Jumat, 11 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Usai Gibran dan Prabowo Ketemu, PDI Perjuangan Larang “Kepala Daerahnya” Terima Tamu Sembarangan

Oleh Made Nusantara
Rabu, 24 Mei 2023 20:56 WIB
Rubrik Nasional
Hasto Dituntut 7 Tahun Penjara oleh JPU KPK

ILUSTRASI: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–PDI Perjuangan membuat aturan baru untuk para kepala daerah yang berasal dari kader banteng moncong putih. Mereka dilarang menerima tamu “sembarangan” lantaran dikhawatirkan dimanfaatkan lawan politiknya.

Kebijakan itu tidak lain gegara “kasus” Wali kota Surakarta  Gibran Rakabuming yang terima Menhan sekaligus Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto.  Aturan itu keluar usai pertemuan Gibran dengan Prabowo di sebuah rumah makan di Solo pada Jumat (19/05/2023) malam, berpolemik. Karena dalam pertemuan itu, ada relawan Jokowi dan Gibran yang mendeklarasikan dukungannya ke Prabowo sebagai capres 2024.

Gibran langsung dipanggil DPP PDIP untuk klarifikasi, Senin (22/5) pagi. Klarifikasi itu disampaikan  Gibran kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun. Hasilnya, Gibran tidak dijatuhi sanksi, tapi mendapat banyak nasehat untuk menjalankan perannya sebagai wali kota sekaligus kader muda banteng.

Agar kasus seperti itu tidak terulang lagi, Hasto kemudian membuat aturan baru. Banteng akan meminta kadernya yang jadi kepala daerah untuk tidak sembarangan menerima tamu.  “Maka nanti kalau ada tamu-tamu ya akan diterima secara resmi di kantor,” kata Hasto.

Dengan menerima tamu di kantor, kata Hasto, maka hal yang dibahas tentunya urusan pekerjaan. “Sehingga segala sesuatunya itu memang berkaitan dengan kemajuan wilayah yang dipimpinnya,” lanjut Hasto. Apakah begitu urgent hingga urusan menerima tamu aja perlu diatur? Hasto mengaku, saat ini manuver politik yang dimainkan oleh lawan politik semakin kencang. Termasuk manuver politik kepada Gibran. Kharisma Gibran yang begitu kuat, menjadi magnet bagi tokoh lain di luar PDIP, tergiur untuk memanfaatkan.  “Pesan Ibu tadi, jelang pemilu banyak dinamika politik, begitu banyak yang melakukan dansa-dansa politik,” beber Hasto.

Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno membenarkan soal aturan baru banteng itu. Dia mengakui, saat ini  partainya membatasi kadernya yang menjadi kepala daerah untuk melakukan pertemuan dengan beberapa pihak. “Niat baik memfasilitasi kunjungan dan kesantunan sebagai pejabat publik, dimanfaatkan aktor-aktor politik untuk tujuan yang tidak terkait dengan tugas fungsinya (tusi),” imbuh Hendrawan, kemarin.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Tangerang Targetkan Agenda Konsolidasi Rampung Akhir 2025

Hendrawan khawatir, tanpa adanya aturan baru itu, kader banteng yang menjabat sebagai kepala daerah akan diajak berdansa politik. “Ikut-ikutan manuver para elit. Sementara tugas utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan dia.

Pengamat politik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menafsirkan, aturan baru banteng itu sebagai bentuk proteksi. Banteng tak mau kecolongan lagi ada kadernya yang dimanfaatkan untuk mendongkrak elektabilitas salah satu capres lain.

BeritaTerbaru

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB
Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 17:58 WIB
59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

Rabu, 9 Sep 2026 21:11 WIB
Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB

“Untuk menjaga agar pertemuan seperti Prabowo dan Gibran itu tidak terulang lagi, dan diframing sebagai bentuk dukungan keluarga Jokowi pada Prabowo,” ucap Saidiman kepada Rakyat Merdeka, kemarin.  “Padahal Jokowi dan Gibran adalah kader PDIP yang sudah punya calon presiden sendiri, yakni Ganjar Pranowo,” sambungnya.

Gibran dan Bobby Akui Sulit

Terkait aturan baru yang dibuat PDIP, Gibran mengaku sulit untuk seratus persen terlaksana. Sebab, tidak semua tamu menteri yang datang ke Solo bisa dijamu di kantor atau rumah dinas. “Misalnya Pak Menteri PUPR. Pasti kalau datang ketemunya di lapangan, di proyek,” jawab Gibran.

Lagian, Gibran menepis bila kedatangan para menteri ke Solo dalam kapasitas sebagai ketua umum partai atau bakal capres. “Saya itu tidak pernah menerima ketua umum, saya itu menerimanya beliau-beliau sebagai menteri, sebagai pimpinan saya. Kalau ketum ketemu saya, saya kan bukan siapa-siapa, saya tidak menentukan apa-apa,” ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Tanam Jagung Serentak, Wapres Gibran Minta Offtaker Jagung Dimaksimalkan

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku sulit untuk menjalankan aturan baru itu dengan baik. Namun, menantu Jokowi itu, tetap akan berusaha bersikap profesional berdasarkan norma yang ada.  “Jadi untuk urusan kenegaraan, urusan pemerintahan, urusan daerah, saya rasa kita tetap akan mengikuti norma-norma aturan yang ada di pemerintah,” sebutnya. (rm)

 

Tags: Gibran Rakabuming Rakapdi perjuanganPilpres 2024
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Nasional

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun
Nasional

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar
Bisnis

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun
Nasional

Gunung Anak Krakatau Belum Tenang Meski Aktivitas Erupsi Menurun

Selasa, 8 Sep 2026 08:06 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

CEK UDARA -- Petugas Dinas LH Kabupaten Lebak, saat melakukan pengecekan kondisi udara di Kabupaten Lebak, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik GAK Masih Terdeteksi, Kualitas Udara di Lebak Level Sedang

Selasa, 8 Sep 2026 20:14 WIB
BAGIKAN MASKER -- DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten, menyalurkan 10.000 masker kepada masyarakat sebagai respons atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sejak Minggu (6/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026). (ISTIMEWA)

PKS Banten Tebar 10.000 Masker untuk Warga Terdampak GAK

Selasa, 8 Sep 2026 14:24 WIB
SPPG - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

SPPG Kolelet Picung Pandeglang Serap Produk UMKM dan Petani Lokal

Selasa, 8 Sep 2026 11:33 WIB
Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Gelar Konsolidasi, PKB Kota Tangerang Bidik Minimal 7 Kursi di Pemilu 2029

Minggu, 6 Sep 2026 15:50 WIB
Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat

Jumat, 11 Sep 2026 08:11 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.