Senin, 8 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Jalan Panjang Konsolidasi Demokrasi

Oleh: Najamuddin Khairur Rijal

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 24 Mei 2023 18:25 WIB
Rubrik Kolom
NAJAMUDIN

JALAN PANJANG KONSOLIDASI DEMOKRASI: Najamuddin Khairur Rijal, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

MEI 1998 dicatat dalam sejarah, Indonesia mengalami perubahan besar yang disebut dengan Reformasi. Dalam 25 tahun terakhir, kita telah menyaksikan berbagai perubahan politik dan sosial yang signifikan ke arah pembangunan demokrasi. Namun, proses konsolidasi demokrasi tidaklah mudah. Selama seperempat abad, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya konsolidasi demokrasi.

 

Demokratisasi

Konsolidasi merupakan tahapan akhir dalam demokratisasi. Demokrasi yang terkonsolidasi dengan baik adalah ketika demokrasi telah menjadi “the only game in town”. Amerika Serikat sendiri sebagai pionir demokrasi butuh waktu lebih dari dua ratus untuk membangun dan melembagakan demokrasi sebagai jalan hidup (the way of life) berbangsa bernegara.

Demokratisasi diawali oleh fase transisi dan instalasi. Reformasi 1998 adalah fase transisi ketika kekuatan rakyat yang didominasi oleh mahasiswa berhasil melengserkan otoritarianisme Orde Baru yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade. Oleh Samuel Huntington, ini disebut replacement atau transisi dari bawah.

Setelah berakhirnya rezim otoriter, fase berikutnya adalah instalasi. Ketika beragam instrumen penopang implementasi nilai-nilai demokrasi dipasang (install) dan diadopsi. Pembentukan berbagai lembaga negara baru yang mencerminkan prinsip dan nilai demokrasi adalah bukti dari tahapan instalasi.

Baca Juga: Mahasiswa Kota Tangerang Tolak Pilkada Lewat DPRD, Nilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Samuel Huntington dalam The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century mengingatkan bahwa transisi dan instalasi adalah fase yang sangat urgen dan krusial dalam demokratisasi. Dalam banyak kasus di berbagai negara, fase transisi atau instalasi gagal karena terjadi pembalikan ke arah non-demokratis (reversal of authoritarian regime). Yaitu, ketika pemerintahan baru yang terpilih secara demokrasi justru membajak dan tidak mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi. Untungnya, Indonesia tidak mengalami fase pembalikan ini. Sekalipun begitu, tahapan konsolidasi masih harus melalui jalan panjang.

 

BeritaTerbaru

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB
Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB

Sejumlah Tantangan

Salah satu tantangan terbesar dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia adalah korupsi. Korupsi menjadi hambatan utama dalam upaya membangun negara yang kuat dan berdaulat. Korupsi juga dapat menghambat partisipasi politik dan meningkatkan ketidakadilan sosial. Meskipun berbagai usaha dilakukan untuk mengatasi korupsi, fakta menyuguhkan kian banyak pejabat publik yang melakukan praktik korupsi.

Kebebasan sipil juga menjadi isu penting dalam konsolidasi demokrasi. Meskipun konstitusi Indonesia telah menjamin kebebasan sipil, persoalan-persoalan kebebasan sipil dengan berbagai bentuknya masih menjadi masalah serius. Freedom House melalui laporan Freedom in the World, dalam sepuluh tahun terakhir masih menempatkan Indonesia sebagai negara dengan status setengah bebas (partly free) dengan rating kebebasan sipil yang rendah.

Penegakan hukum dan hak asasi manusia juga masih menjadi masalah. Berbagai kasus pelanggaran HAM masih belum diselesaikan secara tuntas. Adanya diskriminasi terhadap kelompok minoritas di beberapa daerah juga menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki jalan panjang dalam upaya membangun demokrasi yang inklusif.

Baca Juga: Pilkada Langsung Konsekuensi Presidensial

Selain itu, masih ada tantangan dalam membangun sistem politik yang transparan dan akuntabel. Meskipun telah dilakukan berbagai reformasi kelembagaan, praktik-praktik yang tidak transparan dan tidak akuntabel dalam berbagai level pemerintahan terus terjadi.

Demikian halnya dengan pemilu. Pemilu di berbagai jenjang telah menjadi mekanisme yang efektif untuk transisi kekuasaan. Namun, seringnya perubahan sistem dan mekanisme pemilu menunjukkan bahwa kita belum menemukan format baku dan masih mencari bentuk tentang bagaimana proses transisi kekuasaan dilakukan.

