SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kabar duka yang datang tiba-tiba itu mengejutkan umat muslim di Banten. Ulama besar KH Uci Turtusi bin KH Dimyati, pengasuh pondok pesantren Al-Istiqlaliyah Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang meninggal dunia, Selasa (6/4) pagi. Tanpa dikomando, ribuan orang mendatangi rumah duka untuk berbela sungkawa kepada tokoh yang dikenal dengan nama Abuya Uci tersebut.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengaku kaget dan tidak menduga atas kepergian Abuya Uci untuk selama-lamanya. Zaki sempat bertemu dengan ulama yang juga sahabat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, pekan lalu.
Menurut Bupati, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, sebelum meninggal Abuya Uci sempat mengalami sesak nafas. Sakit itu dirasakannya setelah menunaikan salat subuh.
“Cukup terkejut karena terakhir ketemu kondisi masih sehat. Kemungkinan bila dengan gejala yang disebutkan tadi itu, beliau mengalami serangan jantung. Namun, kalau kondisi pastinya beliau, saya belum tahu, tapi memang informasi yang saya terima, bila beliau mengalami sesak nafas selepas salat subuh,”kata Zaki saat bertakziah di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Kampung Cilongok, Selasa (6/4).
Kerabat dekat Abuya Uci Turtusi, Agung Permana mengatakan Abuya Uci akan dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah. Dia dimakamkan dekat dengan makam ayahnya, Abuya Dimyati.
“Abah dimakamkan di dekat masjid yang baru, dekat makam Abuya Dimyathi,” ungkap Agung Permana kepada Satelit News, Selasa (6/4).
Baca Juga: 9 Jamaah Haji Banten Meninggal Dunia di Tanah Suci
Salah seorang jamaah asal Kecamatan Solear, Zulkarnain mengaku langsung berangkat menuju rumah duka saat mendapat kabar ulama panutannya meninggal dunia. Zulkarnaik yang datang bersama rekan-rekannya kesulitan untuk masuk mendekati lokasi pemakaman. Akses menuju Kampung Cilongok macet.
“Macet, jamaah pada datang darimana-mana ini. Mau ke dalam lokasi pemakaman belum bisa masuk. Informasinya akan dimakamkan pada jam 2 siang. Semoga saya bisa masuk melihat langsung proses pemakamannya,” ujarnya.
Zulkarnain mengaku, dirinya merasa kehilangan sosok Abuya Uci. Pasalnya, dia kerap mengikuti pengajian di Majelis Ta’lim Al-Istiqlaliyyah ini. Sambil menangis, Zul mengatakan, Abuya Uci merupakan salah satu ulama panutan umat Islam, khususnya di Provinsi Banten.
“Air mata ini menjadi saksi atas wafatnya beliau, bahwa air mata kami dengan zikir mengiringi pemakaman beliau. Doa kami untuk Abuya Uci akan selalu mengiringi beliau,” ungkap Zul.
Kehadiran ribuan jamaah membuat aparat bergerak untuk mencegah kerumunan. Mereka juga mengingatkan pelayat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, meski dalam suasana duka atas kepulangan Abuya Uci, namun masyarakat tidak boleh melupakan protokol kesehatan. “Kami sangat memahami suasana duka. Namun dengan segala hormat dan dengan segala kerendahan hati, kami imbau masyarakat untuk memanjatkan doa tahlil dari rumah, mushola, masjid-masjid, pondok-pondok pesantren masing-masing untuk almarhum Abuya Uci,” kata Wahyu.
Baca Juga: Remaja Tewas Dianiaya di Ciputat, Polisi Sebut Gegara Dendam Tawuran
Untuk mengantisipasi kerumunan, Polresta Tangerang bersama unsur TNI dan pemerintah daerah melaksanakan kegiatan penyekatan di beberapa titik. Kegiatan itu dilakukan untuk memberitahu masyarakat yang hendak ke kediaman Abuya Uci doa agar tidak melanjutkan perjalanan.
“Langkah ini kami lakukan demi kemaslahatan yakni upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” terang Wahyu.
Wahyu menjelaskan, penyekatan dilaksanakan di beberapa titik diantaranya di Perempatan Picung, Perempatan Pasar Kemis, dan Pertigaan Cilongok yang dilaksanakan oleh personel Polsek Pasar Kemis. Sedangkan Polsek Rajeg, melaksanakan kegiatan penyekatan di Pertigaan Kukun.
Polsek Cikupa melaksanakan kegiatan penyekatan di Gerbang Tol Kedaton. Polsek Panongan di Bundaran 3 Citra Raya. Polsek Cisoka di Perbatasan Cikande-Jayanti. Polsek Mauk di Perbatasan Mauk-Rajeg. Dan Polsek Balaraja di Jalan Irigasi Jaliteng.
“Kegiatan melibatkan BKO 1 SSK Satuan Sabhara sebanyak 55 personel ditambah 250 anggota Polresta Tangerang dan polsek jajaran. Juga 80 personel Kodim 0510 Tigaraksa, petugas Satpol PP, dan rekan-rekan Ansor Banser serta satuan khusus pondok pesantren,” jelas Wahyu.
Kepada masyarakat yang hendak bertakziah ke rumah duka, Abuya Uci, diberi edukasi dan himbauan mengenai protokol kesehatan. Setelah diberi pemahaman, masyarakat dapat mengerti dan tidak melanjutkan perjalanan ke Abuya Uci.
Baca Juga: 6 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Pandeglang
Pada kesempatan itu, Wahyu mewakili Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten mengucapkan duka cita mendalam atas kepergian Abuya Uci. Wahyu mengajak masyarakat berdoa dari tempat masing-masing untuk almarhum Abuya Uci.
“Mari doakan beliau dari rumah masing-masing. Kami imbau tidak perlu ke Cilongok untuk tahlil. Cukup di rumah, masjid dan ponpes masing-masing,” tandasnya.
Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli emnyampaikan duka cita ata kepergiaan Abuya Uci. Memurutnya, umat muslim di Kabupaten Tangerang akan merasa kehilangan ulama ternama itu.
Menurut Ombi, Abuya Uci merupakan tokoh ulama yang menjadi panutan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang. Abuya Uci selalu mengajarkan nilai-nilai Islam dengan penuh rahmataalilalamin, dan juga sangat dekat dengan Pemerintah.
“Beliau memiliki hati yang mulia, oleh karenanya atas nama pribadi dan Pemkab Tangerang, menyatakan turut berduka atas meninggalnya ulama tercinta Abuya Uci, ” ungkapnya. (alfian/gatot)
