Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Headline

Moderasi Beragama Budaya Luhur Tangerang

Oleh: H Muhidin A Kodir*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 1 Des 2021 18:26 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Moderasi Beragama Budaya Luhur Tangerang

MODERASI BERAGAMA: H Muhidin A Kodir, Ketua PAC GP Ansor Kabupaten Tangerang/Pengurus FKUB Kabupaten Tangerang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

KAMPANYE moderasi beragama kembali digaungkan pemerintah seiring dengan ditetapkannya tahun 2019 sebagai tahun toleransi beragama.

Seberapa penting moderasi beragama, tentunya harus dipahami istilah moderasi agama terlebih dahulu, untuk menyamakan frekuensi pada alur makna yang dirumuskan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bukan makna dan tafsir “moderasi beragama” dari yang lain, karena memaknai suatu istilah bukan dari sumbernya cenderung biasa, apalagi mengambil tafsir dari orang yang tidak sepaham, karena tidak dipungkiri masih banyak orang yang salah memahami makna moderasi beragama.

Kata “moderasi” memiliki korelasi dengan beberapa istilah. Dalam Bahasa Inggris kata “Moderasi” berasal dari kata moderation, yang berarti sikap sedang, sikap tidak berlebihan.

Dalam buku moderasi beragama yang diterbitkan Balai Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2019, dijelaskan bahwa moderat adalah sebuah kata sifat, turunan dari kata moderation, yang berarti tidak berlebih-lebihan atau berarti sedang.

Dalam Bahasa Indonesia, kata ini kemudian diserap menjadi moderasi, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai pengurangan kekerasan, atau penghindaran keekstreman.

BeritaTerbaru

Pemkab Tangerang Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar

Pemkab Tangerang Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar

Selasa, 19 Mei 2026 20:05 WIB
Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Delapan Desa di Lebak Gelar Pilkades Antar Waktu

Selasa, 19 Mei 2026 19:25 WIB
Lakalantas Maut di KM 16,5 Jalan Raya Serang, Pemotor dan Penumpang Meninggal Dunia

Lakalantas Maut di KM 16,5 Jalan Raya Serang, Pemotor dan Penumpang Meninggal Dunia

Selasa, 19 Mei 2026 17:56 WIB
IMG_20260519_164204

Pemkot Tangerang Percepat Bangun Flyover Sudirman

Selasa, 19 Mei 2026 16:44 WIB

Dan, ketika kata moderasi disandingkan dengan kata beragama, menjadi moderasi beragama, istilah tersebut berarti merujuk pada sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam praktik beragama.

Sedangkan dalam Bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang).

Adapun lawan kata moderasi adalah berlebihan, atau tatharruf dalam Bahasa Arab, yang mengandung makna extreme, radical, dan excessive dalam Bahasa Inggris. Kata extreme juga bisa berarti “berbuat keterlaluan, pergi dari ujung ke ujung, berbalik memutar, mengambil tindakan/jalan yang sebaliknya”. Dalam KBBI, kata ekstrem didefinisikan sebagai “paling ujung, paling tinggi, dan paling keras”.

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa moderasi beragama memberi pelajaran untuk berfikir dan bertindak bijaksana, tidak fanatik atau terobsesi buta oleh satu pandangan keagamaan seseorang atau kelompok saja, tanpa mempertimbangkan pandangan keagamaan orang atau kelompok lainnya.

Moderasi harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat, apa pun suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola emosi dan mengatasi perbedaan di antara mereka.

Moderasi beragama adalah suatu sikap dan ikhtiar untuk mengembangkan dan memperkuat suasana kehidupan sosial masyarakat, yang harmonis, rukun, toleran, dengan bernafaskan pada nilai-nilai religious, karena sejatinya setiap agama memiliki ajaran nilai-nilai kemanusian.

