Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Penangkapan Lukas Enembe, Ada “Peran” Nasi Bungkus

Oleh Made Nusantara
Kamis, 12 Jan 2023 11:49 WIB
Rubrik Nasional
Penangkapan Lukas Enembe, Ada "Peran" Nasi Bungkus

Lukas Enembe dengan tangan diborgol nampak dibawa dengan kursi roda. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Ada banyak hal menarik di balik penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe, di Restoran Sendok Garpu, Jayapura, Selasa (10/01/2023). Ternyata, ada “peran” nasi bungkus yang ikut berjasa dalam meringkus tersangka gratifikasi yang selama ini ngeyel ke KPK itu.

Soal jasa nasi bungkus ini, dibocorin Menko Polhukam Mahfud MD, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Menurut Mahfud, selama ini aparat diam-diam menghitung jumlah nasi bungkus yang dipesan untuk pendukung Enembe. Tujuannya, untuk mengetahui jumlah massa yang menjaga Enembe sebelum dilakukan penangkapan. Sebab, selama ini, diperkirakan ada ribuan pendukung Enembe standby di sekitar kediaman Enembe. Kondisi itu menyulitkan aparat untuk melakukan penangkapan.

Mahfud bercerita, saat pantauan hari pertama, ada sekitar 5.000 nasi bungkus yang dipesan untuk pendukung Enembe. Namun, seiring waktu, jumlah itu berangsur-angsur berkurang.  “Turun 3.000, terakhir turun cuma 60. Ini sekarang sudah tidak ada orang yang jaga di sana, kita tahu,” papar Mahfud.

Strategi itu, terbukti efektif. Ketika dilakukan penangkapan, tidak banyak massa pendukung Enembe yang berjaga. Sehingga, kericuhan bisa diminimalisir oleh aparat dengan baik. “Masa, kita tidak tahu yang begitu. Makanya terus dihitung, cara menangkapnya gimana. Gampang kan nangkapnya,” sambungnya.

Dari mana info nasi bungkus itu diperoleh? Mahfud mengatakan, aparat mendapatkan update info nasi bungkus itu dari catatan katering yang dikirimkan untuk orang-orang yang sering nongkrong di sekitar rumah Enembe. Saat jumlah nasi bungkus yang dipesan semakin berkurang, saat itulah petugas bergerak. “Kita menghitung tiap hari. Ada catatannya. Sehingga, nangkapnya lebih gampang,” lanjutnya.

Baca Juga: Makelar Kasus Tak Sakti Tanpa Orang Dalam, Ketua KPK Soroti Jabatan “Basah-Kering”

Meskipun jumlah massa pendukung terus berkurang, ternyata Enembe masih tidak kooperatif saat ditangkap. Namun, KPK tidak lagi mau berkompromi. Enembe langsung digelandang ke Jakarta.

Hal itu diungkapkan Ketua KPK Firli Bahuri, saat jumpa pers, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, kemarin. Di rumah sakit tersebut, Enembe diperiksa dan dirawat untuk memastikan kondisi kesehatannya.

BeritaTerbaru

Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Selasa, 30 Jun 2026 21:59 WIB
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Selasa, 30 Jun 2026 15:20 WIB
Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Selasa, 30 Jun 2026 14:57 WIB
El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

Senin, 29 Jun 2026 16:22 WIB

“Tindakan penangkapan dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan. Di samping itu juga kita tahu bersama juga bahwa Saudara LE tetap menunjukkan sikap tidak kooperatif,” terang Firli. Tim kuasa hukum Enembe yang kalah start dari KPK saat proses penangkapan, baru menyusul ke Jakarta, pagi kemarin. Selain pengacara, dua orang tim dokter pribadi Enembe juga diterbangkan dari Papua.

“Dokter pribadi Pak Lukas hari ini ke Jakarta, Pak Dokter Anton Mote, Pak Roy Renin, Pak Petrus Bala, dan Pak Edi,” jelas pengacara Enembe, Aloysius Renwarin, kemarin.

Partai Demokrat belum bersikap usai salah satu kadernya itu, dicokok KPK. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengaku, pihaknya masih menunggu proses hukum yang masih berjalan di KPK.

“Ya kan prosesnya jalan tuh, nanti kutunggulah hasil KPK,” kata Hinca, kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Ia berjanji, pernyataan dari DPP Partai Demokrat terkait penangkapan Enembe akan disampaikan hari ini. “Biar jangan terburu-buru,” sambung anggota Komisi III DPR ini.

Baca Juga: KPK Imbau Pemda Setop Beri Dana Hibah ke Instansi Vertikal, Ini Respons Wakil Wali kota Tangerang

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta KPK tidak berhenti di kasus gratifikasi yang menjerat Enembe. Namun, harus juga dikembangkan lagi ke pengusutan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tujuannya, untuk menelusuri aktivitas judi Enembe. “Uang dari mana itu untuk judi yang diduga nilainya besar,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Tak lupa, ia mengapresiasi kinerja KPK yang berhasil melewati segala rintangan dalam proses penangkapan Enembe. Menurutnya, penangkapan yang dilakukan lembaga anti-rasuah di restoran langganan Enembe itu, terbilang cerdik. “Karena saya mendengar informasi bahwa Pak Lukas Enembe akan terbang ke Tolikara. Dan seperti biasanya, ketika mau terbang, dia sarapan di restoran langganannya,” pungkasnya. (rm.id)

Tags: kpklukas enembeLukas Enembe Ditangkap
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun
Nasional

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Senin, 29 Jun 2026 16:20 WIB
Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen
Nasional

Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Minggu, 28 Jun 2026 14:17 WIB
Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya
Nasional

Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

Selasa, 23 Jun 2026 17:36 WIB
Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung
Nasional

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Selasa, 23 Jun 2026 17:31 WIB
Prabowo: NU Tak Pernah Kalah
Nasional

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB
Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun
Nasional

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

MENYERAHKAN BANTUAN LOGISTIK : Pegawai Dinsos Banten, menyerahkan bantuan logistik secara simbolis, untuk mengisi stok logistik lumsos di Kecamatan Padarincang. (ISTIMEWA)

Tingkatkan Penanganan Kebencanaan, Relawan KSB Padarincang Kabupaten Serang Dikukuhkan

Kamis, 2 Jul 2026 09:56 WIB
Status Tahanan NL Terdakwa Penistaan Agama di Lebak Jadi Tahanan Kota

Status Tahanan NL Terdakwa Penistaan Agama di Lebak Jadi Tahanan Kota

Kamis, 2 Jul 2026 17:58 WIB
Kepada Polisi, Awkarin Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel

Kepada Polisi, Awkarin Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel

Selasa, 30 Jun 2026 12:09 WIB
Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Senin, 29 Jun 2026 15:16 WIB
DITUTUP : Tambang Ilegal di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak ditutup Wagun Banten Achmad Dimyati Natakusumah beberapa waktu lalu. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Belasan Tambang Ilegal Ditutup, Pemprov Banten Masih Melakukan Moratorium

Rabu, 1 Jul 2026 19:19 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.