SATELITNEWS.ID LEBAK—Beredar di dunia maya surat yang berisi calon pengantin untuk memberikan/sedekah tiga bibit pohon besar sebelum menjalankan akad nikahnya. Surat berupa imbauan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Kemenag Lebak Badrusalam, kini ramai jadi perbincangan di kalangan masyarakat.
Menyikapi kabar tersebut, Kepala Kemenag Lebak Badrusalam pun tak menampik kebenaran isi surat yang meminta calon pengantin untuk bersedekah tiga bibit pohon tersebut.
Surat dengan nomor 0081/kk.28.02.06/PW.00/01/2022 perihal imbauan calon pengantin untuk memberikan/shodaqoh tiga bibit pohon, yang di tujukan kepada KUA se Kecamatan di Lebak, Badrusalam meminta masyarakat untuk tidak salah mengartikan pada rukun nikah. Kendati demikian, tujuan dari isi surat itu tidak lepas dari kondisi lingkungan di Lebak yang membutuhkan tangan-tangan terampil untuk melestarikannya.
“Sekali lagi bukan wajib, tidak ada dalam rukun nikah, ini sifatnya imbauan. Sekali lagi jangan disalahartikan tujuan dari isi surat tersebut,” imbuhnya, Kamis (20/01/2022).
“Tadinya saya mau ngumpulkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mensosialisasikan terlebih dahulu, eh ko tiba-tiba sudah muncul di media sosial. Karena sudah ramai dulu kita klarifikasi dari isi surat itu,” kata Badrusalam kepada wartawan. Badrusalam menjelaskan, calon pengantin untuk memberikan/sedekah tiga bibit pohon itu sifatnya bukan wajib, melainkan imbauan. Artinya, imbauan itu tidak memaksa (catin) membawa bibit pohon tersebut.
“Sifatnya imbauan bukan wajib, tidak ada paksaan sama sekali. Saya tegaskan itu bukan wajib, paksaan apalagi syarat. Tapi hanya imbauan infaq bagi calon pengantin,”papar Badrusalam.
Baca Juga: Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Pilkada 2029
Badru menerangkan, imbauan soal tiga bibit pohon ini merupakan tindaklanjut antara pemerintah daerah dengan Kemenag Lebak. Imbauan itu tidak lain mengajak masyarakat khususnya calon pengantin peduli terhadap lingkungan.
“Kita ingin masyarakat juga peduli terhadap lingkungan. Banyak lahan gundul hingga akhirnya longsor. Nah kita antisipasi dengan bibit-bibit yang diberikan oleh para calon pengantin,”katanya. “Jadi nanti bibit dikumpulkan di KUA, kita inventarisasi bersama pemerintah desa wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan lalu kita salurkan dan tanam,”tambahnya.(mulyana)
























