SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kasus Covid-19 di Indonesia diklaim terus melandai. Ini artinya, sekarang kita sudah mulai masuk ke tahapan transisi menuju endemi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jika sebulan usai Idul Fitri kasus Covid-19 tidak naik signifikan, maka bisa disimpulkan Lebaran adalah momentum bagi Indonesia bangkit dari Covid.
“Bukan hanya momentum kebangkitan Indonesia dari pandemi, juga menjadi hadiah ulang tahun Indonesia saat 17 Agustus nanti. Nanti akan diumumkan Indonesia di fase endemi,” ujar Budi dalam diskusi virtual, kemarin sebagaimana dikutip dari RM.id.
Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan, proses pembuatan kado terbaik itu dimulai dari sekarang. Karena itu, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, tidak terjadi lonjakan kasus pasca Lebaran. “Ujiannya di Lebaran ini. Kalau kemudian tiga minggu sampai empat minggu selesai Lebaran tidak ada apa-apa, ya alhamdulillah,” ucapnya.
Menurut Budi, kenaikan kasus terjadi bukan semata-mata karena mobilitas masyarakat yang tinggi lantaran acara keagamaan. Tapi, juga dipengaruhi oleh munculnya varian baru. “Jadi, waktu Januari pertama kita naik sebetulnya karena ada varian Alfa. Pas Lebaran karena ada varian Delta,” paparnya.
Januari tahun ini, tidak ada lonjakan kasus. Hal itu baru terjadi pada Februari karena adanya varian Omicron. “Kami melihat negara lain. Varian paling baru BA.2 yang bikin beberapa negara di Eropa mengalami kenaikan kasus. Di Indonesia BA.2 sudah dominan, tapi sekarang sudah turun,” beber Budi. Saat ini, tidak ada varian baru yang muncul. Jika prokes secara konsisten dijalankan dengan benar dan mayoritas masyarakat sudah menerima vaksin, maka kasus tidak akan meledak lagi.
“Kami optimis kemungkinan besar lonjakan kasus tidak akan terjadi setelah Lebaran, walaupun ada acara besar,” tegas eks Direktur Utama PT Inalum (Persero) itu. Merujuk ke sejarah, sepanjang peradaban manusia, kondisi pandemi selalu berubah menjadi endemi. Hal itu sudah terjadi pada abad 13, abad 15, sampai abad 19. “Jadi, kita harusnya percaya bahwa pandemi ini akan selesai,” tegas Budi.
Adapun waktu dari pandemi menjadi endemi butuh waktu yang panjang. Tidak cukup setahun. Tapi, lebih dari 3 tahun. “Waktu bisa cepat terjadi kalau virus yang sudah menurun penularannya diimbangi masyarakatnya siap dan sudah tahu bagaimana cara menghadapinya,” katanya.
Terpisah, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan dokter Indonesia Prof Zubairi Djoerban menambahkan, kasus yang semakin landai tidak menunjukkan bahwa Covid-19 benar-benar hilang. Virus itu mungkin tetap ada dan menular. “Tapi tidak akan banyak dan parah,” tuturnya.
Zubairi menyebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan menjelang endemi. Yang utama adalah melakukan vaksinasi dua dosis ditambah dengan booster. Kemudian, biasakan hidup sehat. Bila bertemu dengan orang lain dan keluarga yang tidak tinggal serumah disarankan di ruang terbuka. Jika di dalam ruangan, maka usahakan yang ada jendelanya supaya udara segar bisa masuk. “Pelihara kebersihan sekitar kita. Lalu pakai masker bila keluar rumah,” sarannya.(made)