Tantangan lainnya adalah bagaimana menjaga stabilitas dan persatuan bangsa di tengah pluralitas masyarakat Indonesia. Menjaga persatuan dan harmoni di tengah keberagaman ini menjadi tantangan utama dalam proses konsolidasi demokrasi. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi prinsip bersama, bahwa perbedaan yang adalah jalan untuk tetap bersatu, bukan terpecah.

Selain itu, ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah yang serius. Persoalan ini berimplikasi juga terhadap berbagai tantangan yang disebut di atas. Mancur Olson dalam Dictatorship, Democracy, and Development pernah bertanya, mengapa setelah berakhirnya otoritarianisme dan diadopsinya demokrasi, kemakmuran justru tak kunjung datang? Jawabannya, karena berkuasanya dua bandit, yang oleh Olson disebut sebagai bandit yang menetap (stationary bandit) dan bandit yang mengembara (roving bandit).

Bandit yang menetap adalah para pemimpin yang menikmati kekayaan negara untuk diri atau kelompoknya sendiri. Sementara bandit yang mengembara, adalah para investor asing yang datang atas nama investasi. Tetapi setelah semua kekayaan negara dikeruk, mereka kemudian pergi, menyisakan sejumlah masalah. Kedua bandit ini memiliki relasi erat yang saling mensponsori.

Bandit yang menetap umumnya memiliki kekuasaan politik, bandit yang mengembara memiliki kekuatan ekonomi. Kekuasaan politik tanpa kekuatan ekonomi, tidak mungkin. Kekuatan ekonomi tanpa difasilitasi kekuasaan politik adalah nihil. Karenanya, keduanya sama saja, sama-sama bandit, yang menghambat pembangunan demokrasi.

Baca Juga: Ketersediaan Vaksin Minim, Target Sasaran di Kabupaten Serang Justru Bertambah

 

Optimisme Bersama

Namun, meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, optimisme bersama terhadap demokrasi dan proses demokratisasi tetap harus dibangun. Perjuangan untuk mewujudkan demokrasi sebagai the way of life memang adalah jalan panjang.

Diperlukan upaya yang lebih besar dan konsisten dari pemerintah, masyarakat sipil, dan semua pihak yang terlibat untuk membangun demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan membangun demokrasi yang terkonsolidasi, Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan berdaulat. Inilah amanat Reformasi, yang harus dikawal dan diwujudkan bersama. Sekaligus menjadi tugas bagi pemerintahan pasca pemilu 2024 mendatang. (*)

 

*(Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang)

Baca Juga: Tesis Demokrasi di Warung Kopi

Tags: demokrasidemokratisasi
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

IMG_20250912_144908
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
IMG_8130
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
IMG-20250818-WA0030
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
Perempuan Banten di Persimpangan Jalan
Headline

Perempuan Banten di Persimpangan Jalan

Jumat, 1 Agu 2025 13:27 WIB
IMG-20250722-WA0004
Kolom

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Di Provinsi Banten Setelah Terbentuk Mau Dibawa Kemana ?

Selasa, 22 Jul 2025 09:23 WIB
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang
Dinkes Tangsel Selamat Idul Adha
DAMKAR Tangsel Selamat Idul Adha
BKPSDM Tangsel Selamat Idul Adha
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Ini Prakiraan Cuaca di Kota Tangerang Sepekan Mendatang

Ini Prakiraan Cuaca di Kota Tangerang Sepekan Mendatang

Senin, 8 Jun 2026 14:10 WIB
9 Jamaah Haji Banten Meninggal Dunia di Tanah Suci

9 Jamaah Haji Banten Meninggal Dunia di Tanah Suci

Rabu, 3 Jun 2026 16:44 WIB
Satgas MBG Lebak Minta BGN Libatkan Daerah dalam Penentuan SPPG

Satgas MBG Lebak Minta BGN Libatkan Daerah dalam Penentuan SPPG

Rabu, 3 Jun 2026 18:28 WIB
catalina pdam2

Perumdam Tirta Kerta Raharja Pastikan Garap Air Bersih Cluster Catalina

Sabtu, 6 Jun 2026 12:02 WIB
Kisah Nursiah, Warga Batuceper yang Berhaji Seorang Diri

Kisah Nursiah, Warga Batuceper yang Berangkat Haji Seorang Diri

Selasa, 2 Jun 2026 17:12 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.