Gambaran di atas menunjukan bahwa moderasi beragama bukanlah hal baru atau agenda titipan apalagi dianggap isu rekayasa. Melainkan telah hidup dalam perjalanan panjang nenek moyang nusantara, yang sudah terbiasa hidup rukun dan dikenal toleran jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Juga dikenal sebagai masyarakat heterogen yang guyub dan suka tolong menolong pada sesama yang terpleset di jalan tanpa harus bertanya agama dan etnisnya, hingga kini. Bukan hanya pada umat beragama pada umat yang tidak beragama, pun masyarakat Indonesia sudah toleran yang dibingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Karenanya, diskursus dan kampanye moderasi agama selalu menjadi penting untuk mengurai akar sejarah dan budaya toleransi sebagai penguat tumbuh dan berkembang toleransi beragama pada setiap generasi.

 

Narasi Sejarah, Ideologi, dan Budaya

Sejarah moderasi beragama di Tangerang sesungguhnya telah lama  tumbuh dan berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembang daerah ini sebagai pusat perniagaan laut dan sungai sebagai akses masuk pedagang dari berbagai daerah dengan ragam etnis dan agamanya.

Rujukan sejarah dan referensi akademik memiliki bukti kuat, bahwa Tangerang dan Banten masa lalu adalah garis perlintasan jalur perdagangan via sungai dan laut, yang menjadi wilayah kosmopolit, pusat perdagangan internasional yang melibatkan berbagai suku bangsa nusantara bahkan dunia.

Laporan tertulis serta studi akademik dari Bangsa Eropa, China, dan Arab, membuktikan hal ini. Bahwa di Banten dan sekitarnya termasuk Tangerang adalah wilayah lanskap multicultural, multiagama, begitu kuat, Karena para pengelana, pedagang, pelaut, pelayar, dan penjelajah yang datang tidak hanya singgah, melainkan juga banyak yang mukim, menetap cukup lama. Karena itulah, bahasa lokal di Tangerang ada Bejanda (Betawi, Jawa Sunda).

Kemudian Mereka berbaur, berasimilasi, kawin mawin, memiliki keturunan, dan bahkan membentuk komunitas atau kelompok. Misalnya pemukiman Tionghoa yang dikenal dengan pemukiman Cina Benteng dan terbaru muncul perkampungan Tehyan yang kental dengan adat istiadat Tionghoa di tengan penduduk dengan ragam agama dan etnis yang saling topang bahkan sering umat agama lain bersama-sama menyambut Perayaan Perahu Naga dan Perayaan Budaya Tionghoa lainnya dengan riang gembira.

Kerukunan masyarakat Tangerang lainya dapat dilihat pada bukti artefak (peninggalan budaya), yang mencerminkan adanya pembauran antara berbagai kelompok agama. Semisal berbagai Kelenteng yang telah hadir sejak lama di tengah pemukiman Muslim tetap eksis dengan aktivitasnya tanpa ada gangguan dari masyarakat. Dan jika dicermati lebih jauh, hampir di setiap kecamatan di wilayah Tangerang ada kuburan China. Itu pun tetap terjaga hingga hari ini.

Lebih menarik, akulturasi juga nyata terlihat sampai detik ini. Di bidang pergaulan sosial, interaksi antar individu terjadi penyerapan bahasa Tionghoa yang lazim dipakai masyarakat Tangerang, Seperti penyebutan pada mata uang Gohcap, Dji goh, Cepek, Ban Goh. Dan penyebutan pada kuliner, Bakcang. Bakpao, Tau Cho. Begitu pun dengan serapan bahasa Arab lekat dengan sebutan, Ana, Ente sudah menjadi bahasa sehari-hari. Termasuk pemberian nama anak pun bagi masyarakat Tangerang belum afdol rasanya jika tidak menggunakan nama Arab.

