Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Moderasi Beragama Budaya Luhur Tangerang

Oleh: H Muhidin A Kodir*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 1 Des 2021 18:26 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Moderasi Beragama Budaya Luhur Tangerang

MODERASI BERAGAMA: H Muhidin A Kodir, Ketua PAC GP Ansor Kabupaten Tangerang/Pengurus FKUB Kabupaten Tangerang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KAMPANYE moderasi beragama kembali digaungkan pemerintah seiring dengan ditetapkannya tahun 2019 sebagai tahun toleransi beragama.

Seberapa penting moderasi beragama, tentunya harus dipahami istilah moderasi agama terlebih dahulu, untuk menyamakan frekuensi pada alur makna yang dirumuskan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bukan makna dan tafsir “moderasi beragama” dari yang lain, karena memaknai suatu istilah bukan dari sumbernya cenderung biasa, apalagi mengambil tafsir dari orang yang tidak sepaham, karena tidak dipungkiri masih banyak orang yang salah memahami makna moderasi beragama.

Kata “moderasi” memiliki korelasi dengan beberapa istilah. Dalam Bahasa Inggris kata “Moderasi” berasal dari kata moderation, yang berarti sikap sedang, sikap tidak berlebihan.

Dalam buku moderasi beragama yang diterbitkan Balai Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2019, dijelaskan bahwa moderat adalah sebuah kata sifat, turunan dari kata moderation, yang berarti tidak berlebih-lebihan atau berarti sedang.

Dalam Bahasa Indonesia, kata ini kemudian diserap menjadi moderasi, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai pengurangan kekerasan, atau penghindaran keekstreman.

Baca Juga: Legislator Kabupaten Tangerang Siapkan Pembahasan Perda LGBTQ

Dan, ketika kata moderasi disandingkan dengan kata beragama, menjadi moderasi beragama, istilah tersebut berarti merujuk pada sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam praktik beragama.

Sedangkan dalam Bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang).

BeritaTerbaru

Anak Wali Kota Tangerang Jadi Korban Aksi Pecah Kaca, Dua Tas dan Uang Belasan Juta Raib

Anak Wali Kota Tangerang Jadi Korban Aksi Pecah Kaca, Dua Tas dan Uang Belasan Juta Raib

Minggu, 5 Jul 2026 16:25 WIB
Putri Wali kota Tangerang Terpilih Secara Aklamsi Pimpin Golkar Cipondoh Periode 2026-2031

Putri Wali kota Tangerang Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar Cipondoh Periode 2026-2031

Minggu, 5 Jul 2026 15:34 WIB
NAIK LEVEL - Aktivitas GAK di perairan Selat Sunda naik dari level, dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). (ISTIMEWA)

GAK Siaga, KSOP Kelas I Banten Beri Peringatan Keras Kepada Seluruh Kapal

Minggu, 5 Jul 2026 14:21 WIB
MENERIMA LAPORAN : Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea (dua dari kiri), menerima laporan dugaan tindak kekerasan seksual. (ISTIMEWA)

Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Diambil Alih, Polda Banten Lakukan Pendampingan Hukum

Minggu, 5 Jul 2026 14:09 WIB

Adapun lawan kata moderasi adalah berlebihan, atau tatharruf dalam Bahasa Arab, yang mengandung makna extreme, radical, dan excessive dalam Bahasa Inggris. Kata extreme juga bisa berarti “berbuat keterlaluan, pergi dari ujung ke ujung, berbalik memutar, mengambil tindakan/jalan yang sebaliknya”. Dalam KBBI, kata ekstrem didefinisikan sebagai “paling ujung, paling tinggi, dan paling keras”.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa moderasi beragama memberi pelajaran untuk berfikir dan bertindak bijaksana, tidak fanatik atau terobsesi buta oleh satu pandangan keagamaan seseorang atau kelompok saja, tanpa mempertimbangkan pandangan keagamaan orang atau kelompok lainnya.

Moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat, apa pun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola emosi dan mengatasi perbedaan di antara mereka.

Moderasi beragama adalah suatu sikap dan ikhtiar untuk mengembangkan dan memperkuat suasana kehidupan sosial masyarakat, yang harmonis, rukun, toleran, dengan bernafaskan pada nilai-nilai religious, karena sejatinya setiap agama memiliki ajaran nilai-nilai kemanusian.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Tangerang Nilai Perpres Bisa Jadi Dasar Perda Terkait LGBTQ

Gambaran di atas menunjukan bahwa moderasi beragama bukanlah hal baru atau agenda titipan apalagi dianggap isu rekayasa. Melainkan telah hidup dalam perjalanan panjang nenek moyang nusantara, yang sudah terbiasa hidup rukun dan dikenal toleran jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Juga dikenal sebagai masyarakat heterogen yang guyub dan suka tolong menolong pada sesama yang terpleset di jalan tanpa harus bertanya agama dan etnisnya, hingga kini. Bukan hanya pada umat beragama pada umat yang tidak beragama, pun masyarakat Indonesia sudah toleran yang dibingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Karenanya, diskursus dan kampanye moderasi agama selalu menjadi penting untuk mengurai akar sejarah dan budaya toleransi sebagai penguat tumbuh dan berkembang toleransi beragama pada setiap generasi.

 

Narasi Sejarah, Ideologi, dan Budaya

Sejarah moderasi beragama di Tangerang sesungguhnya telah lama  tumbuh dan berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembang daerah ini sebagai pusat perniagaan laut dan sungai sebagai akses masuk pedagang dari berbagai daerah dengan ragam etnis dan agamanya.

Rujukan sejarah dan referensi akademik memiliki bukti kuat, bahwa Tangerang dan Banten masa lalu adalah garis perlintasan jalur perdagangan via sungai dan laut, yang menjadi wilayah kosmopolit, pusat perdagangan internasional yang melibatkan berbagai suku bangsa nusantara bahkan dunia.

Laporan tertulis serta studi akademik dari Bangsa Eropa, China, dan Arab, membuktikan hal ini. Bahwa di Banten dan sekitarnya termasuk Tangerang adalah wilayah lanskap multicultural, multiagama, begitu kuat, Karena para pengelana, pedagang, pelaut, pelayar, dan penjelajah yang datang tidak hanya singgah, melainkan juga banyak yang mukim, menetap cukup lama. Karena itulah, bahasa lokal di Tangerang ada Bejanda (Betawi, Jawa Sunda).

Kemudian Mereka berbaur, berasimilasi, kawin mawin, memiliki keturunan, dan bahkan membentuk komunitas atau kelompok. Misalnya pemukiman Tionghoa yang dikenal dengan pemukiman Cina Benteng dan terbaru muncul perkampungan Tehyan yang kental dengan adat istiadat Tionghoa di tengan penduduk dengan ragam agama dan etnis yang saling topang bahkan sering umat agama lain bersama-sama menyambut Perayaan Perahu Naga dan Perayaan Budaya Tionghoa lainnya dengan riang gembira.

Kerukunan masyarakat Tangerang lainya dapat dilihat pada bukti artefak (peninggalan budaya), yang mencerminkan adanya pembauran antara berbagai kelompok agama. Semisal berbagai Kelenteng yang telah hadir sejak lama di tengah pemukiman Muslim tetap eksis dengan aktivitasnya tanpa ada gangguan dari masyarakat. Dan jika dicermati lebih jauh, hampir di setiap kecamatan di wilayah Tangerang ada kuburan China. Itu pun tetap terjaga hingga hari ini.

