SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Seorang petani tewas tersambar petir di Kampung Cibintarok, RT/RW 02/04, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Jumat (18/6/2021). Sarmad (60) disambar petir ketika sedang berteduh di gubuk sawahnya sewaktu hujan turun.
Sarmad sedang menggarap ketika hujan disertai petir mulai turun sekira pukul 14.00 wib. Dia bersama istrinya kemudian berteduh di gubuk. Namun korban lupa mematikan handphone (HP) miliknya yang disimpan di gubuk tersebut, sehingga petir menyambarnya.
Sarmad sempat dibawa ke Puskesmas Sobang. Sementara istri korban yang juga berada di gubuk berhasil selamat.
Kepala Puskesmas Sobang, Agus Surya membenarkan, peristiwa naas yang menimpa Sarmad akibat HP tidak dimatikan saat hujan lebat yang disertai petir.
“Ya saat itu korban ada di sawah. Menurut istri korban, suaminya duduk di dekat handphone ketika ada petir. Korban langsung terpental tersambar petir,”ujar Agus Surya saat dihubungi telepon, Jumat (18/6/2021).
Menurut Agus, korban juga sempat dilarikan ke Puskesmas Sobang untuk mendapat perawatan medis. Namun belum juga sampai, korban langsung meninggal dunia.
“Pas ada di depan Puskesmas, nyawa pasien sudah tidak tertolong, itu juga mau terus dibawa ke dalam untuk didata, tapi pihak keluarga ingin langsung dibawa ke rumah untuk dikebumikan,” jelasnya.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan kejadian tersebut. Ia juga sedang menggali kronologisnya. “Ya, saya juga sudah mendapatkan informasi itu, dan dipastikan benar ada warga Pangkalan yang meninggal akibat petir,” katanya.
Atas kejadian itulah dia juga mengimbau kepada masyarakat agar waspada saat hujan lebat yang disertai petir. Dia meminta masyarakat segera masuk ruangan, jangan berlindung di bawah pohon, jauhi kolam renang, jauh tempat terbuka dan berhenti mengendarai sepeda motor.
Ade menambahkan ketika di rumah harus waspada jika ada petir, karena ada beberapa peralatan rumah yang bisa menjadi jalur potensial dilalui alur listrik dari petir yakni, saluran telepon atau ponsel, internet, TV dan lainnya yang terbuat dari logam.
“Karena itulah saya mengimbau jangan lupa mematikan TV, internet, ponsel dan lainnya yang bisa mengakibatkan tersambar petir,” tandasnya. (nipal/gatot)