SATELITNEWS.COM LEBAK—Iwan Kurniawan secara resmi dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Lebak menggantikan Iti Octvia Jayabaya yang mundur bersama dengan wakilnya Ade Sumardi, Jumat (3/11/2023) lalu karena mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada pemilu 2024 mendatang. Atas penujukkan ini, meski tak kaget, namun ada yang terasa mengganjal di benak anggota DPRD Lebak lantaran dari tiga nama yang telah diusulkan tak ada yang diakomodir. Wakil rakyat Bumi Multatuli pun menyayangkan penunjukkan Iwan.
Namun begitu, pria yang sebelumnya menjabat Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri tersebut diminta tancap gas menakhodai roda pemerintahan di Lebak.
Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar mengatakan, nama Iwan Kurniawan bukanlah usulan yang masuk dalam tiga nama yang diputuskan oleh DPRD Lebak untuk dibawa dengan harapan menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menunjuk Pj Bupati Lebak. “Kaget enggak (atas penunjukkan Iwan Kurniawan), karena dari awal kami paham betul bahwa usulan ini bukan cuma dari kami, sebab ada jugusulan dari gubernur dan Kemendagri. Penetapannya pun kewenangan pusat, jadi apapun hasilnya siap diterima,” kata Agil, Minggu (5/11/2023).
Meski begitu Agil menyayangkan pusat justru menujuk sosok di luar usulan DPRD. Pasalnya nama-nama yang disodorkan dewan didasari pada kebutuhan dan kepentingan dalam memajukan Lebak lantaran nama-nama itu dinilai memahami kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Lebak.
“Karena leader memang harus paham lapangannya, kenapa kepemimpinan Pak Jokowi dianggap sukses, karena beliau meniti dari bawah sehingg memahami kondisi di lapangan. Makanya kenapa usulan kami ada irisan dengan Lebak karena bukan soal teori kepemimpinan tapi bagaimana penguasaan lapangan,” papar Agil.
Untuk itu kata dia, Iwan diminta bisa segera tancap gas untuk menyesuaikan dan menjalankan roda pemerintahan. “Jangan terlalu lama belajar dan pemetaan di lapangan, segera akselerasi dan fokus dalam transisi kepemimpinan, terutama sinergitas antara eksekutif dan legislatif tetap baik, tidak ada konsep yang berseberangan dengan kepentingan kemajuan daerah,” harap politisi muda Partai Gerindra ini.
Baca Juga: DPRD Lebak Soroti Bansos Tak Tepat Sasaran, Siap Turun Cek Data
Lebih lanjut, Agil tidak melihat jika penunjukkan Pj Bupati pada kepentingan politik tertentu. Karena sedari awal, DPRD hanya fokus pada sisi figur pemimpin pemerintahan yang dibutuhkan Lebak. “Apakah keputusan tersebut terlihat politis, bagi kami tidak. Karena poin kami bagaimana sosok Pj yang betul-betul paham agar mampu mentreatment kebijakan dan lain-lain. Semoga saja pertimbangan pemerintah pusat bukan kebijakan yang salah, itu harapan kami,” pungkas Agil.
Diketahui, tiga nama yang sebelumnya disetorkan DPRD Lebak kepada Kemendagri sebagai calon Pj Bupati adalah, Kepala Disnaker Banten Septo Kaldi, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Pemprov Banten Gunawan Rusminto dan Asdep Infrastruktur dan Ekonomi Kesejahteraan Rakyat Kemendagri Yedi Rahmat. “Nama-nama ini punya irisan dengan Kabupaten Lebak, dan kami nilai mereka mengetahui dan memahami dengan kondisi sosial, ekonomi dan politik Lebak,” tutur Agil.
Keputusan dewan mengusulkan ketiganya juga didasarkan pada beberapa kriteria lain di antaranya jenjang karir, dan tidak memiliki catatan buruk. “Kami harap usulan DPRD menjadi salah pertimbangan Bapak Presiden untuk memutuskan, karena kami merumuskan sangat hati-hati dan memilih yang terbaik agar akselerasi dan estafet kepemimpinan dari Ibu Bupati kepada Pj Bupati berjalan dengan baik,” katanya.(mulyana)
Baca Juga: Melalui LKPJ 2025, DPRD dan Pemkab Lebak Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
