Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Polusi di Pasar Kemis Disumbang Asap Pabrik Hingga Kendaraan Bermotor

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 21 Jun 2022 10:30 WIB
Rubrik Headline, Kabupaten Tangerang, Metro Tangerang
Polusi di Pasar Kemis Disumbang Asap Pabrik Hingga Kendaraan Bermotor

BAHAS PASAR KEMIS: Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Budi Khomeidi dan Kepala Seksi Wasdal Bidang PPKL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang saat wawancara, Senin (20/6). (ALFIAN HERIANTO/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Tangerang menyatakan polusi akan terjadi setiap hari di Kecamatan Pasar Kemis. Bahkan, akan cenderung meningkat. Hal itu diduga menyebabkan kualitas udara di kecamatan tersebut menjadi yang terburuk di Indonesia.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang,  Budi Khomaedi menduga buruknya kualitas udara di wilayah Kecamatan Pasar Kemis disebabkan asap industri, pembakaran limbah dan kendaraan bermotor. Dia menjelaskan Pasar Kemis merupakan wilayah perindustrian dari berbagai perusahaan sehingga tingkat polusi udara di tempat setiap harinya akan mengalami peningkatan.  Ditambah, wilayah Pasar Kemis dekat dengan akses keluar masuk kendaraan dari pintu tol Cikupa Kedaton. Selain itu, banyak juga masyarakat yang memiliki lapak-lapak limbah dan membakar limbahnya secara sembarangan.

“Kemungkinan adanya peningkatan aktivitas polusi udara dikarenakan kendaraan serta peningkatan kondisi perindustrian di sana. Di wilayah sana juga banyak warga yang memiliki lapak limbah, lalu dibakar,”kata Sekretaris DLHK Kabupaten Tangerang Budi Khomeidi, Senin (20/6).

Ia menuturkan, saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai langkah dan upaya dalam mendukung pengurangan polusi udara. Salah satunya dengan melakukan pemantauan secara rutin melalui uji pasivve sampler.

“Jadi hasil pengujian real time oleh IQ Air itu tidak bisa menjadi patokan kita karena yang pasti dalam pengujian kondisi udara harus melalui pasivve sampler selama 24 jam dan kemudian di uji di laboratorium,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang kini akan menjaga fungsi kelestarian lingkungan hidup agar lebih hijau, sejuk, dan teduh dengan merencanakan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di tiap wilayah kecamatan Pasar Kemis.

Baca Juga: Rekayasa Pembunuhan Kekasih dengan Gantung Diri, Pekerja Gudang Ditangkap Polresta Tangerang

“Ke depan kami juga telah merencanakan untuk memasang alat pengukur kualitas udara secara direct reading, kontinu, dan real time. Melalui anggaran di APBD 2022 ini,” kata dia.

Seksi Wasdal Bidang PPKL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Sandi menambahkan pihaknya sedang melakukan uji laboratorium terkait kualitas udara. DLHK, kata Sandi, akan mulai bergerak ketika hasil lab sudah keluar sehingga penyebab utama buruknya kualitas udara di Pasar Kemis sudah diketahui.

BeritaTerbaru

Gubernur Banten Andra Soni, meninjau aktivitas GAK di PVMBG, Minggu (6/9/2026). (ISTIMEWA)

Pemprov Banten Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 6 Sep 2026 21:14 WIB
Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto. (ISTIMEWA)

Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR

Minggu, 6 Sep 2026 20:14 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB

“Sekarang kan sedang uji lab, nanti hasilnya akan keluar setelah 14 hari pemeriksaan. Kalau sudah tahu penyebabnya kan enak, kita bertindaknya, ” katanya.

Pengawas Lingkungan Hidup Bidang PPKLH pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Yulia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan uji SO2 dan NO2 dengan mengambil empat titik sampel, yaitu wilayah perumahan, perkantoran, transportasi dan konstruksi.  Dan itu dirangkum menjadi satu indeks, yang bernama indeks kualitas udara. Katanya, selama dua tahun terakhir hasil tersebut menunjukan hasil yang baik.

“Dua tahun terakhir masih bagus. Karena masih di angka 70. Karena maksimal kan 100,” kata Yuli.

Selain melakukan pengujian udara, DLHK juga telah melakukan pengujian baku mutu air. Dan untuk hasilnya, air di pemukiman masyarakat terbilang masih aman. Namun, untuk air di sungai Cirarab sudah mengalami pencemaran limbah.

Baca Juga: Ngaku Anggota Polisi dan Wartawan, Sindikat Peras Pedagang Rokok di Pasar Kemis

“Air juga kita sudah melakukan pengujian, kalau air memang kalau di Cirarab tercemar sedang. Kalau secara global masih memenuhi baku mutu, ” katanya.

Lanjutnya, apabila hasil lab menunjukan industri sebagai penyebab pencemaran udara, maka DLHK akan meminta kepada pabrik yang melakukan pencemaran untuk memasang alat pengendalian pencemaran udara di cerobong asap. Agar, asap yang dikeluarkan tidak mencemari udara di sekitar industri.

“Kalau dia menghasilkan emisi dari cerobong, berarti dia harus memasang alat pengendali pencemaran udara, untuk mengurangi partikel partikular, SOX, NOX dan lainnya yang dapat mencemari udara, ” katanya.

Dan para industri juga diwajibkan untuk melakukan pemantauan dalam kurun waktu enam bulan sekali. Agar diketahui berapa banyak emisi yang dikeluarkan.

“Dan diwajibkan pemantauan dalam waktu enam bulan sekali,”jelasnya.

Sebelumnya, lembaga data kualitas udara (IQ Air) menyatakan wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten berada di posisi pertama se Indonesia sebagai kota/daerah dengan kualitas udara yang buruk pada Jumat (17/6). Dari data yang ditampilkan melalui laman resmi IQ Air, bahwa kualitas udara di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang hingga pukul 13.04 WIB mencapai indeks 164.

Adapun indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 sebagai kategori udara tidak sehat. Dengan konsentrasi “particulate matter” (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2.5 merupakan polutan pencemar udara yang paling kecil dan berbahaya bagi kesehatan. Lembaga IQ Air pun menyarankan masyarakat sekitar untuk menggunakan masker, menutup jendela ruangan dan menghindari aktivitas di luar ruangan. (alfian/gatot)

Tags: kualitas udarapasar kemispolusi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku
Headline

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Gubernur Banten Andra Soni, menyampaikan keterangan kepada wartawan, usai melalukan rakor dengan PVMBG dan stakeholders terkait lainnya. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini

Minggu, 6 Sep 2026 17:21 WIB
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (ISTIMEWA)
Banten Region

Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September

Minggu, 6 Sep 2026 16:39 WIB
Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak
Headline

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
Gubernur Banten, Andra Soni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 15:57 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029
Kota Tangerang

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi

Sabtu, 5 Sep 2026 07:19 WIB
Tinjau Proyek Turap dan Bronjong di Tiga Lokasi, Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel

Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas

Rabu, 2 Sep 2026 20:38 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol

Aktivis Peduli Sungai di Tangerang Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Ide Konyol

Senin, 31 Agu 2026 08:21 WIB
Inter Milan vs Napoli, Misi Inter Akhiri Puasa Kemenangan

Inter Milan vs Napoli, Misi Inter Akhiri Puasa Kemenangan

Jumat, 4 Sep 2026 07:51 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.