksimal 30 persen dari kapasitas gereja atau ruangan.
“Oleh karena itu, kami berharap agar masyarakat, saudara kita umat Kristiani, mengutamakan Misa Natal secara online,” ujar Ade.
Dikatakan Ade, personel yang ditugaskan di Pos Pengamanan gereja, selain mengamankan Misa Natal, juga untuk memastikan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Setiap jemaat, kata Ade, wajib menggunakan masker dan pelindung wajah atau face shield.
Baca Juga: Kapolresta Tangerang Pimpin Pengamanan May Day, Jaga Kondusifitas Tanpa Henti
Tidak hanya itu, setiap jemaat juga wajib dicek suhu badannya sebelum memasuki gereja. Apabila suhu tubuh tinggi, maka akan diarahkan untuk kembali pulang.
“Dan sebelum memasuki gereja, agar mencuci tangan. Dan kami juga minta tidak ada kontak fisik seperti bersalaman,” tutur Ade.
Ade berharap, Misa Natal berjalan lancar dan aman serta tidak ada pelanggaran protokol kesehatan. Ade juga mengajak semua umat berdoa agar masa pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Kita berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Berdoa agar pandemi segera usai,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Mad Romli, memastikan pemerintah dan aparat kepolisian akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan (Protokes), saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Wabup juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang dalam menyambut Nataru 2021, agar tidak melakukan aktifitas yang menimbulkan kerumunan.
“Kita akan tindak tegas kepada pelanggar protokol kesehatan yang membandel dan akan kita bubarkan,” tegas Mad Romli usai menghadiri langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2020, dalam rangka Pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang diselenggarakan di depan Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Senin (21/12). (aditya)

















