Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Tangerang Siapa yang Punya? (Refleksi Hari Jadi Kabupaten Tangerang)

Oleh: Ahmad Syaikhu*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 13 Okt 2021 08:05 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Tangerang Siapa yang Punya? (Refleksi Hari Jadi Kabupaten Tangerang)

REFLEKSI HARI JADI KABUPATEN TANGERANG: Ahmad Syaikhu, Pemerhati Sosial, Dosen STISNU Tangerang, dan Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang. (DOK PRBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Penyebaran nilai dakwah dan kesetiaan pada pemimpin yang dimiliki oleh tiga pendiri Tangerang, sudah seharusnya tersosialisasikan secara massif dan terstruktur sehingga terserap oleh lapisan masyarakat bahkan menjadi koreksi bagi rekontruksi sejarah nasional bangsa Indonesia.

 

PENGGALIAN fakta sejarah membuktikan bahwa hari jadi Kabupaten Tangerang yang sebelumnya diperingati setiap tanggal 27 Desember, kemudian dalam sidang paripurna DPRD diubah dan disahkan menjadi 13 Oktober sebagaimana Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Hari Jadi Kabupaten Tangerang.

Namun sudah dua tahun berjalan, baik peringatan bahkan sosialisasi masih terkesan elitis dan minim sosialisasi. Itu harus diakui ketika warga pinggiran, bahkan dari strata sosial menengah, masih gagap harus seperti apa menjiwainya. Alih-alih ingin punya rasa memiliki, mau merayakannya saja terusik oleh benturan kebutuhan primer.

Memang betul, gegap-gempita sebuah peringatan tidak relevan di tengah wabah Covid-19 ini. Tapi, tentang hak asal-usul wilayah dan garis perjuangan pendirian Tangerang ini harus terefleksi dengan baik. Sebab, bila belum ada rasa memiliki dari masyarakat bawah, peringatan hari jadi kabupaten hanya sebuah atraksi.

Ini artinya perpindahan hari jadi Kabupaten Tangerang belum sepenuhnya menyentuh dan kurang menggugah hati warga. Beda halnya ketika perayaan menjelang 17 Agustus-an,  simbol-simbol perjuangan berjejer meriah di sudut desa sampai ke pojok kampung.

Atau bisa bandingkan dengan peringatan hari lahir Pancasila. Sejarah mencatat bahwa Soekarno-lah penggagas dasar negara, namun Pancasila dengan nilai sila-silanya selalu menjadi pokok utama pendalaman. Bukan Soekarnoisme-nya (malah sejak orde baru gencar de-Soekarnoisasi).

Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

Begitu juga seharusnya, seiring dengan penemuan fakta baru tentang sejarah berdirinya pemerintahan Kabupaten Tangerang. Harus ada langkah berkesinambungan tentang pendalaman dan kesadaran mengenai pandangan hidup masyarakat, yang kini telah menemukan genealogi-nya sebagai warga Tangerang.

BeritaTerbaru

Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB

Tentunya, tugas ini bukan pekerjaan ringan. Artinya pemerintah Kabupaten Tangerang mempunyai tanggung jawab besar untuk mengikat seluruh lapisan masyarakat supaya tiap individu mendalami rasa ke-Tangerang-annya.

Melalui tulisan ini saya ingin melemparkan sebuah pertanyaan tentang pengalihan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tangerang ini sebenarnya untuk siapa?  Siapa yang punya?

Apakah hanya untuk tokoh-tokohnya saja-kah? Buat anak orang kaya-kah? Atau bagi anaknya para politisi?

Semoga jawabannya adalah: yang punya kita semua.

Ingatkah kita, tentang sebuah pengertian asal-usul berdirinya bangsa, Ernest Renan berkata: “bangsa adalah kelompok orang yang ingin bersatu”. Otto Bauer berpendapat: “satu persatuan perangai yang timbul karena memiliki kesamaan nasib.”

Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah

Jadi, dari kesamaan nasib dan cita-cita yang dimiliki, ada ikatan batin yang melekat di tiap pribadi dalam satu kewilayahan, itulah semestinya pijakan dasar kita memperingati hari jadi Kabupaten Tangerang.

 

Refleksi Sekilas Sejarah

Pada 13 Oktober tahun 1632, menurut keterangan berbagai sumber, Sultan Banten memerintahkan kepada tiga Arya; yakni Arya Wangsakara, Arya Jaya Sentika, dan Arya Maulana Yudhanegara untuk membuka perkampungan baru di antara Sungai Cisadane dan Cidurian. Hingga terbentuklah Kesultanan Lengkong Sumedang dengan Arya Wangsakara sebagai sultannya dengan nama Sultan Lengkong.

Wilayah di bawah kekuasaan Aria Wangsakara itu kemudian berkembang pesat hingga memiliki pemerintahan sendiri. Kemudian wilayah Lengkong Sumedang ini dikenal sebagai wilayah Keariaan Tanggerang. Lama kelamaan, Keariaan Tanggerang berubah lafal menjadi Tangerang.

Demikianlah, patriotisme melawan penjajah dan membela tanah air. Penyebaran nilai dakwah dan kesetiaan pada pemimpin yang dimiliki oleh tiga pendiri Tangerang, sudah seharusnya tersosialisasikan secara massif dan terstruktur sehingga terserap oleh lapisan masyarakat bahkan menjadi koreksi bagi rekontruksi sejarah nasional bangsa Indonesia.

Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Tangerang bukan sedang mengedepankan retorika atau formalitas saja, kemudian berpangku tangan sambil menunggu kesadaran masyarakat. Melainkan juga bisa terus-menerus membangun jiwa dan raga penduduknya, sehingga di masa depan dari generasi ke generasi tidak akan tergerus zaman dan dijauhkan dari infrastruktur yang tidak berprikemanusiaan. (*)

 

*(Pemerhati Sosial, Dosen STISNU Tangerang, dan Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang)

Tags: hut kabupaten tangerangpemkab tangerangrefleksi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
Headline

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Di hari keempat, tim SAR gabungan, melakukan pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Hari Keempat, Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK Masih Nihil

Jumat, 11 Sep 2026 19:57 WIB
MENUNJUKKAN LIFE JACKET : Pemilik Kapal Arupadatu 1, Sandi menunjukkan life jacket yang sempat ditemukan tim SAR gabungan. (ISTIMEWA)
Banten Region

Temuan Jaket Pelampung Dipastikan Bukan dari Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis

Jumat, 11 Sep 2026 18:49 WIB
Buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang. (ALFIAN/SATELIT NEWS)
Headline

Buruh Tangerang Kantongi Rekomendasi DPRD, Dorong Pengesahan RUU Perlindungan Tenaga Kerja

Jumat, 11 Sep 2026 15:47 WIB
Headline

Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel

Jumat, 11 Sep 2026 15:42 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Ditengah Aktivitas Erupsi GAK, Anggota DPC Partai Demokrat Pandeglang Bagikan Masker

Ditengah Aktivitas Erupsi GAK, Anggota DPC Partai Demokrat Pandeglang Bagikan Masker

Senin, 7 Sep 2026 19:54 WIB
Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal

Perumda Tirta Benteng Butuh Pengawasan Internal

Selasa, 8 Sep 2026 08:24 WIB

Antisipasi Sisa Abu Vulkanik, PJJ di Tangsel Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 8 Sep 2026 11:09 WIB
BELAJAR DARI RUMAH -- Seorang pelajar di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, melakukan belajar dari rumah didampingi orang tuanya, usai Pemkab Lebak memberlakukan PJJ yang kembali di perpanjangan sampai 11 September 2026, Rabu (9/9/2026). (MULYANA/SATELITNEWS.COM)

Dampak Erupsi GAK Masih Terasa, Pemkab Lebak Perpanjang Kebijakan PJJ

Rabu, 9 Sep 2026 19:17 WIB
Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.