SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Jumlah tenaga pendidik di Kabupaten Tangerang yang meninggal dunia selama pandemi Covid-19 terus bertambah. Ketua PGRI Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman menyatakan hingga Kamis (15/7/2021), sebanyak 65 tenaga pendidik wafat.
“Selama pandemi ini ada 65 tenaga pendidik di Kabupaten Tangerang yang meninggal dunia. Penyebabnya juga beragam yang rata-rata meninggal karena sakit tapi kalau sakitnya apa bukan kewenangan kami. Apalagi bilang sakitnya karena Covid-19 karena yang menentukan itu harusnya Dinkes dan Dindik. Kami hanya mendata ada tenaga pendidik yang meninggal selama pandemi ada 65 orang,” ungkap Bibing, Kamis (15/7/2021).
Dia berharap ada solusi terhadap berkurangnya guru-guru pendidik selama pandemi Covid-19. Kekurangan tenaga pendidik, kata Bibing, adalah permasalahan serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang.
“Oleh sebab itu, saya bilang ini merupakan bencana bagi dunia pendidikan bagi kami karena untuk menggantikan yang meninggal itu pastinya kita kesulitan. Oleh sebab itu saya berharap masyarakat untuk sama-sama berdoa agar semuanya bisa segera berakhir,”ungkapnya.
Bibing menyatakan PGRI sudah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Organisasi para guru itu meminta Dindik menarik kembali atau menangguhkan masa pensiun para guru yang telah purna bakti dan masih sehat. Para guru itu untuk sementara diminta mengajar dan menggantikan yang meninggal dunia sampai ada penggantinya.
“Dan kita berharap rekrutmen tenaga pendidikan juga disegerakan karena ini masalah penting untuk kemajuan dunia pendidikan,” lanjutnya.
Lebih jauh Bibing menyatakan hingga kini menyatakan 95 persen tenaga pendidik di Kabupaten Tangerang telah divaksinasi Covid-19. Dia berharap para siswa juga dapat segera divaksin.
“Kami sebenarnya berharap bukan hanya tenaga pendidik yang divaksin tapi juga peserta didiknya. Ini demi memberikan keamanan bagi seluruh unsur yang ada dalam dunia pendidikan dan memperkecil kemungkinan paparan Covid-19 dari klaster sekolah,” terangnya.
“Yang terpenting kita berharap protokoler kesehatan ketat harus tetap dijalankan untuk meyakinkan bahwa pandemi ini segera bisa teratasi dan dunia pendidikan akan bisa berjalan seperti sedia kala,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah mengungkapkan pihaknya tidak dapat menunda pensiun guru yang sudah purna bakti. Hal itu disebabkan peraturan mengenai pensiun diatur oleh UU ASN.
“Ngga ada aturannya penangguhan. Usia pension sesuai aturan UU ASN,”ungkap Syaifullah, Kamis (15/7/2021).
Syaifullah mengaku ada permintaan dari PGRI agar tenaga pendidik yang sudah pensiun dan masih sehat dapat direkrut sebagai tenaga honor. Permintaan itu disampaikan PGRI karena kekurangan tenaga pendidik.
“Itu menjadi bahan pemikiran dan diskusi kami ke depan, dalam hal ini stakeholder terkait. Dindik masih melakukan pembahasan internal terkait aspirasi PGRI untuk disesuaikan dengan aturan,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin mengungkapkan kurang lebih 30 tenaga pendidik saat ini melakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19. Sementara jumlah tenaga pendidik yang meninggal dunia selama pandemi, kata Jamaluddin, di bawah 10 orang.
“Yang isolasi mandiri di bawah 30 orang. Sementara yang meninggal dunia di bawah 10 orang. Ada yang disebabkan Covid-19 tapi ada juga yang diabetes dan darah tinggi,”ungkap Jamaluddin. (mg1)