Lebih menarik, akulturasi juga nyata terlihat sampai detik ini. Di bidang pergaulan sosial, interaksi antar individu terjadi penyerapan bahasa Tionghoa yang lazim dipakai masyarakat Tangerang, Seperti penyebutan pada mata uang Gohcap, Dji goh, Cepek, Ban Goh. Dan penyebutan pada kuliner, Bakcang. Bakpao, Tau Cho. Begitu pun dengan serapan bahasa Arab lekat dengan sebutan, Ana, Ente sudah menjadi bahasa sehari-hari. Termasuk pemberian nama anak pun bagi masyarakat Tangerang belum afdol rasanya jika tidak menggunakan nama Arab.

Sikap toleran tersebut tentu berdasarkan ajaran luhur nenek moyang kita.  Jika melacak sumber-sumber edukasi tertulis, terutama pada turats (naskah klasik), manuskrip, materi filologi (naskah kuno), atau berbagai dokumen tertulis maupun lisan, seperti Serat, Wawacan, Kidung, Babad, lebih banyak memperlihatkan ajaran-ajaran yang akomodatif, toleran, serta mengutamakan kerjasama.

Mercusuar ideologi toleran dan moderat juga bisa ditunjukkan pada karya-karya ulama klasik di Banten. Jika kita mempelajari karya-karya Syeikh Nawawi, Syeikh Abdul Karim, dan murid-murid beliau setelahnya, relatif jauh dari ekstrimisme dan radikalisme. Justru memperlihatkan sikap yang sholeh, husnul adab, akhlakul karimah, dan mendorong agar umat bermanfaat bagi sesama manusia.

Akhir kata, sejatinya kita sebagai generasi penerus yang menghormati warisan sejarah agung ini, memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat moderasi beragama sebagai kearifan lokal yang indah. (*)

 

*(Ketua PAC GP Ansor Kabupaten Tangerang/Pengurus FKUB Kabupaten Tangerang)

Tags: budayamoderasi beragamatangerangtoleransi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Headline

Peredaran 4.650 Butir Obat Keras Ilegal Digagalkan Polsek Neglassri

Minggu, 5 Jul 2026 13:58 WIB
Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat
Headline

Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat

Jumat, 3 Jul 2026 07:30 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Tak Ganggu Proyek PSEL
Headline

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Tak Ganggu Proyek PSEL

Kamis, 2 Jul 2026 21:14 WIB
Headline

Api Lahap Dua Bengkel di Jalan Otista Raya Ciputat, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Kamis, 2 Jul 2026 11:58 WIB
Mobil Honda Jazz Hilang Kendali di Ciputat, Tabrak 3 Kendaraan
Headline

Mobil Honda Jazz Hilang Kendali di Ciputat, Tabrak 3 Kendaraan

Rabu, 1 Jul 2026 20:40 WIB
Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak
Banten Region

Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak

Rabu, 1 Jul 2026 16:16 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

TERBAKAR: Tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terbakar diduga akibat cuaca panas yang memicu gas metana, Rabu (1/7/2026). (ISTIMEWA)

BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Rabu, 1 Jul 2026 17:57 WIB
Portugal vs Kroasia, Tarian Terakhir Dua Legenda

Portugal vs Kroasia, Tarian Terakhir Dua Legenda

Rabu, 1 Jul 2026 20:58 WIB
Awas Video Hoaks Erupsi Krakatau

Awas Video Hoaks Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 5 Jul 2026 17:50 WIB
PURNA TUGAS - Y. Supriatna (kaos abu-abu kerah merah), seorang pegawai di lingkungan Setda Pandeglang, memasuki masa purna tugas, dan berpamitan kepada rekan - rekan kerjanya, usai apel pagi Selasa (30/6/2026). (ISTIMEWA)

22 Tahun Mengabdi, Y.Supriatna Berpamitan di Apel Terakhir Kepada Jajaran Setda Pandeglang

Selasa, 30 Jun 2026 10:19 WIB
Argentina vs Cape Verde, Faktor Lionel Messi

Argentina vs Cape Verde, Faktor Lionel Messi

Jumat, 3 Jul 2026 07:26 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.