SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Vaksinasi Covid-19 kepada pelajar SMA/SMK atau Sekolah Kesehatan di Kabupaten Tangerang terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 15.581 siswa sudah divaksin.
Kepala Seksi SMK dan Skh Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang Maksis Sakhabi menjelaskan sebanyak dari 47.211 siswa SMA negeri dan swasta di Kabupaten Tangerang, 4.816 diantaranya sudah divaksin. Sedangkan siswa SMK negeri dan swasta yang sudah divaksin sebanyak 10.602. Jumlah keseluruhan target vaksinnya sebanyak 51.489 siswa.
“Selanjutnya untuk sekolah kesehatan negeri dan swasta baru 163 orang yang divaksin dari total 1.199 siswa,”ungkap Maksis Sakhabi, Minggu (29/8/2021).
Sementara itu sebanyak 3.420 dari 3.979 guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMA negeri dan swasta, baik ASN maupun non ASN, sudah divaksin. Angkanya mencapai 86 persen.
“Sebanyak 3.588 dari 4.549 guru dan tenaga kependidikan SMK negeri dan swasta ASN dan Non ASN sudah divaksin, atau berada di kisaran 79 persen. Sedangkan guru dan tenaga kependidikan SKh negeri dan swasta yang sudah divaksin sebanyak 226 orang dari total 276. Persentasenya sebanyak 82 persen,”ungkap Maksis.
Maksis menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten terus melaksanakan vaksinasi Covid-19. Pemprov Banten bersama pemkab/pemkot bersinergi untuk melaksanakan program tersebut. Maksis mengatakan melalui Dinkes Tabupaten Tangerang pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi pelajar tingkat SMA, SMK dan SKh.
“Peran Pemkab Tangerang cukup baik dan kooperatif membantu pelaksanaan vaksinasi ini. Sementara ini kita sudah melaksanakan vaksinasi sebanyak 67 persen pelajar SMA SMK dan SKh,” jelasnya.
Maksis mengungkapkan ada kendala dalam pelaksanaan vaksinasi pelajar. Diantaranya adalah kesulitan akses atau minim sosialisasi.
“Kesulitan vaksinasi pelajar ini salah satunya adalah sosialisasi ke pelajar dan orang tua terkendala akses. Kita sosialisasikan secara daring tentu hanya yang mampu mengakses saja yang bisa mengikuti,” jelasnya.
“Selain itu, banyak berita berita hoax yang juga bisa saja mempengaruhi rasa percaya diri pelajar atau orang tua siswa untuk mengizinkan anaknya mendapatkan vaksin,”tandasnya. (mg5)