SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Pengamat Politik Ahmad Chumaedy menilai PDI Perjuangan Banten berpotensi akan bertarung sendirian melawan kubu Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pilgub Banten 2024. Kemungkinan itu pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat pencalonan Pilkada melalui putusan nomor 60/PUU-XXII/2024 dan nomor 70/PPU-XXII/2024.
Menurutnya, sebelum putusan MK tersebut, Pilgub Banten ini sudah ada skema yakni Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah. Namun pasca putusan MK, kata pria yang akrab disapa Memed ini peta koalisi kemungkinan berubah dan dinamika di tubuh KIM plus menghimpit Airin dalam proses pencalonannya.
“Setelah putusan MK, dan juga dinamika yang terjadi di KIM Plus, dinamika KIM Plus ini yang pada akhirnya menghimpit bu Airin untuk proses pencalonnannya. Lalu putusan MK ada kemungkinan kocok ulang dalam posisi calon kepala daerah ini dan yang masih belum selesai adalah di internal Airin, Apakah bu Airin di karyakan di tempat lain apakah masih dicalonkan jadi Gubernur,” ucapnya, Jumat (23/8).
Kata dia, jika Airin tidak dicalonkan sebagai Gubernur Banten, maka PDI Perjuangan membuat skema lain. Menurutnya, jika PDIP mengusung kader internalnya Rano Karno dan dipasangkan dengan kader ekternal yakni Arief R Wismansyah, maka potensi kemenangannya akan jauh lebih besar, dibandingkan mengusung Ade Sumardi.
“Kalau Ade yang dipasang potensi kalahnya besar. Kemungkinan kocok ulang ini memungkinkan antara Rano dan Arief,” katanya.
Sebab menurutnya, Rano Karno memiliki modal elektabilitas yang besar, ditambah dengan Arief yang basis pendukungnya terbesar di Kota Tangerang itu bisa meladeni kekuatan kubu KIM Plus.
“Kalau dipaksakan Ade maju jadi Gubernur berpasangan dengan siapapun potensi kekalahannya mungkin lebih besar, karena tidak punya modal yang kuat,” pungkasnya. (hafiz)
