SATELITNEWS.COM, LEBAK – Hari ini, di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, digelar proses pemungutan suara Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Minggu (24/12/20023).
Kegiatan yang difokuskan untuk warga Baduy tersebut, disambut antusias oleh mereka yang memiliki hak suara.
Pemungutan suara ini bukan sungguhan, melainkan hanya simulasi yang digelar KPU Kabupaten Lebak. Walaupun demikian, kegiatan yang digelar di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes ini, tidak asal-asalan melainkan layaknya pemungutan suara sungguhan.
Sebab, perangkat dan sarana pendukung, baik kotak suara, kertas suara, bilik suara, KPPS, Saksi, dan pendukung sarana lainnya, lengkap.
Pantauan satelitnews.com di lokasi, satu persatu warga Baduy yang sudah terdata/punya hak suara, dipanggil oleh petugas KPPS, mereka di kasih lima kertas suara mulai dari warna Abu-Abu untuk Presiden dan Wakil Presiden, Kuning DPR RI, Merah DPD RI, Biru DPRD Provinsi, dan Hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota.
Masuk ke bilik suara, warga Baduy dengan serius membuka kertas suara yang dibawa, lalu dibuka untuk dilakukan pencoblosan terhadap salah satu calon.
Baca Juga: KPU Lebak Sosialisasikan e-Voting, Pemilih Pemula Antusias Ikuti Simulasi
Selepas itu, mereka diarahkan ke kota suara untuk memasukan kertas suara sesuai warna ke kotak suara, terakhir mencelupkan salah satu jarinya ke tinta yang sudah disediakan menandakan mereka sudah mencoblos.
Warti, seorang warga Baduy di Kadu Ketug mengaku, ada beberapa hal yang membuat dirinya cukup lama berada di dalam bilik suara, mulai dari mencari nama calon anggota DPR, DPRD dan DPD pilihannya. Kesulitan juga dialami saat hendak melipat surat suara.
“Tapi tadi ada susah waktu mencari dan melipat. Tapi semua dicoblos. Udah, udah punya pilihan,” katanya singkat.
Ketua KPU Lebak, Ni’matullah mengatakan, simulasi mulai dari warga menyerahkan surat panggilan kepada petugas KPPS, menerima surat suara, mencoblos di bilik suara hingga memasukkan ke dalam kotak suara dan diakhiri mencelupkan jari ke tinta yang disediakan.
“Alhamdulillah hari ini KPU Lebak bisa melakukan simulasi di sini. Kita lakukan secara riil sesuai dengan aslinya, proses pemungutan dimulai pukul 07.00 sampai 13.00 WIB,” kata Ni’matullah.
Ni’matullah mengatakan, simulasi penting dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran kondisi di tempat pemungutan suara (TPS). Dari simulasi yang dilakukan, KPU bisa melihat apa saja kendala dan kekurangan untuk diperbaiki ke depan.
Baca Juga: KPU Lebak Kerja Sama dengan Lembaga Pendidikan
“Simulasi ini menjadi bagian dari sosialisasi kita, terutama bagi masyarakat di Desa Kanekes. Di sini bisa dilihat apa saja yang kurang dan harus diantisipasi,” ujarnya.
Dia mengharapkan, pelaksanaan Pemilu 2024 secara keseluruhan terutama pemungutan dan penghitungan suara berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk juga masyarakat yang antusias dalam simulasi ini. Terutama KPPS yang menjadi ujung tombak dari seluruh tahapan dan SDM di KPU, karena itu harus disiapkan supaya tidak ragu,” imbuhnya. (mulyana)
