SATELITNEWS.COM, SERANG–Jalur wisata di Banten sepanjang 120 KM dijanjikan akan mulus sebelum natal dan tahun baru (Nataru). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten Arlan Marzan, Kamis (3/10) mengklaim 120 kilometer jalur wisata di Banten yang menjadi tanggung jawab pemprov akan siap dilalui dalam kondisi baik pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2023. Arlan menargetkan paling lambat 25 Desember mendatang, jalur tersebut sudah siap sepenuhnya.
“Sekarang sedang dilakukan pemeliharaan dan perbaikan-perbaikan (jalur wisata),” katanya.
Ia menjelaskan, siapnya kondisi jalur tersebut, baik yang pemeliharaan atau perbaikannya dilakukan pihak ketiga melalui kontrak kerja maupun yang dilakukan swakelola oleh Dinas PUPR sendiri.
“Progres kerjaan di lapangan yang kontraktuil (jalur wisata) akhir tahun selesai semua,” ujarnya.
Lebih jauh Arlan mengakui jika masih ada sejumlah kendala menyangkut pembebasan lahan dalam pekerjaan di jalur wisata tersebut. Namun begitu, dia mengaku pihaknya sudah melakukan rapat-rapat merancang strategi-strategi solusi dari persoalan tersebut.
Tanpa merinci lebih jauh mengenai strategi solusi dimaksud, Arlan merinci jalur wisata yang menurutnya akan siap menjelang libur Nataru itu dan saat ini sedang dilakukan pemeliharaan dan perbaikan tersebut adalah jalur menuju kawasan wisata Anyer di Kabupaten Serang yang meliputi jalur Palima (Kota Serang) – Pasar Teneng (Kabupaten Serang), dan simpang prapatan Gunung Sari ( Kabupaten Serang).
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
Berikutnya jalur Mengger- Mandalawangi-Caringin di Kabupaten Pandeglang di mana di jalur tersebut juga terdapat banyak destinasi wisata seperti Pantai Carita dan Labuan serta destinasi pegunungan di Mandalawangi yakni Gunung Karang, Gunung Pulosari dan Gunung Asepan. Jalur Mengger sendiri merupakan akses menuju destinasi wisata pantai Tanjung Lesung, Sawarna dan sekitarnya, dari arah Kota Pandeglang.
Ditanya mengenai kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan di jalur wisata tersebut yang mengalami kerusakan sebelumnya seperti jalan menuju wisata Anyer di kawasan Cilowong, Kota Serang dan jembatan Cimancak di Kabupaten Lebak, Arlan mengaku keduanya juga akan siap dilalui saat libur Nataru nanti.
“Sudah, kita sudah mulai pengadaan bronjong dan kontrak kerjanya juga sudah,” jawabnya seraya mengatakan untuk perbaikan jembatan Cimancak pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten melakukan persiapan seoptimal mungkin dalam menghadapi musim Libur Natal dan Tahun Baru 2023. Sebagai jalur perlintasan dan daerah destinasi wisata, di Provinsi Banten terjadi peningkatan mobilitas manusia dan barang.
“Tentu kita akan persiapkan dengan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan daerah. Kita akan koordinasi dengan Forkopimda,” ungkap Al Muktabar, Kamis (3/11).
“Pengaturan-pengaturan infrastruktur yang merupakan kewenangan Pemerintah, kewenangan Provinsi, dan kewenangan Kabupaten/Kota kita sampaikan,” tambahnya.
Baca Juga: Tiga Sekolah Negeri Baru di Banten Beroperasi Tahun Ini
Dikatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah-langkah teknis seperti mengecek infrastruktur.
“Bahwa nanti volumenya akan tinggi, kita upayakan untuk melakukan persiapan yang lebih baik, termasuk pengaturan,” ungkap Al Muktabar.
Masih menurut Al Muktabar, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk mempercepat perbaikan yang saat ini sedang dilaksanakan pelebaran.
“Karena penyempitan ini masalah. Kalau saya dengar informasi, memang ini dipersiapkan untuk Libur Nataru. Sehingga ketika Libur Nataru sudah bisa berfungsi secara baik,” ungkapnya.
“Di kawasan-kawasan pariwisata secara umum infrastruktur kita memang sudah tersedia. Nanti dalam rangka kita bisa saling menjaga, kita turunkan semua potensi-potensi kita untuk bisa menertibkan sesuai dengan kewenangan masing-masing dalam rangka kita menyambut Libur Nataru,” tambah Al Muktabar.
Al Muktabar juga mengimbau kepada masyarakat untuk bepergian yang benar-benar demi kebutuhan sangat penting saja.
Baca Juga: 9 Jamaah Haji Banten Meninggal Dunia di Tanah Suci
“Karena Pandemi belum selesai. Kita harus waspada dan tetap senantiasa menggunakan Protokol Kesehatan pungkasnya.
Di tempat yang sama, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten M Tranggono mengungkapkan, menindaklanjuti kebijakan Pj Gubernur Banten, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait.
“Dalam hal ini ada PT Astra Infra Toll Road, PT ASDP, KNKT, Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan. Adapun hal-hal yang utama akan kita lakukan adalah melakukan pemisahan antara kendaraan penumpang dengan kendaraan logistik,” ungkapnya.
“Kata kuncinya waktu loading itu juga bisa dipercepat dan berikutnya itu nanti kaitannya dengan pengaturan rekayasa lalu lintas di jalan tol,” tambahnya.
Diharapkan, lanjut M Tranggono, melalui dua formula itu nantinya diharapkan kejadian kemacetan tahun lalu itu bisa diantisipasi. Selain itu juga memaksimalkan Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Bojonegara, dan Pelabuhan Indah Kiat.
Masih menurut M Tranggono, pada puncak Libur Nataru akan dilakukan pengaturan kaitannya dengan pembatasan atau pemisahan. Termasuk pula imbauan pengerjaan konstruksi jalan untuk tidak dilaksanakan pada puncak Libur Nataru.
Baca Juga: Andra Soni Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Banten Tembus 5,9 Persen di Akhir 2026
“Mudah-mudahan, simulasi atau model yang kita sepakati bersama itu nanti akan dikaji lagi untuk menjadi perhatian,” ungkapnya.
M Tranggono juga mengimbau para operator kapal untuk memperhatikan peralatan keselamatan penumpang. Termasuk penambahan jaket keselamatan. (rus/azm/bnn)
