SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Diduga terkena percikan api, empat gudang di kawasan Pergudangan Dadap, Kecamatan Kosambi, ludes dilalap si jago merah, Kamis (4/3) pagi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, sebanyak empat gudang hangus terbakar diketahui merupakan milik PT. Wen Jaya, Jian Meng Electronic dan PT. KMA Plastik. Katanya, berdasarkan salah satu saksi, api tiba-tiba saja muncul di salah satu gudang milik PT. Wen Jaya, lalu merembet ke tiga gudang lainnya.
Saksi dan beberapa pegawai serta petugas pemadam setempat, sempat mencoba untuk memadamkan api, dengan menggunakan dua unit mobil pemadam yang tersedia di kawasan. Namun, api yang semakin membesar dan sangat sulit untuk dipadamkan. Sampai akhirnya, meminta bantuan kepada Damkar BPBD.
“Jenis yang terbakar di gudang itu merupakan alat-alat rumah tangga,” kata Kosrudin kepada Satelit News, Kamis (4/3).
Kata Kosrudin, setelah mendapatkan laporan adanya kebakaran di Kawasan Pergudangan Dadap, pihaknya langsung menuju ke lokasi dengan mengerahkan 10 mobil armada untuk menjinakan kobaran api. Menurutnya, total mobil pemadam yang dikerahkan sebanyak 12 unit.
“Mobil dari Mako 6 unit, dari sekitar kawasan ada 2 unit dan dibantu dari Kota Tangerang 4 unit mobil,” ujar Kosrudin.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Tangerang Catat 11 Kebakaran Lahan Dalam Satu Hari
Kosrudin menduga, api yang menghanguskan 4 gudang tersebut, disebabkan dari percikan mesin las bubut yang mengenai bahan bakar. Kemudian merembet ke bahan material di gudang.
Kata Kosrudin, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp4 miliar, karena satu gudang dinilai Rp1 miliar. “Saya masih baru menduga secara pribadi api berasal dari percikan kegiatan las bubut,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Regu Tim Pemadam Kebakaran Margono Agus menambahkan, agar setiap gudang atau pabrik selalu waspada. Beruntung dalam peristiwa kebakaran gudang di Kosambi tidak ada korban luka ataupun jiwa. “Beruntung tidak ada korban luka ataupun jiwa,” pungkasnya. (alfian/aditya)

















