SATELITNEWS.ID, SERANG–Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, mendorong pembuatan rancangan terkait dengan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena dilihat, dari jumlah kasusnya di Kabupaten Serang, sampai saat ini masih tinggi.
Tatu mengatakan, pihaknya telah menyampaikan apresiasi terhadap pihak kepolisian baik Polres Serang, Polres Serang Kota dan Polres Kota Cilegon, yang sudah bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), menangani persoalan di masyarakat, terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Setiap ada persoalan, mereka turun ke lapangan dengan cepat, sekaligus mengawal sampai ke pengadilan. “Sekarang dilihat dari jumlah kasusnya (kekerasan terhadap perempuan dan anak,red) di Kabupaten Serang, masih tinggi (tanpa menyebut jumlah kasusnya,red),” kata Tatu, usai memberikan piagam penghargaan bagi kepolisian khusus unit PPA, di ruang TB Suwandi Kabupaten Serang, Kamis (20/5).
Namun katanya, kedepan pihaknya mendorong pembuatan rancangan terkait dengan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang lebih konkrit. Karena jika hanya menangani persoalan, tentunya akan sangat berat dan akan terus bertambah.
“Kalau kita masuk ke pencegahan lebih masif lagi, semua komponen masyarakat diajak, InsyaAllah kita berharap bisa semakin ditekan, semakin kecil persoalannya,” ujarnya.
Selain itu menurutnya, dalam pelaksanaannya harus melibatkan pihak sekolah. Sebab berdasarkan laporan kasus yang ditangani, akar persoalannya di anak usia sekolah. “Pelakunya anak yang masih sekolah. Ini kan PR (Pekerjaan Rumah) berat buat kita semua. Bagaimana nasib generasi muda kedepan, kalau tidak kita selesaikan dan dipersiapkan dari sekarang,” tuturnya.
Baca Juga: Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi
Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen di tingkat Kabupaten, untuk melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia-pun mengaku, akan mengoptimalkan sosialisasi P2TP2A di masing – masing kecamatan.
“Kita akan bentuk PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat). Ini merupakan gerakan masyarakat melindungi anak. Nanti kita siapkan draftnya,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
























