SATELITNEWS.COM, SOLEAR—Monyet liar berulah hingga membuat resah warga Desa Cikareo, Kecamatan Solear. Warga pun melaporkan keluhan ini lewat saluran pengaduan kedaruratan 112. Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang bergerak cepat merespon pengaduan itu, terkait monyet liar yang menganggu rumah warga dan SDN 1 Desa Cikareo, Minggu (2/5).
Camat Solear H. Sony Karsan mengungkapkan, ada beberapa monyet yang memasuki kawasan pemukiman warga di Desa Cikareo. Kata dia, hewan tersebut merupakan satwa yang ada di kawasan Taman Wisata Religi Solear. Lanjutnya, monyet itu keluar dari area taman, karena tidak adanya pengunjung saat pandemi Covid-19.
“Terkait monyet yang masuk ke permukiman, sudah saya infokan ke kepala desa untuk mencari solusi dalam rangka pemberian pakan binatang tersebut,” ujarnya, Minggu (2/5).
Perlu diketahui, di Desa Solear Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, terdapat makam kramat dan hutan lindung. Dimana di kompleks tersebut, ada banyak monyet yang hidup dan mengandalkan makanan dari pengujung yang berziarah dan berwisata.
Sony menambahkan, selain kurangnya pakan, monyet tersebut terlibat perkelahian untuk menguasai suatu wilayah. Sehingga ada beberapa monyet yang pergi untuk mencari tempat yang aman.
“Monyet ini keluar dari kawasan taman, selain karena pakan, disebabkan juga karena adanya perkelahian perebutan wilayah, mangkanya monyet itu keluar dari kawasan taman,” jelasnya.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, 8 Pohon Tumbang di Tangerang, Tiga Rumah Warga Tertimpa
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Saptho Nurtjahja mengatakan, timnya telah melakukan peninjauan lokasi monyet liar yang menggangu rumah warga di Desa Cikareo Kecamatan Solear.
“Tim kami yang ada di Pos Cisoka sudah meninjau lokasi untuk melakukan evakuasi monyet tersebut dari kawasan pemukiman warga,” ujar Bambang.
Kata Bambang, saat ini timnya memantau keberadaan monyet yang berada di sekolah dasar di Desa Cikareo dan rumah warga. Ia juga menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut, karena tidak punya senjata bius.
“Kami berharap dengan pihak desa bisa menyediakan alat tradisional untuk menangkap monyet liar tersebut secara bersama-sama,” harapnya.
Kepala Desa Cikareo Abdul Azid, sudah mengambil langkah guna menyikapi teror dari monyet yang meresahkan warganya itu. “Tadi saya sudah menelpon pihak BPBD Kabupaten Tangerang melalui panggilan darurat 112. Alhamdulillah, pihak pemadam juga sudah datang kesini untuk melihat lokasi. Mengingat monyet ini sudah meresahkan juga ya, dengan menjarah warung warga disini,” tandasnya.
Azid melanjutkan, dia memaklumi dengan situasi sekarang ini mengenai Covid-19. Dia mengimbau kepada masyarakat Desa Cikareo, untuk tidak panik dan tetap menjaga pintu, serta jendela rumah tetap tertutup. Hal ini dilakukan guna menghindari monyet yang ingin masuk ke dalam rumah, untuk mengambil makananan warga.
Baca Juga: Imbas Kebakaran di Kosambi, Pemilik Gudang Mainan Rugi Rp 6 Miliar
“Saya mengimbau untuk warga Desa Cikareo agar tidak panik, mengingat sudah ada tim dari pemadam kebakaran yang tiba di lokasi. Mungkin untuk sekarang mereka (tim pemadam kebakaran) sedang membaca lokasi untuk evakuasi monyet, mungkin besok bisa dilakukan evakuasi. Saya harap tidak pakai cara kekarasan ya, karena monyet kan juga makhluk hidup,” pungkasnya. (aditya)
