SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Hari pertama pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Lebak, kemarin sedikit tersendat. Kondisi itu terjadi akibat peladen (server) aplikasi P-Care BPJS nya mengalami gangguan. Walaupun, akhirnya bisa kembali dilakukan.
“Jadwalnya pukul 09.00 WIB, tetapi belum bisa dilakukan proses pendaftarannya karena tadi dapat informasi masih ada masalah di sistem aplikasi P-Care Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) nya,” kata Kepala Puskesmas Rangkasbitung drg. Ika Sari Mustikawati, kepada wartawan, kemarin.
Ika Sari menjelaskan, sebelum divaksin, calon penerima harus menjalani dua tahapan yakni proses verifikasi pendaftaran dan skrining kesehatan. Setelah vaksin diberikan, penerima akan menuju meja observasi untuk pemantauan selama 30 menit.
“Semua yang didaftarkan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kalau sinyal stabil ya tetapi memang ada sedikit yang belum selesai katanya di sistem,” ucap Ika.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Triatno Supiyono membenarkan adanya kendala peladen yang sempat membuat vaksinasi tersendat. “Betul, ada kendala server. Tapi sudah bisa,” ujarnya.
Tahap pertama, Kabupaten Lebak mendapat jatah 8.040 dosis vaksin untuk tenaga kesehatan yang disuntikan dua kali untuk tenaga medis. Adapun pelaksanaannya, kata Triatno dilakukan secara bertahap. “Secara bertahap pelaksanaan Vaksinasi,” terangnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perkuat Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan Antisipasi Ancaman Superflu
Saat disinggung, pasca di vaksinasi adakah tenaga medis yang mengeluhkan? Triatno mengaku belum mendapatkan informasi hasilnya. “Belum ada informasi soal itu, tapi mudah-mudahan tidak ada kendala,” harapnya.(mulyana/made)
