Sikap toleran tersebut tentu berdasarkan ajaran luhur nenek moyang kita.  Jika melacak sumber-sumber edukasi tertulis, terutama pada turats (naskah klasik), manuskrip, materi filologi (naskah kuno), atau berbagai dokumen tertulis maupun lisan, seperti Serat, Wawacan, Kidung, Babad, lebih banyak memperlihatkan ajaran-ajaran yang akomodatif, toleran, serta mengutamakan kerjasama.

Mercusuar ideologi toleran dan moderat juga bisa ditunjukkan pada karya-karya ulama klasik di Banten. Jika kita mempelajari karya-karya Syeikh Nawawi, Syeikh Abdul Karim, dan murid-murid beliau setelahnya, relatif jauh dari ekstrimisme dan radikalisme. Justru memperlihatkan sikap yang sholeh, husnul adab, akhlakul karimah, dan mendorong agar umat bermanfaat bagi sesama manusia.

Akhir kata, sejatinya kita sebagai generasi penerus yang menghormati warisan sejarah agung ini, memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat moderasi beragama sebagai kearifan lokal yang indah. (*)

 

*(Ketua PAC GP Ansor Kabupaten Tangerang/Pengurus FKUB Kabupaten Tangerang)

Tags: budayamoderasi beragamatangerangtoleransi
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

RUSAK PARAH : Ruas jalan Cicadas - Pasirpeuteuy - Kaduengan di Kabupaten Pandeglang dibiarkan rusak selama bertahun-tahun. Terkait hal itu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan evaluasi negatif terhadap arah pembangunan di Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Gubernur Andra Minta Pemkab Pandeglang Tak Leha-leha Soal Pembangunan Infrastruktur Jalan

Selasa, 19 Mei 2026 16:43 WIB
MELAKUKAN PEMERIKSAAN : Petugas gabungan dari Diskan Banten dan instansi terkait melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban disalah satu lapak pedagang. (ISTIMEWA)
Banten Region

Diskan Banten Sarankan Hewan Kurban Yang Terkena Penyakit Tidak Diperjual Belikan

Selasa, 19 Mei 2026 16:32 WIB
KPK Imbau Pemda Setop Beri Dana Hibah ke Instansi Vertikal, Ini Respons Wakil Wali kota Tangerang
Headline

KPK Imbau Pemda Setop Beri Dana Hibah ke Instansi Vertikal, Ini Respons Wakil Wali kota Tangerang

Selasa, 19 Mei 2026 13:54 WIB
IMG-20260519-WA0005
Headline

Panjul, Sapi Berbobot 1 Ton Milik Presiden Prabowo Dikurbankan di Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 12:13 WIB
Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan
Headline

Parkir Liar Taman Elektrik Kota Tangerang Dikeluhkan, Pemkot Didorong Lakukan Operasi Gabungan

Selasa, 19 Mei 2026 09:15 WIB
Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel
Headline

Warga Cipeucang Keberatan Harga Pembebasan Lahan untuk PSEL Tangsel

Selasa, 19 Mei 2026 09:08 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

IMG_20260519_160354

Prajurit Yonif TP 840/GS Dilatih Perakitan Jembatan Bailey

Selasa, 19 Mei 2026 16:07 WIB
Lima Bulan Terakhir, BPBD Kabupaten Tangerang Catat 114 Peristiwa Kebakaran

Lima Bulan Terakhir, BPBD Kabupaten Tangerang Catat 114 Peristiwa Kebakaran

Rabu, 20 Mei 2026 20:40 WIB
Freiburg vs Aston Villa, Duel Memburu Sejarah

Freiburg vs Aston Villa, Duel Memburu Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 17:12 WIB
Pemilihan Duta Genre Kabupaten Pandeglang.(ISTIMEWA)

DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Gelar Pemilihan Duta Genre

Senin, 18 Mei 2026 18:00 WIB
Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Child Grooming Berawal dari Saluran WA, SMK Letris Pamulang Ungkap Kronologi

Selasa, 19 Mei 2026 06:28 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.